Categories
Artikel

Mendekati Qurban, Daging Sapi Naik Drastis

Jumlah permintaan sapi untuk kurban
tahun ini meningkat drastis.Seiring meningkatnya permintaan akan
kurban ternak sapi ini, maka harga sapi pada beberapa hari terakhir
cenderung naik. Apabila pada seminggu sebelumnya harga sapi di pasar
hewan Balongpanggang berkisar antara Rp. 38.500.- sampai Rp. 40.000 per
kg/daging hidup. Saat ini harga ini sudah mencapai Rp. 45.000,-.
Bahkan sesuai pemantauan staf
Peternakan, harga sapi di sekitar pasar hewan kurban di area Jalan
Panglima Sudirman Gresik ada yang mencapai Rp. 30 juta dengan perkiraan
berat 600 – 700 kg. Sedangkan yang seberat 300 – 350 kg harganya
mencapai Rp. 18 juta. “Kami gak bisa memperkirakan sampai saat mendekati
hari raya kurban nanti, bisa saja naik atau bahkan turun” ungkap
Nunung.
Dibanding tahun lalu, area penjualan
ternak kurban di Gresik semakin berkurang. Hal ini karena lahan yang
sebelumnya dipakai sebagai area berjualan saat ini sudah beralih fungsi
untuk bangunan. Pengurangan itu terjadi di sekitar Petrokimia Gresik,
area Gresik kota baru dan bahkan beberapa tempat yang lain juga banyak
tanah kosong yang sebelumnya digunakan untuk berjualan ternak kurban
saat ini tak ada lagi.
Beberapa masyarakat dan pedagang ternak
pernah datang kepada kami, mereka menginginkan ada areal khusus
disekitar kota Gresik sebagai pusat penjualan hewan kurban. “Kami
memandang usulan ini bagus, karena bagi kami hal ini akan memudahkan
tugas pemantauan utamanya pemantauan kesehatan hewan. Serta yang lebih
penting lagi ada keseragaman harga” kata Nunung terkait semakin
berkurangnya area lahan penjualan ternak kurban.
Sedangkan Petugas peternakan Kabupaten
Gresik akan melakukan pemeriksaan mulai 29 September 2014 sampai pada 4
Oktober 2014. Pemeriksaan akan dibagi pada 4 (empat) Wilayah yaitu 
Wilayah I 
sekitar Petrokimia dan Giri dengan coordinator drh. Lenny S. 
Wilayah II 
meliputi GKB, Bunder sampai Suci dengan coordinator drh.
Herman S.


Wilayah III 
meliputi area Tlogopojok,
Romo Manyar sampai Sembayat dengan coordinator drh. Sutrisna. Sedangkan
di 
Wilayah IV
meliputi Panglima Sudirman, Pasar Senggol dan sekitar PLTU
dengan coordinator drh. Devi K. 
Untuk wilayah lain di Kecamatan,
Petugas Peternakan Kecamatan masing-masing bertanggung jawab atas
kesehatan hewan kurban diwilayahnya.
Dari beberapa kali pengamatan petugas
Peternakan, trend penyakit hewan kurban saat musim kemarau ini yaitu
penyakit mata. “ Kami sudah siapkan obat tetes mata dan spray untuk
luka. Sepertinya pada pemantauan awal kami pada musim kemarau ini hewan
kurgan sangat rentan kena sakit mata, hal ini akibat debu. Hal ini bukan
hal serius, karena penyakit mata pada sapi akan holing hanya sekali
diobati” ujar Nunung optimis.
Tentang pemeriksaan yang akan dilakukan,
Nunung mengatakan. Ada 2 tahap pemeriksaan yaitu pemeriksaan antemortem
yaitu pemeriksaan sebelum hewan disembelih. Hal ini seperti yang
dilakukan oleh petugas peternakan. Sedangkan selanjutnya pemeriksaan
post mortem. “Pemeriksaan ini dilaksanakan saat penyembelihan hewan
kurban. Petugas memeriksa kesehatan daging serta organ jerohan. Dari
hasil pemeriksaan tersebut dapat diketahui akan kelayakan daging hewan
kurban ini. Pungkas Nunung
 
Sumber Gresik KAb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *