Malam Selawe 
Malam Selawe (25 an) merupakan tradisi khas bulan ramadhan di Gresik, sebagai tanda perburuan lailatul qadar (malam seribu bulan) . Malam selawe biasanya hari ke-24 ramadhan yang diadakan di makam Sunan Giri. Tradisi malam selawe atau menjelang hari ke 25 ramadhan bisa dibilang malam puncak ramdhan

Sejarah tradisi Malam Selawe tak diketahui sejak kapan adanya, yang jelas diwariskan secara turun temurun sejak zaman Sunan Giri. juga adanya cerita dari mulut-ke mulut sampai sekarang. malam 25 pada bulan ramadhan merupakan saat dimana Kanjeng Sunan Giri bertemu dengan malam Seribu Bulan (beberapa sumber).
Selain itu banyak PKL baik yang dari Gresik atau Luar yang mengais rezeki sepanjang jalan Sunan Giri hingga lokasi makam Sunan Giri. . Mereka rutin datang mengais rezeki pada kegiatan tahunan tersebut

Pasar Bandeng 
Satu satu tradisi warisan Walisongo yang hingga kini masih dilestarikan. Yaitu tradisi menggelar Pasar Bandeng di pusat kota Gresik. Tradisi ini pertama kali diadakan oleh Sunan Giri untuk mengangkat perekonomian rakyat setempat.Dua dari sembilanWalisongo penyebar agama islam yang berada di Gresik sangat berpengaruh dalam membangun tatanan budaya masyarakat Gresik. Keduanya adalah Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Raden Paku atau Sunan Giri.Melalui jalan perdagangan, Ainul Yaqin, nama kecil Sunan Giri melakukan da’wah kepada masyarakat. Kala itu, di abad 15 Sunan Giri mulai membantu perekonomian masyarakat dengan cara mengolah dan memasarkan hasil bumi. Hingga kini, masyarakat masih melestarikan warisan Suna Giri yaitu dengan membuat dan menjuala kue pudak dan penyelenggaraan pasar bandeng
Tradisi Pasar Bandeng (prepekan cilik dan prepekan gede)

Kolak Ayam 
Kolak ayam merupakan menu buka puasa yang menjadi favorit warga Gumeno setiap malam 23 pada bulan ramadhan. Meski namanya kolak ayam, tapi jangan dibayangin sama seperti kolak pisang, kolak labu, kolak ketela . Ini merupakan masakan ayam yang berkuah santan .

Tradisi yang berusia lebih dari 500 tahun ini punya keunikan yaitu orang yang membuat, memasak dan menyiapkan segala bahan yang digunakan untuk memasak kolak ini adlah kaum adam. Hal itu merupakan syarat untuk membuat kolak ayam .

Meski yang bekereja adalah kaum adam, kaum hawa tak hanya berdiam diri menunggu masakan disajikan , tapi mereka punya tugs yakni memarut kelapa sebagai santan yang dijadikan untuk kolak ayam ini di rumah mereka masing masing
Msakan yang terdiri dari ayam suwir, santan, daun bawang, gula merah, jinten, air . Berdasarkan penuturan warga menyebutkan bahwa Kolak ayam sudahmenjadi tradisi.” Konon ceritanya pada tahun 1451 ketika Sunan Dalem pendiri masjid Gumeno menderita sakit yang tak diketahui jenis penyakitnya, dan taka ada satupun obat yangbisa menyembuhkan penyakit yang diderita sang sunan.
Sang Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT melalui mimpi setelah mimpi bertemu dengan Sunan Giri. Dalam mimpi itu diserukan untuk membuat masakan dengan racikan daging ayam jago, daun bawang, dll untuk dibuat kolak. Setelah berbuka puasa dengan masakan tersebut ,Sunan Dalem berangsur-angsur sembuh. Kejadian ini bertepatan pada tanggal 22 ramadhan.
Masyarakat Gumeno sendiri menamai masakan ini dengan nama “Sanggringan” yang artinya raja yang sembuh dari sakit.

Warga meyakini bahwa kolak ayam ini bisa mengobati segala macam penyakit Tradisi ini merupakan salah satu bentuk cara yang dilakukan oleh warga Gumeno untuk melestarikan tradisi Sunan Dalem agar tidak dikalim oleh Negara lain. Selain itu juga untuk menciptakan kerukunan dan kebersamaan sesame umat muslim.

Dikutip dari berbagai sumber