Momen Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dalam rangka menggelar upacara pengesahan bagi anggota baru harus memakan korban jiwa salah satu anggotanya, pemuda bernama Dwi Cahyono (19) asal desa Temuireng Mojokerto dinyatakan meninggal di RS Citra Medika Sidoarjo

Berikut kronologi kejadian yang dikutip Jawa Pos Senin (17/10)
  1. Iring iringan melintas di simpang empat Desa Kupang Kecamatan Jetis Mojokerto (16/10) sekitar pukul 02.00 wib
  2. Barisan depan sempat bentrok dengan warga, sehingga hujaman batu dan kayu tidak terelakan
  3. Dugaan kuat Dwi Cahyono mengalamai kekerasan didaerah tersebut saat hendak pulang dari acara prosesi pengesahan desa Wiyu Kecamatan Pacet
  4. Korban mengalamai luka serius terutama didaerah kepala, wajah, dan juga mengalami patah tulang multiple
  5. Pendarahan hebat yang menimpa korban, sehingga tim medis menyatakan sekitar jam 18.00 korban meninggal

Pernyataan PSHT Lamongan


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sementara itu ketua cabang PSHT Lamongan Harto menghimbau anggotanya ” Mohon kepada semua ketua ranting di cabang Lamongan untuk menjaga kondusifitas di ranting masing-masing dan tidak terprovokasi dengan adanya peristiwa di mojokerto, serahkan sepenuhnya pada aparat hukum dan saudara-saudara Mojokerto.
Mohon pada saudara-saudara yang akan ta’ziah ke mojokerto ditunda dulu karena situasi belum memungkinkan dg adanya kejadian tadi malam”

Gambar: facebook PSHT