Categories
Artikel

Inspirasi Perjuangan Owner Rumah Sehat Rafleksi Gresik

Inspirasi Perjuangan Owner Rumah Sehat Rafleksi Gresik.

Ekslusif wawancara bersama owner Rumah sehat refleksi Gresik

Mustik Efendi sudah merintis usaha rumah sehat sejak 16 tahun yang lalu, sekarang bersama istrinya beliau sudah memiliki beberapa cabang antara lain usaha pusat madu yang sekrang dirintisnya, berikut ulasan lengkapnya 

Categories
Artikel

Pak Jamal Sudah Sepuh Tetap Semangat Jualan

Yang melintas jalan Dr Soetomo Gang 1 (dekat rel) arah Jalan Proklamasi ke Jalan Dr Soetomo.
Boleh mampir iki rek. Beliau namanya pak Jamal (83) Asal dusun Menganti.

Setiap hari biasanya naik angkot.

Sudah setengah tahun beliaunya jualan gerabah dengan cara diemperan jalan. Sesekali kami melihat beliaunya tertidur didekat lapaknya.

 #IniGresik
#Gresik
#LatePost
#Photooftheday
#ExploreGresik
#GresikHits
#KabarGresik

Categories
Artikel

Cerita Keluarga Sederhana Achmad Soleh dan Jumaiah Berangkat Haji Tahun Ini

Kisah Pasutri Achmad Soleh, 58, dan Jumaiah, 54, asal Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng bisa jadi menjadi inspirsi banyak orang yang memimpikan pergi Haji. Walaupun rumah terlihat sederhana dan bekerja sebagai penjahit.Suami Istri ini berhasil naik haji tahun ini.
Tempat itu merangkap ruang tamu. Total luas rumah pasangan tersebut 4 x 10 meter. Tidak ada perabot yang mencolok. Selain empat mesin jahit, ada empat kursi kayu. Kondisinya sudah lapuk. Tua termakan usia. Busa kursi tidak utuh lagi.

’’Sehari-hari kami menjahit dan terima tamu di sini,’’ ucap Soleh. Di sampingnya terlihat Jumaiah. Wajahnya berbinar. Senyum bahagia mengembang. 

Soleh dan istrinya mendaftar haji pada Oktober 2010. Mereka menggunakan dana talangan dari sebuah bank syariah untuk uang muka. Nominalnya Rp 30 juta. Untuk membayar uang talangan, mereka nyicil. Per bulan Rp 1,5 juta. Awalnya memang terlihat mudah.

Namun, ada saja ujiannya. Datang tanpa diduga. Sebulan setelah mendaftar haji, Soleh jatuh sakit. 

Dia harus menjalani operasi batu ginjal. Sebelas hari opname di RS Semen Gresik. Dia membayar sekitar Rp 21 juta. Akibatnya, mereka tidak mampu mengangsur talangan bank hingga enam bulan.

’’Saya sadar itu cobaan. Tapi, kami terus kuatkan diri. Yakin bisa,’’ tutur Soleh yang kini sudah punya dua cucu tersebut.

Dengan tekad yang kuat, mereka bangkit. Sabar dan tawakal. Setelah sembuh, rezeki ternyata berdatangan. Soleh mendapat orderan jahit pakaian seragam linmas di Benjeng. Sebagai istri, Jumaiah tidak tinggal diam. Dia juga belajar kepada sang suami. Mereka seiring sejalan menopang ekonomi keluarga. 
Kondisinya berbalik cepat. Hanya dalam sebelas bulan, Soleh dan Jumaiah mampu melunasi seluruh tanggungan. Termasuk biaya talangan dari bank untuk daftar haji. Bahkan, keduanya mampu melunasi biaya pelaksanaan ibadah haji (BPIH). Totalnya lebih dari Rp 62 juta. Semua dari hasil menjahit.

Satu lagi yang patut menjadi inspirasi. Soleh dan Jumaiah masih sempat melanjutkan studi. 

Padahal, usia mereka sudah paro baya. Pada 2014 pasutri tersebut sama-sama mengikuti kelompok belajar. Di tengah mencari nafkah, mendidik anak, dan momong cucu, keduanya berhasil mendapatkan ijazah kejar paket C. Setara SMA. 
’’Rezeki tidak harus banyak. Yang penting berkah,’’ ungkapnya. Rezeki harta, ilmu, kesehatan, keselamatan, dan semua karunia berasal dari Tuhan Yang Mahakuasa. ’’Alhamdulillah Gusti Allah meridai doa kami,’’ tutur Soleh. Mereka tergabung dalam kloter 69. Terbang pada 9 Agustus 2018.
Sumber Jawa Pos
Categories
Artikel

Unik Penjual Asal Sidayu Jajakan Bonggolan dengan Rombong Kejujuran

Ada yang unik di depan Pasar Sidayu, Kecamatan Sidayu, Gresik, Jawa Timur, tampak penuh makanan yang dijual dengan harga Rp 5.000 dalam sebuah rombong tidak ada seorang pun yang menjaga gerobak atau rombong tersebut. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pembeli bisa mengambil sendiri makanan yang diperlukannya dan membayarnya pada kotak yang tersedia.

Tempat jualan itu diberi nama rombong kejujuran. Yang dijual berupa aneka jajanan krupuk mulai dari bonggolan (bahan kerupuk), kerupuk jadi, maupun kerupuk jadi yang sudah dikemas dalam kemasan higienis. 

“Sudah ada sejak tiga minggu yang lalu. Tidak pernah ditunggu oleh pemiliknya, hanya sesekali saja dilihat untuk mengisi stok barang dagangannya serta ambil uangnya,” kata Ade Heri (30), penjual cincau di samping rombong kejujuran, Rabu (21/12/2016) seperti dikutip dari tulisan Kompas  
Menurut Ade, pemilik rombong kejujuran tersebut biasanya datang melihat pada siang hari. Itu pun tidak tentu karena tidak dilakukan pada jam-jam tertentu. Kadang yang melihat adalah wanita, kadang pula pria.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Tapi yang pasti, saat pagi hari saat saya juga sedang menata dagangan saya, rombong kejujuran itu juga ditata oleh pemiliknya. 

Pada sore hari, kembali ditepikan oleh pemiliknya agar tidak sampai mengganggu aktivitas jalan,” kata dia.

Rombong kejujuran itu milik Muhammad Khoirudin dan Wiwik Rahayu, warga Desa Mriyunan Tengah RT1/RW2, Kecamatan Sidayu, Gresik.

Gerobak ini biasa mangkal di sekitar alun-alun Sidayu, atau tepatnya berada di depan pintu masuk-keluar Pasar Sidayu. 

“Saya amati lumayan ramai juga pembelinya. Setiap pembeli biasanya memasukkan uangnya ke kotak yang sudah disediakan,” ujar Suwarno (58), pemilik toko di depan rombong kejujuran.

Baca juga: Mahasiswa Ini Rintis Usaha Kopi Demi Bantu Teman Biayai Skripsi

Salah satu pembeli, Umi Faridah (48), mengaku senang dengan adanya rombong kejujuran yang menjual kerupuk serta bonggolan. 

Menurut dia, hal itu bisa menguji kejujuran para pembeli. Selain berharga murah, rasanya pun enak.

“Bonggolan di sini rasanya enak saat diolah menjadi kerupuk serta berbeda dengan cita rasa bonggolan yang ada di tempat lain,” kata Umi.

Sama seperti awal kali adanya rombong kejujuran di Sidayu, sekitar tiga minggu yang lalu, rombong kejujuran yang lain juga sempat ada di Jawa Barat. Konsepnya sama, tetapi makanan yang dijual berbeda.

Wiwik Rahayu, pemilik rombong kejujuran, itu mengatakan bahwa semua itu dilakukannya karena ia tidak punya cukup waktu untuk menunggu dagangan. 

 “Awal saya buat rombong kejujuran ini murni karena saya terbentur dengan waktu dalam menjaganya. Sementara saya juga butuh pemasukan tambahan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga,” kata Wiwik, Rabu (21/12/2016).

Wiwik sudah dua tahun menjalani usaha jualan bonggolan sebagai bahan kerupuk dari bahan ikan segar. Ia menjualnya dengan cara menitipkan bonggolan di beberapa warung dan toko di sekitar Kecamatan Sidayu. Namun, banyak toko dan warung yang menolak titip jual itu karena sudah dipasok oleh produsen lain.

Ia sendiri tidak punya cukup waktu untuk berjualan seharian karena harus menunggui empat anaknya dan mengurus rumah tangga. 

Adapun sang suaminya, Muhammad Khoirudin, berprofesi sebagai guru sekolah dasar (SD). Akhirnya Khoirudin mengusulkan untuk membuat rombong kejujuran tersebut.

“Saya sepakat, karena dengan ini kami mendapat tambahan pemasukan dan tugas saya sebagai ibu juga tetap dalam proporsinya,” kata Wiwik.

Dalam tiga minggu berjalan, Wiwik menyatakan, omzet dagangannya masih sesuai dengan barang yang laku dijual. Tidak ada selisih antara barang yang laku dan pemasukan yang didapatkan.

“Semoga saja, kejujuran seperti ini akan dapat terus berlangsung,” kata dia. 

Wiwik mengaku, setiap hari ia menyediakan sedikitnya 40 bonggolan di rombongnya. Selain bonggolan, ia juga menjual krupuk jadi yang dikemas dalam plastik dengan harga masing-masing Rp 5.000.

Hamzah Arfah / Kompas.com

sumber : http:/tabloidnova.com/News/Peristiwa/Ambil-Sendiri-Dan-Bayar-Sendiri-Inilah-Rombong-Kejujuran-Di-Gresik
Categories
Artikel

Wooow ..Aam Pemuda Disabilitas Ini Pelukis Sekaligus Guru Ngaji TPA

Aam Pemuda Disbilitas Pelukis dan Guru Ngaji Juga
Muhammad Amanatullah (23) atau sering dipanggil Aam terlihat ceria dan optimis ketika kami berbincang bincang mengenai beberapa karyanya yang sempat dikirim luar kota bahkan ada yang ke Swiss. Aam yang duduk di atas sepeda kecil beroda tiga tersebut terlihat lebih dinamis menggunakannya 
Dikediamannya Jalan RA Kartini Gang XVI Dusun Tubanan Timur Kelurahan Sidomoro Kecamatan Kebomas. Terlihat beberapa karya lukisannya terpampang menarik perhatian kami umtuk merekamnya “yang sebelah sana barusan mengikuti pameran di GOR Petro” Jelas Aam sambil mengarahkan wajahnya ke lukisannya yang dipajang di salah satu sudut ruangan
Walaupun tergolong disabilitas semangat Aam sangat menginspirasi dengan keterbatasannya putra ke enam dari bapak Ariantoro ini seolah olah bukan penghalang untuk berkarya dan melakukan berbagai aktifitas secara mandiri termasuk Sholat di Masjid   
Termasuk mengambil air wudhu dan berjalan dibantu sepedanya menuju ke masjis, terlihat bapaknya hanya membantu memakaikan kopiah putih sebelum menuju Masjid yang berada sekitar 200 meter selatan rumahnya 
Aam bercerita sejarah ia mencintai dunia melukis berawal sejak 3 hingga 5 SD, ketika itu mengikuti salah satu lomba melukis dan mewarnai di Surabaya dan mendapatkan juara 2 ketika itu sekaligus berawal dari sana. Mengetahui bakatnya Aam saat itu dibimbing oleh seorang guru bernama Pak Inung sehingga mengetahui beberap teknik melukis
“Jangan gampang berputus asa, karena berputus asa akan menghambat kita untuk maju dan sukses” begitu pesan aam kepada generasi muda saat ini, “lihatlah saya seperti ini bisa masa anak normal tidak bisa” imbuhnya disela sela perbincangan kami di rumah beliau bersama Ayahnya

Aam yang memang tidak memiliki tangan yang sempurna selama ini menggunakan kakinya untuk  menghasilkan karya lukis, biasanya untuk mengerjakan stu lukisan bisa memakan waktu sekitar dua minggu, karena mengerjakannya dengan santai, kebiasaan lain adalah mengerjakan di dalam kamar pribadinya

Berikut Liputan Videonya

Categories
Artikel

Subhanallah, Imam Suhandri Tunanetra Hafal Qur’an Naik Haji Tahun ini

Imam Suhandri (56) yang tinggal di desa Beton Menganti Gresik ini tercatat sebagai jamaah calon haji berasal dari Kabupaten Mojokerto dan tergabung dalam kloter 35 embarkasi Surabaya, Jawa Timur. dengan kondisi tidak bisa melihat (tuna netra) Imam Suhandri merupakan penghafal Al Quran

Imam Suhandri mengalami kebutaan sejak usia 5 tahun berawal dari sakit panas cukup tinggi yang dideritanya. Meskipun mempunyai kekurangan imam tak patah arang, dia mempunyai cita – cita sejak kecil ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain.

Imam daftar sebagai tamu Allah tahun 2010 dengan sang istri, kodrat sebagai istri mengurungkan niat untuk daftar haji, karena anak tercinta yang masih butuh perhatian seorang ibu dengan begitu imam berangkat sendiri tanpa pendamping istri tercinta.

Keterbatasan imam tak surut untuk belajar memperdalam ilmu agama, dengan modal hanya mendengar dan mengingat dia hafal quran 30 juz.
Imam sering di undang mengisi acara – acara ceramah, khotmil Quran,

Imam sebagai calon jamaah haji di dampingi oleh bapak Yon, beliau adalah yang membantu proses pendaftaran haji di kabupaten Mojokerto, selama menjalankan ibadah Haji di tanah suci Mekah imam bermunajat agar dia bisa di beri kesehatan selama menjalankan ibadah di tanah suci, menjadi haji mabrur dan bisa kembali lagi ke tanah suci dengan sang istri

sumber : kemenag Jatim 

Categories
Artikel

Inilah Mbah Khoiroh Penjual Bubur Roomo Naik Haji Asal Gresik

Tukang Bubur Naik Haji asal Gresik sepertinya cocok disematkan pada Khoiroh (82) yang akan menjadi tamu Allah pada tahun 2016 ini, ibu yang biasanya berjualan makanan khas Gresik bubur Roomo ini bisa memenuhi panggilan haji berkat rejeki dan jerih payah sebagai penjual bubur 
Khoiroh (82) diketahui terdaftar haji sejak Oktober 2009 dengan nama Khoiroh binti Mustofa dan masuk Kelompok Terbang (Kloter) 39, Khoiroh bakal terbang pada 24 Agustus lusa. Sebelum menunaikan Rukun Islam kelima tersebut, Khoiroh sempat menuturkan usahanya yang mengantarkan rejeki selama ini. 
Setiap hari, Khoiroh berdagang bubur roomo di depan toko emas di Jalan Samanhudi Pasar Gresik. Jualannya pun tidak lama, hanya mulai dari pukul 06.00-11.00 WIB. Dia berangkat dari rumahnya di RT 6/RW 1 Desa Roomo, Manyar dengan naik becak.

“Tidak lama kok, paling 15 menit sudah sampai. Namun setiap di perjalanan, saya selalu menyempatkan berdoa agar keinginan menunaikan ibadah haji terwujud,” terangnya. 

Tidak ada rasa capek kendati profesi itu sudah puluhan tahun dikerjakan. “Buat bubur dulu sekitar pukul 3 pagi dan matang pukul 6 langsung dibawa berdagang menuju pasar Gresik,” ungkap Hj Narlin (52) keponakan Khoiroh yang menjelaskan aktivitas keseharian Khoiroh, Minggu (21/8)

Dari hasil berjualan itu, Khoiroh mengaku menyisihkan keuntungan. Jumlahnya bervariasi, antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu setiap harinya. 

“Setiap hari, uangnya saya tabung. Saya masukkan ke celengan plastik di atas lemari,” terang Khoiroh disampaikan melalui Narlin.
Ditanya awal mulanya ingin pergi haji, Khoiroh mengatakan bahwa dirinya seperti ada yang membuka pikirannya dan keinginannya untuk menunaikan ibadah itu.

“Seperti ada yang membuka pikiran untuk pergi haji dan setelah itu rejeki saya tambah lancar dari usaha berjualan bubur roomo,” tambahnya.

Narlin bahkan tidak menyangka bibinya bisa menunaikan rukun Islam kelima ini dari hasil berjualan lontong atau bubur roomo.

“Bibi saya ini merupakan haji murni karena dia berangkat dengan hasil usahanya sendiri tanpa bantuan siapapun termasuk anaknya,” katanya.
Karena itu, dia bersyukur dan berdoa semoga mabrur ibadahnya. Apalagi ketika menjalani pemeriksaan kesehatan jelang keberangkatan, Khoiroh di usianya ternyata dikarunia fisik kuat.

“Mungkin sering berjualan sejak 30 tahun yang lalu jadi fisiknya selalu sehat, mungkin yang kurang hanya pendengarannya saja. 

Untuk kondisi yang lain sehat,” pungkasnya.

Kuliner bubur atau lontong roomo merupakan makanan khas asli Gresik asal Desa Roomo. Makanan ini dikenal kaya citarasa khas kuliner pesisir. Kendati hanya berbahan baku tepung beras, udang, santan kelapa, bubur roomo kerap dicari penikmatnya. Tak heran, di pasar-pasar tradisional Gresik, banyak penjual bubur roomo kendati harganya tidak menguras kocek, alias murah meriah

sumber : pos metro
Categories
Artikel

Keren.. Remaja 18 Tahun Temukan Drone Tanpa Baling-Baling

Muhammad Rizqy Fauzan
Selain untuk mengambil foto obyek dari atas drone juga mulai populer dikalangan militer dan dunia hiburan ditambah dengan berbagai event nasional maupun internasional yang melibatkan anak muda.

Selama ini Drone selalu menggunakan baling-baling. Namun, sebuah teknologi baru kini ditemukan. 

Muhammad Rizqy Fauzan mengklaim teknologi Drone tanpa baling-baling yang merupakan pertama kali di dunia.

Remaja Indonesia berusia 18 tahun itu berhasil mengembangkan prototipe Drone pertama di dunia yang bisa terbang tanpa baling-baling. Rizqi terinspirasi dari konsep “Dyson Air Multiplier”. 

Konsep ini memungkinkan udara dapat tersedot tanpa perlu bantuan baling-baling.

“Simpelnya, udara diambil dari bawah melalui sebuah tabung. Lalu dialirkan ke empat lubang yang berfungsi menerbangkan drone. Hal ini juga berkaitan dengan hukum fisika Bernoulli,” terangnya dengan penuh semangat di Jakarta, Ahad (14/8/2016), seperti dikutip Okezone. 

drone tanpa baling-baling
Hukum Bernoulli menjelaskan bahwa peningkatan kecepatan pada suatu aliran zat cair atau gas akan mengakibatkan penurunan tekanan pada zat cair atau gas tersebut. Hukum itulah yang coba diterapkan Rizqy di dalam drone buatannya.

Rizqy telah melakukan percobaan Drone tersebut di area software dan kini sedang mengurus hak patennya.

“Saya masih cari material terbaik agar drone ini dapat lancar terbang di langit. Saya juga sedang mengurus patennya,” terangnya.

sumber : okezone
Categories
Artikel

Dua Pelajar Gresik Wakili Indonesia dalam Olimpiade di Singapura

Dua pelajar asal Gresik Tangguh Achmad Fairuzzabady dan Noval Ilham Arfiansyah yang berasal dari Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama Trate Putra Gresik, Jawa Timur, masuk dalam kompetisi internasional mewakili Indonesia 
Kedua siswa kelas VI itu meraih medali perak dan perunggu saat mengikuti Kompetisi Matematika Nalaria Realistik se-Indonesia (KMNR) ke-11 tingkat SD/MI yang digelar oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di Gedung Widya Wisuda Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga Bogor, pekan lalu.

“Untuk acara KMNR kemarin, kami sebenarnya mengirim lima orang siswa. Namun, hanya Tangguh dan Noval yang pulang dengan membawa medali. Tangguh mendapat medali perak, sedangkan Noval meraih perunggu,” kata Kepala Sekolah MI NU Trate Putra Gresik Huda Arifin, Jumat (22/4/2016). 

Dua siswa kelas VI itu harus bersaing dengan 2.000 peserta lain, yang berasal beragam sekolah di Tanah Air, sebelum memastikan sebagai yang terbaik.

“Karena sifatnya nasional, mereka tidak hanya bersaing dengan para peserta dari Jabodetabek, tapi juga dari Surabaya, Malang, Jember, Jombang, Solo, Makassar, Denpasar, Padang, Makassar, Semarang, Solo, Bali, Balikpapan, dan beberapa kota lain di Indonesia,” kata Arifin. 

Berkat keberhasilannya, Tangguh dan Noval bakal mengikuti Olimpiade Matematika tingkat internasional pada Juli 2016 di Singapura. Keduanya akan bergabung dengan para peraih medali lain di KMNR ke-11 lalu untuk mewakili Indonesia.

“Terus terang kami sangat bangga karena perjuangan yang telah kami lakukan selama ini menjadi tidak sia-sia. Terlebih lagi, mereka berdua akan mewakili Jawa Timur dan Indonesia di tingkat internasional,” ucap Siti Choiriyah, guru pembina dan sekaligus pembimbing Tangguh serta Noval di KMNR ke-11. 

sumber : KOMPAS.com 
Categories
Artikel

Anak SMK Sukses Ciptakan Alat Tambal Ban Portabel

Alfan Ciptakan Alat Tambal Ban Portabel

Muhammad Alfan Alvian siswa SMK N 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah bisa menjadi inspirasi bagi siapapun untuk berinovasi, “Kepikiran bikin alat ini karena pernah bocor ban pas di hutan,” ujarnya. berawal dari pengalaman pribadi kemudian melahirkan solusi yang bermanfaat untuk orang lain

Alat penemuan ini dinamakan Tyre Press cara kerjanya dengan memanfaatkan knalpot sepeda yang panas kemudian dibantu alat utama yang berupa rangkaian besi berbentuk P dimana bagian bawahnya terdapat tuas untuk memutar, kemudian ada alat lain yang ukurannya juga tidak besar yaitu besi untuk mencongkel ban dalam, kompon serta kertas
Pengisian angin menggunakan knalpot

Untuk mengisi angin ada satu alat yaitu Kompresor Engine berupa selang dengan penghubung antara ujung knalpot dengan pentil ban. Caranya mudah yaitu selang yang sudah tersedia disambungkan dengan ujung knalpot dan pentil, kemudian motor distater manual dengan posisi mesin off.

sumber : detikcom