Dengan alasan kemiripan bahasa dan kedekatan teritori dengan Madura, Bawean menjadi incaran pulau garam tersebut untuk menggenapi persyaratan yang masih kurang sebagai cikal bakal berdirinya Propinsi Madura
Namun sejumlah warga menolak rencana tersebut dengan berbagai pertimbangan, salah satunya perlakuan Pemkab Gresik saat ini yang sudah memberikan
perhatian khusus terhadap Pulau Rusa ini. Berbagai pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana sekarang sudah bisa dinikmati oleh masyarakat
di Pulau Bawean, seperti jalan lingkar, bandara, dan rumah sakit 
“Kendati dijadikan sebagai wilayah kabupaten atau kota mandiri, kami tetap menolak tawaran  bergabung dalam Provinsi Madura,” kata Baharuddin, Ketua STAIHA Bawean seperti dikutip dari Radar Gresik Jum’at 12 Februari 2015

Pernyataan lebih keras lagi disampaikan KH Abdul Latif. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sangkapura ini mengungkapkan,
Bawean tidak bisa dipisahkan dengan Kabupaten Gresik. “Bagi kami Kabupaten Gresik adalah harga mati, ngapain mau ikut Madura,”
tegasnya. 
[post_ads]
Sumber : Radar Gresik