Ketika ikan bandeng akan diolah atau dimasak, sisik ikan akan terbuang ke tempat sampah. Namun di tangan tiga pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Ulama (NU) Gresik, sampah atau limbah sisik ikan bandeng diolah menjadi makanan abon yang memiliki cita rasa tak kalah dengan abon pada umumnya.

 “Sedih juga pas bantuin ibu memasak bandeng, tapi sisiknya kemudian dibuang begitu saja ke tempat sampah. Jadi saya kemudian berpikir, apa sisik itu bisa dimanfaatkan ketimbang harus dibuang?” ucap Wakhdayani Febrianti (14), yang duduk di kelas 8 MTs NU Gresik, Kamis (27/4/2017).

Penasaran dengan hal itu, Febri sapaan akrab Wakhdayani Febrianti, lantas mengajak dua teman satu sekolahnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut di laboratorium sekolah.

Bersama dengan Gufriani Hamidahtin Nahda (14), yang juga duduk di kelas 8 dan Arbi Fathul Muzammil (13), yang duduk di kelas 7, Febri melakukan penelitian mendalam selama beberapa minggu, dengan dibimbing oleh salah seorang guru pendamping.

“Dari penelitian yang kami lakukan, ternyata sisik ikan bandeng bisa juga dibuat abon yang enak. Dengan tentunya setelah melakukan berbagai proses,” sambung dia.

 Untuk mendapatkan abon yang diharapkan, Febri dan teman-temannya terlebih dulu merendam sisik ikan bandeng tersebut ke dalam larutan air cuka selama kurang lebih 30 menit. Tentu setelah kondisi sisik ikan bandeng lebih dulu dicuci sampai bersih.

“Baru setelah itu dipresto selama 1 jam, dan kemudian diblender hingga halus. Setelah sudah halus, baru kemudian disangrai (digoreng tanpa minyak) hingga berwarna kecoklatan,” tambah Nahda.

Dalam proses tersebut juga ditambahkan beberapa rempah-rempah dan bumbu dapur, untuk memperkuat cita rasa abon buatan mereka. Mulai dari bawang putih dan merah, kunyit, jahe, laos, kencur, kunci, ketumbar, serai, daun salam, gula, garam, serta kecap.

“Disangrainya tergantung selera atau warna yang diinginkan.

Karena itu proses terakhir, sebab setelah olahan sudah dingin dan selesai ditiriskan, abon dari sisik ikan bandeng ini sudah bisa langsung dinikmati,” terang Nahda.

Hasil penelitian tersebut, sempat juga mereka ikutkan pada Lomba Karya Ilmiah Remaja tingkat kabupaten yang diselenggarakan pada awal bulan kemarin dan sempat meraih juara pertama.

“Kami memang sengaja memberikan kebebasan kepada siswa di sekolah ini, untuk berlomba-lomba melakukan penelitian yang bermanfaat. Di mana selanjutnya, kami lantas ikutkan hasil penelitian siswa-siswa dalam lomba karya ilmiah, dan Alhamdulillah yang abon dari sisik ikan bandeng kemarin dapat juara pertama,” tutur kepala sekolah MTs NU Gresik, Nduk Muslikha.

 Nduk menilai, penelitian para siswanya mengubah sisik ikan bandeng menjadi abon memang pantan untuk menyabet juara pertama.

“Mungkin karena satu, bandeng itu kan khas Gresik. Selain itu, rasa abon juga cukup nikmat dan tak kalah dengan produk sama yang telah banyak dijual di pasaran,” sebutnya.

Sumber : Kompas