Salah satu pasien rujukan
asal Bawean meninggal dunia
setiba di RSUD Ibnu Sina, kemarin.
Sebagian pihak menyayangkan
keterlambatan petugas
Pelabuhan Gresik membukakan
pintu kapal di Pelabuhan
Gresik. 
Menurut Idham, pengantar penumpang, petugas pelabuhan
untuk membukakan pintu
masuk untuk mobil ambulance
menaikkan pasien dari dalam kapal.Ini
membuat pasien kesulitan
masuk pelabuhan. Bahkan
menurutnya, keluarga pasien
sempat panik juga karena
kondisinya sudah sangat parah. 
“Setelah menunggu lama, baru
petugas membuka pintu untuk
ambulance masuk ke dalam
Pelabuhan Gresik,” katanya.
Dijelaskan, mestinya petugas
tanggap akan adanya banyak
pasien yang dirujuk ke Gresik.
“Sebelum kapal bersandar, sudah
standby mobil ambulance di
dalam pelabuhan,”harapnya.
Kekhawatiran itu terbukti,
tidak tertolong lagi. “Itu sangat
riskan jangan sampai terulang
kembali,”tegasnya. 
Akhirnya jenazah warga
dusun Pamona yang masih usia
kecil dibawah pulang oleh keluarganya
dengan naik kapal
Gili Iyang dari Pelabuhan Gresik
menuju Pulau Bawean.
Sumber: Radar Gresik