INIGRESIK.COM – Pencarian besar-besaran melibatkan petugas gabungan dan warga setempat terus dilakukan di Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). Seorang pemancing bernama Subandi (38) dilaporkan hilang tenggelam di area tambak sedalam 7 meter sekitar pukul 11.00 WIB.
Insiden tragis ini bermula dari tindakan spontan korban yang berusaha menyelamatkan alat pancingnya yang terseret tarik ikan hingga ke tengah air. Kejadian yang berlangsung cepat tersebut langsung menggegerkan warga Dusun Krajan dan sekitarnya.
Aktivitas memancing yang awalnya berlangsung tenang berubah menjadi kepanikan luar biasa dalam hitungan detik. Korban yang merupakan warga Dusun Krajan datang ke tambak milik Komari (60) bersama seorang rekannya untuk menghabiskan waktu siang.
Sengatan umpan pancing oleh ikan berukuran cukup besar membuat joran milik korban terlepas dari genggaman. Tanpa berpikir panjang mengenai risiko kedalaman air, korban langsung menceburkan diri demi mengejar alat pancing yang terus bergerak ke tengah.
Kondisi lokasi yang semula sepi menjadi saksi bisu perjuangan korban melawan arus dan kedalaman air tambak. Sayangnya, tindakan cepat tersebut tidak diimbangi dengan perhitungan keselamatan yang matang di area perairan buatan tersebut.
Rekan korban sebenarnya sempat berada di lokasi yang sama beberapa saat sebelum tragedi memilukan itu terjadi. Namun, ia memutuskan untuk meninggalkan tepian tambak sejenak guna menunaikan ibadah salat zuhur di tempat terdekat.
Langkah rekan korban terhenti seketika saat samar-samar mendengar suara teriakan minta tolong dari arah tambak. Ia langsung berlari kembali ke lokasi asal untuk melihat apa yang sedang terjadi pada rekannya tersebut.
Melihat Subandi bersusah payah tetap terapung di tengah air, rekan korban secara refleks ikut melompat ke dalam tambak. Keberanian tersebut ditunjukkan demi menyelamatkan nyawa temannya yang mulai kehabisan tenaga di tengah area perairan.
Niat baik tersebut harus terbentur kenyataan fisik perairan yang sangat membahayakan keselamatan jiwa. Upaya pertolongan mandiri itu tidak berjalan lancar akibat jarak yang cukup jauh serta kondisi medan air yang tidak bersahabat.
Kondisi air tambak yang sangat dalam menjadi penghalang utama proses penyelamatan mandiri secara cepat. Kedalaman perairan yang diperkirakan mencapai 7 meter membuat rekan korban kewalahan dan hampir ikut membahayakan dirinya sendiri.
Sadar akan keterbatasan kemampuan dan risiko tinggi, rekan korban terpaksa menarik diri kembali ke tepian. Ia kemudian berteriak meminta bantuan warga sekitar yang langsung berhamburan menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan pertama.
Kepolisian Sektor Menganti bergerak cepat setelah menerima laporan darurat terkait adanya warga yang tenggelam. Personel kepolisian langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan area dan mengumpulkan informasi awal dari para saksi mata.
Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman mengonfirmasi secara langsung peristiwa memilukan yang menimpa warga Dusun Krajan tersebut. Pihaknya langsung mengoordinasikan langkah darurat bersama berbagai instansi terkait di wilayah Kabupaten Gresik demi mempercepat proses evakuasi.
Sinergi antarlembaga langsung dibentuk di lokasi kejadian untuk mengoptimalkan proses pencarian korban tenggelam. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik diturunkan bersama personel Koramil Menganti serta puluhan warga lokal yang sukarela membantu.
Peralatan keselamatan dan perahu karet khusus disiagakan untuk menyisir setiap sudut perairan tambak yang cukup luas. Petugas memfokuskan pencarian di titik awal korban terlihat melompat hingga area yang berpotensi menjadi tempat pergeseran tubuh korban.
Hingga pukul 15.00 WIB, upaya penyisiran secara intensif di permukaan dan area sekitar belum membuahkan hasil manis. Keberadaan korban belum berhasil ditemukan oleh tim gabungan akibat keterbatasan jarak pandang di bawah permukaan air tambak.
Tim BPBD Gresik terus memaksimalkan penggunaan perahu karet untuk membuat gelombang buatan di permukaan perairan. Teknik ini diharapkan mampu menaikkan benda atau tubuh yang berada di dasar tambak dengan kedalaman ekstrem tersebut.
Proses pencarian di perairan sedalam 7 meter memerlukan kewaspadaan tinggi dari seluruh personel keselamatan yang bertugas. Dasar tambak yang sering kali berlumpur tebal menambah tingkat kesulitan bagi tim SAR dalam mengidentifikasi posisi pasti korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat umum, terutama para pencinta hobi memancing di area perairan terbuka. Keselamatan jiwa harus selalu ditempatkan sebagai prioritas utama di atas benda material seharga apa pun.
Refleks spontan untuk menyelamatkan peralatan pancing sering kali mengabaikan bahaya tersembunyi di balik ketenangan permukaan air. Edukasi mengenai bahaya kedalaman tambak perlu terus disosialisasikan agar kejadian serupa tidak berulang di wilayah lain.
Masyarakat mengapresiasi respons cepat yang ditunjukkan oleh tim gabungan BPBD, Kepolisian, TNI, dan warga Menganti. Kebersamaan dalam situasi darurat menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi di tengah musibah yang menimpa warga Gresik ini.
Keluarga korban dan warga sekitar masih berkumpul di sekitar lokasi tambak dengan kecemasan yang mendalam. Mereka berharap proses pencarian yang dilakukan oleh petugas dapat segera membuahkan hasil positif dalam waktu dekat.
Upaya pencarian direncanakan terus berlanjut dengan menyesuaikan kondisi cuaca serta pencahayaan di lokasi kejadian. Petugas siap menyiagakan personil dan peralatan tambahan jika proses evakuasi memerlukan penanganan khusus hingga malam hari.
Tragedi di Desa Putat Lor ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta komunitas pemancing lokal di Gresik. Harapan besar kini bertumpu pada kerja keras tim gabungan yang pantang menyerah menyisir setiap meter perairan tambak tersebut.

