INIGRESIK.COM – Kegiatan PHBD yang dilakukan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik melalui pendanaan kemendikbud berhasil memberi manfaat yang bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Jangkang RT 13 RW 02 Desa Leran kabupaten gresik.
Kegiatan ini berfokus untuk memanfaatkan limbah duri ikan bandeng menjadi produk abon kaya nutrisi. sukses mencetuskan solusi pada permasalahan lingkungan dan perekonomian warga Dusun Jangkang. Seperti apa yang dingkapkan dari Bapak Afak selaku dosen pendamping mahasiswa :
“Program hibah bina desa merupakan aktualisasi pengabdian diri mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat yang mandiri dan memberikan pengalaman hidup untuk mahasiswa”.
BACA JUGA
- Job Fair Gresik Dibuka Awal Juli 2026, Buka Ribuan Lowongan Kerja
- Nasib Investasi dan UMKM Gresik Ditentukan Mulai Besok: 1.095 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Disebar ke Lapangan, Ini Dampaknya bagi Warga
- Aksi Donor Darah Gressmall dan PMI Gresik Amankan Stok Darah di Tengah Tingginya Kebutuhan Medis
- SMP Plus Jauharul Maknuun IBS Juara TKA 2026 Gresik dengan Nilai 68,56, Ini Daftar Lengkap 10 SMP Terbaik
- Raih JDIH Terbaik II Jatim, Pemkab Gresik Luncurkan AI Hukum Berbasis WhatsApp untuk Layanan Publik
Dusun Jangkang merupakan salah satu produsen olahan bandeng tanpa duri. Alhasil, duri-duri ikan bandeng pun menjadi limbah terbesar mereka. Tim PHBD UMG pun melihat hal ini sebagai potensi untuk memproduksi olahan makanan yang memanfaatkan limbah tersebut. Siapa sangka, duri bandeng yang tadinya hanya dianggap sampah, ternyata mengandung banyak kalsium yang berkahsiat bagi tulang dan gigi.
Berlandaskan khasiat duri bandeng tersebut, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik, berinisiatif menciptakan abon duri bandeng yang enak sekaligus kaya nutrisi. Keunggulan inovasi abon duri bandeng ini adalah lebih awet, praktis, dan mampu menjangkau pasar yang luas.
Sehingga bukan tidak mungkin inovasi abon duri bandeng menjadi produk yang marketable dan diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga Dusun Jangkang.

