INIGRESIK – Universitas Sunan Gresik (USG) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui program pengabdian kepada masyarakat di Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Kamis (7/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen USG mengenalkan inovasi biofertilizer berbahan dasar daun sirsak sebagai solusi pupuk ramah lingkungan sekaligus upaya menekan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.
Program ini dipimpin dosen Program Studi Agroteknologi USG, Zenny Faridatus Sa’diyah, S.P., M.P., bersama Sausanil Afaf, S.P., M.Si., dan Abdullah, M.Pd. Kegiatan juga melibatkan tiga mahasiswa sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat.
Kegiatan tersebut hadir sebagai respons atas berbagai persoalan yang kini dihadapi sektor pertanian, mulai dari degradasi kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus hingga tingginya harga pupuk di tingkat petani. Melalui inovasi biofertilizer daun sirsak, tim pengabdian berharap masyarakat dapat memanfaatkan potensi bahan lokal yang selama ini belum dimaksimalkan.
Dalam sesi edukasi, para petani diberikan pemahaman mengenai dampak penggunaan pupuk kimia jangka panjang terhadap kesuburan tanah dan lingkungan. Selain itu, tim juga menjelaskan kandungan nutrisi daun sirsak yang dinilai memiliki potensi sebagai bahan pupuk organik alternatif.
“Penggunaan biofertilizer bukan sekadar tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan untuk menjaga keberlanjutan pertanian. Kami ingin petani mampu memproduksi pupuk sendiri secara mandiri sehingga biaya produksi dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas hasil panen,” ujar perwakilan tim pengabdian.
Menurut tim PkM, pemanfaatan daun sirsak dipilih karena bahan tersebut mudah ditemukan di lingkungan pedesaan namun sering dianggap tidak memiliki nilai ekonomis. Padahal, daun sirsak mengandung unsur hara yang dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus memperbaiki kualitas ekosistem pertanian secara alami.
Tak hanya menyampaikan teori, kegiatan juga dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan biofertilizer. Para petani diajak mengikuti seluruh tahapan produksi mulai dari pencacahan daun, pencampuran dekomposer, hingga proses fermentasi pupuk organik cair. Tim pengabdian juga memberikan pendampingan teknis mengenai cara aplikasi biofertilizer di lahan pertanian agar hasilnya lebih optimal.
Antusiasme warga terlihat tinggi selama pelatihan berlangsung. Banyak petani mengaku baru mengetahui bahwa daun sirsak yang tumbuh di sekitar rumah ternyata dapat diolah menjadi pupuk bernilai manfaat tinggi untuk pertanian.
Baca Juga : Lawan Bau dan Asap! Warga Desa Lasem Sidayu Sulap Sampah Dapur dan Daun Kering Jadi “Emas Hitam”
Pemerintah Desa Lasem turut menyambut positif kegiatan tersebut. Program kolaborasi antara akademisi dan masyarakat ini dinilai mampu membuka wawasan baru bagi petani dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih mandiri dan ramah lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Sunan Gresik berharap Desa Lasem dapat menjadi contoh pengembangan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Gresik. Inovasi sederhana berbasis bahan lokal tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem pertanian yang lebih sehat, ekonomis, dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

