Ada yang beda di arena Perkemahan Nasional Sekolah Islam Terpadu yang berlangsung di Coban Rondo, Malang, 3-7/11/2015. Para peserta usia SMP diajak bersama-sama membuat robot pramuka. Ya, disebut robot pramuka karena bisa berjalan dengan dua kaki, seperti pramuka sedang baris-berbaris.

Tentu saja kegiatan ini menarik perhatian peserta. 

Tidak kurang 2.900 peserta yang terbagi menjadi 290 regu antusias mengikuti sesi kreatif ini. Saking antusiasnya, panitia akhirnya membagi peserta menjadi 12 shift, selama 2 hari.

Menurut Kak Arief Andy Yudhanarko, pelatih pembuatan robot, peserta diajak membuat robot jenis bipolar, yakni robot yang memiliki dua kaki yang bisa berjalan. “Kami ajarkan dari sisi mekanik atau gerak dan elektroniknya secara lengkap, meski tentu saja dengan pola sederhana”, jelas pembina Komunitas Kampung Robot (Kokaro) ini. 

Menurut Ahmad Hasan Bashori, ketua panitia perkemahan, kegiatan robotika ini diniatkan sebagai sarana untuk mengakrabkan anak-anak pada tehnologi. “Bukan tehnologi biasa, tapi tehnologi yang bernilai edukasi, ” lanjutya.

“Kami juga ingin menanamkan kesan positif ke anak-anak, bahwa kegiatan pramuka tidak ketinggalan zaman. Tapi juga dikemas dengan kegiatan canggih dan kekinian”, lanjut alumni Universitas Brawijaya ini. 

Shabrina Salsabila, salah satu peserta perkemahan dari SMPIT Al Ibroh, Gresik, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya, setelah robotnya jadi dan bisa berjalan. Begitu juga dengan teman-teman yang lainnya. Mereka berebut memainkan robot karya mereka di meja. “Ternyata bikin robot itu seru. Dari mobil-mobilan jadi robot yang bisa jalan-jalan, ” katanya sambil terus memainkan robot barunya.

Sementara Aisyah, siswa SMPIT Bitussalam, Bogor, berharap di sekolahnya nanti ada ekskul robotika. “Kalau di sekolahku ada, tentu aku ingin ikut lagi ekskul ini. Asyik sekali”, ujarnya

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!