SEJARAH
Gedung Nasional Indonesia (GNI), Letaknya
tepat di sudut jalan perempatan antara jalan Panglima Sudirman Gresik,
Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jl Malik Ibrahim dan Jalan Pahlawan Gresik.
Cukup strategis untuk sebuah gedung milik pemerintah, dan mungkin
kebanggan kota sebagai bagian yang bersejarah.
Melihat di pintu masuk utama, dan tepat diatasnya terdapat sebuah
prasasti yang meletakkan batu pertama pembangunan gedung itu, ia adalah
R, Soekarso, Bupati Kabupaten Surabaya pada 17 Agustus 1960.
KONDISI SAAT INI
Seperti diketahui, bahwasanya saat ini pemerintah daerah berencana untuk melakukan renovasi GNI menjadi Hall serba guna yang nantinya bisa digunakan sebagai ruang pertemuan yang representatif, dengan dasar bahwa Gedung GNI dibuat tahun 1960, sehingga tidak masuk cagar budaya
Disaat yang bersamaan mayarakat pecinta budaya Gresik menolak rencana tersebut dengan alasan 
 Perda Nomor 27 Tahun 2011 GNI merupakan cagar budaya, bahkan ada yang membuat petisi dengan Judul “Save GNI”
Sebagai warga Gresik saat ini bisa memberikan saran dan pendapatnya melalui kotak saran yang ada didepan GNI, penulis yang sempat menggunakan GNI berpendapat bahwa, adanya komersialisasi saat ini pada GNI justru yang membuat tingkat ketertarikan masyarakat untuk melihat dan menggunakannya berkurang. entah sarana dan prasarana yang seadanya dan terkesan dibiarkan alias tidak seimbang antara biaya dan fasilitas yang ada. seperti misalnya hal yang paling urgent yaitu WC atau kamar mandi yang seolah olah tak terawat, bahkan musolanyapun jarang dipakai, sehingga banyak abang becak yang memanfaatkannya.
Pertanyaanya adalah ada maksud dan tujuan apa dibalik renovasi gedung GNI, atau pembangunan yang lainnya di Gresik. seakan di tahun 2014 ini mega proyek semakin gencar, sebagai masyarakat hanya bisa mengamati dan melihat dampak yang ada, baik pelabuhan, stadion, perumahaan , bendungan dan sebagainya
Yang bisa menjawab adalah penguasa dan pengambil kebijakan di kabupaten Gresik, sevokal apapun senyaring apapun nada protes, tanpa wakil tanpa penyambung ke telinga dan hati penguasa kabupaten seakan hanya lewat telinga kiri dan keluar telinga kanan 
Sebuah harapan semoga bisa menjadi pelajaran kita semua bahwa Tujuan dan niat yang baik tentunya akan bisa mengalahkan segalanya, Gedung Nasional Indonesia yang memiliki Sejarahnya yang akan menjawab ( allth )