Salah satu esensi kita menjalankan bulan ramadhan yaitu membentuk manusia bertakwa, diibaratkan antara takwa dan seseorang merupakan 2 objek yang saling mendekati, maka diantara obyek tersebut harus terpenuhi oleh elemen elemen yang mendukungnya sehingga terpenuhilah sebutan Takwa tersebut
Apa saja elemen tersebut maka dijelaskan oleh Allah dalam firmannya di surat Ali Imron sebagai berikut 


Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa [QS. Ali ‘Imran: Ayat 133]
Dalam ayat tersebut disebutkan secara gamblang elemen takwa, yaitu seseorang yang memiliki karakter orang yang dicintai Allah, yaitu bersegera untuk mencari ampunan, hal ini seperti yang dilakukan setiap hari oleh umat Muslim dalam sholatnya dimana setiap gerakannya mengandung unsur pengampunan dalam doanya, salah satu contohnya yaitu ketika kita iftitah sholat


“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin” 

Selain itu sebagai umat yang bertakwa sudah sepatutnya untuk kembali kepada Allah yng sudah memberikan segala kenikmatan kepada kita,  dan menjadikan backingan terhadap semua aktifitas kita kepada Dzat yang maha pemberi rizki, maha pemberi ampunan , maha pemurah dan segala sifat  mulia yang tercantum dalam Asma’ul Husna yang berjumlah 99. Sehingga kita akan dimudahkan untuk dikabulkan doa doa kita.  

NIKMATNYA SURGA


Ketika Rasulullah tengah menjelaskan tentang nikmatnya surga yang ditawarkan Allah kepada umat. Sampai kemudian menjelaskan tentang luas yang tak terhingga surga itu.
“Rasulullah menjelaskan luas surga itu seluas semesta langit dan bumi,”

Salah seorang sahabat mengangkat tangan dan bertanya: “Kalau luas surga itu seluas semesta langit dan bumi, lalu di mana letak neraka itu?” pertanyaan

Rasulullah tidak menjawab pertanyaan sahabat ini namun balik bertanya: “Ketika terjadi malam hari, lalu dimanakah letaknya siang?”
Sahabat itu menjawab: “Karena Allah yang menciptakan maka terserah Allah pula di mana meletakkannya. Demikian pula dengan neraka, ya Rasulullah,”.

(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.  [QS. Ali ‘Imran: Ayat 134]

Jika ingin memberi jangan pernah berkata “besok saja kalau sudah punya uang”  karena itu merupakan bentuk janji yang tidak pasti, kita justru disarankan oleh Allah untuk memberikan (give) dalam waktu sempit maupun lapang karena ini merupakan salah satu ciri orang yang bertakwa, kita juga dianjurkan untuk memberikan walaupun hanya sekedar hadiah untuk orang orang disekitar kita

Pada hakikatnya jika dalam keadaan lapang kemudian kita tidak memberi maka akan melahirkan sifat sombong seperti dikisahkan dalam cerita yang populer yaitu seperti Qorun, sebaliknya jika dalam keadaan sempit justru cenderung untuk selalu meminta minta

Bahkan Istri nabi seperti Khotijah mengeluarkan seluruh hartanya untuk perjuangan Islam, Abdurahman Bin Auf seorang saudagar Muslim juga rela mengeluarkan hartanya untuk membela Rosulullah, dan berbagai kisah heroik di masa Rosulullah lainnya

Dalam penjelasan selanjutnya elemen orang yang bertakwa yang lain adalah senantiasa menahan amarahnya, dalam sebuah hadist “Bukanlah orang yang kuat itu yang pandai bergulat, akan tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan jiwanya ketika marah,” (HR. Bukhari 6114, Muslim 2609).

==============================

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
[QS. Ali ‘Imran: Ayat 130]

Penjelasan tentang takwa tidak lepas dari surat Ali Imran ayat sebelumnya yang membahas sebuah perkara besar yaitu Riba, kita diingatkan untuk tidak memakan uang riba, tidak sedikit kasus sebuah bisnis yang dilakukan seseorang, karena terjerat riba walaupun bisnisnya terus berkembang tetapi selalu mengalami kesulitan, bahkan untuk membayar THR karyawannya harus menambah riba lagi dan seterusnya

Semoga kita semua dimudahkan untuk bebas dari Riba dan dibulan ramadhan ini kita bisa meraih gelar predikat orang orang yang bertakwa
————————————————–