INIGRESIK.COM – Warga Gang Wijaya Kusuma, Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, dihebohkan oleh dugaan aksi ekshibisionisme pada Selasa pagi, 12 Oktober 2026. Seorang pria tidak dikenal nekat memamerkan alat kelaminnya di ruang publik saat situasi jalanan sedang sepi.
Peristiwa ini mendadak menjadi sorotan publik setelah video rekaman aksi bejat tersebut diunggah oleh akun Instagram @vaniadp_0102. Warganet pun mengecam keras tindakan pelaku yang dinilai sangat meresahkan dan mengancam kenyamanan warga sekitar, khususnya para wanita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pengunggah video, pelaku sempat menunjukkan gelagat mencurigakan sebelum melancarkan aksinya. Pria tersebut diketahui sempat mondar-mandir beberapa kali di sepanjang lokasi kejadian untuk memantau situasi dan memastikan wilayah tersebut benar-benar aman.
Setelah merasa situasi mendukung dan tidak ada warga yang memperhatikan, pelaku langsung menjalankan tindakan asusila tersebut. Pelaku beraksi sangat cepat di atas sepeda motornya sebelum akhirnya kabur meninggalkan kawasan pemukiman warga Sukarame tersebut.
Ciri-ciri pelaku kini telah dikantongi dan menjadi perhatian netizen. Saat menjalankan aksinya, pria tersebut terlihat mengenakan jaket kombinasi warna hitam atau biru dengan garis strip putih pada bagian lengannya, serta mengenakan helm rapat.
Pelaku juga mengendarai sepeda motor matik besar jenis Yamaha NMax berwarna silver atau putih. Kendaraan tersebut diduga kuat menjadi sarana utama bagi pelaku untuk mempermudah melarikan diri dengan cepat usai melakukan aksi eksibisionis.
Meski korban langsung dalam peristiwa ini bukanlah pemilik akun pengunggah, ia merasa tergerak untuk menyebarkan rekaman tersebut ke media sosial. Langkah ini diambil agar masyarakat luas, khususnya warga Bandar Lampung, bisa lebih waspada terhadap potensi kejahatan serupa.
Pengunggah video secara terbuka meminta bantuan seluruh warganet untuk membantu membagikan ulang rekaman footage tersebut. Harapannya, identitas pelaku dapat segera teridentifikasi oleh pihak kepolisian dan menangkapnya dalam waktu singkat guna memberikan efek jera.
Aksi pamer kelamin di tempat umum ini tidak hanya sekadar melanggar norma kesopanan, tetapi juga sudah masuk dalam ranah tindak pidana. Keberadaan pelaku yang masih berkeliaran tentu menimbulkan rasa takut dan kecemasan mendalam bagi warga yang beraktivitas.
Para orang tua di wilayah Sukarame kini merasa khawatir jika anak-anak atau kaum perempuan menjadi sasaran trauma dari aksi tak terpuji ini. Lingkungan pemukiman yang biasanya aman kini berubah menjadi lokasi yang menuntut kewaspadaan tinggi setiap harinya.
Maraknya kasus gangguan ketertiban umum yang diunggah ke media sosial membuktikan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting. Rekaman digital dari warga sering kali menjadi petunjuk awal bagi aparat kepolisian untuk membongkar identitas serta keberadaan para pelaku kejahatan.
Pihak RT dan masyarakat setempat diimbau untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan serta memantau pergerakan orang asing. Pengawasan ekstra di lorong-lorong pemukiman menjadi langkah krusial untuk mencegah ruang gerak bagi para pelaku kejahatan asusila di jalanan.
Bagi masyarakat yang melihat atau mengenali ciri-ciri pria dengan sepeda motor Yamaha NMax tersebut, diharapkan tidak ragu untuk segera mengambil tindakan pencegahan. Keselamatan diri dan warga sekitar harus selalu menjadi prioritas utama saat menghadapi situasi mendesak.
Jika menemukan gelagat mencurigakan dari pengendara motor yang berhenti lama di tempat sepi, warga disarankan untuk segera melapor kepada pihak berwajib atau pengurus lingkungan setempat. Penanganan cepat sangat dibutuhkan agar peristiwa memalukan seperti ini tidak terulang kembali.
Kasus dugaan ekshibisionisme di Gang Wijaya Kusuma ini menjadi peringatan keras bagi seluruh warga Bandar Lampung akan pentingnya menjaga keamanan bersama. Kerja sama antara masyarakat yang kritis di media sosial dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum diharapkan mampu menyelesaikan kasus ini secara tuntas.
Ke depan, pengetatan pengawasan melalui CCTV warga serta patroli rutin dari pihak kepolisian di area rawan sangat diharapkan. Langkah nyata ini penting demi mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas harian tanpa bayang-bayang ketakutan.

