Kamis (02/05/2019) siswa SMP asal Dusun Pulorejo-Balongpanggang yang diketahui
bernama Bima putra dari bapak Nasir ini tewas akibat terpleset saat bermain air di
daerah Dusun Tamping. Sehingga, anak tersebut terseret oleh arus air banjir yang
begitu deras.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Gresik bagian selatan sejak hari Selasa pukul
18.00 hingga pagi mengakibatkan Kali Lamong meluap. 
Besarnya debit air yang
mengakibatkan Kali Lamong tidak dapat menampung air hujan lagi. Sehingga, air yang
ada di Kali Lamong meluap hingga ke pemukiman warga sekitar.
”Iya hujan dari Hari Selasa setelah maghrib sampai pagi masih tetap hujan. Meskipun,
hujannya kadang deras kemudian berhenti lagi dan hujan lagi. Begitu terus sampai
keesokan harinya,” ujar Windi warga setempat.
Banjir ini merupakan susulan dari banjir awal pada hari Rabu (01/05/2019) yang sangat
tinggi. Kiriman air banjir datang sekitar pukul 03.30 dini hari, yang kemudian menjadi
semakin tinggi di siang hari. Pada Rabu malam kemudian terjadi hujan lebat kembali
sehingga menjadikan adanya air kiriman susulan dari Kali Lamong. 
Setiap tahunnya sering terjadi banjir di kecamatan Balongpanggang ini. Akan tetapi,
tahun ini merupakan banjir yang sangat tinggi sepanjang sejarah hingga saat ini.
Bahkan banjir saat ini sampai memasuki rumah warga sekitar yang menjadikan aktivitas
dari warga sendiri harus berhenti total.
Di setiap tahunnya banjir tidak selalu ada korban jiwa, hanya saja para warga harus
berhenti sejenak dari kegiatannya sehari-hari. Akan tetapi, tahun ini bencana banjir
yang ada di Kecamatan Balongpanggang tepatnya di dusun Tamping ini telah merengut
nyawa Bima putra dari bapak Nasir yang kabarnya anak ini masih duduk dikelas 3
Sekolah Menengah Pertama (SMP). 
Kejadian ini berawal dari Bima siswa SMP yang masih duduk di kelas 3 ini yang sedang
asik berenang dengan teman-temannya disekitar banjir di dusun Tamping. Kemudian, ia
lenggah dan terpleset hingga terseret oleh arus air banjir yang begitu deras. Bima
sempat berenang menepi melawan arus, tapi sayangnya usaha yang dilakukan tidak
berhasil dikarenakan arus air banjir yang begitu deras. Sehingga, mengakibatkan ia
terbawa arus air dan tenggelam. 
Kemudian, saat warga yang melihat kejadian tersebut
bergegas untuk menolong korban yang terbawa arus air banjir. Namun, naas nyawa

korban tidak dapat terselamatkan oleh warga. Korban kemudian dimakamkan usai
diselamatkan warga.
Banjir yang disebabkan meluapnya Kali Lamong di Gresik bagian Selatan ini memang
sudah menjadi langgangan setiap tahunnya. Sehingga para warga selalu waspada
karena banjir ini dapat datang sewaktu-waktu. Maka dari itu, dengan kejadian ini
dihimbau agar para warga lebih berhati-hati lagi saat terjadi bencana banjir. 

Terutama
dalam menjaga anak cucu mereka. Karena dengan adannya banjir mereka akan salah
mengunakan kesempatan untuk bisa berenang dengan teman-temannya. Semoga
dengan kejadian tersebut pemerintah juga dapat segera membuat kebijakan yang lebih
baik lagi dalam menangani bencana banjir yang terjadi setiap tahunnya.
Penulis  Eviva Nur Khobiburrohma