Tukang Bubur Naik Haji asal Gresik sepertinya cocok disematkan pada Khoiroh (82) yang akan menjadi tamu Allah pada tahun 2016 ini, ibu yang biasanya berjualan makanan khas Gresik bubur Roomo ini bisa memenuhi panggilan haji berkat rejeki dan jerih payah sebagai penjual bubur 
Khoiroh (82) diketahui terdaftar haji sejak Oktober 2009 dengan nama Khoiroh binti Mustofa dan masuk Kelompok Terbang (Kloter) 39, Khoiroh bakal terbang pada 24 Agustus lusa. Sebelum menunaikan Rukun Islam kelima tersebut, Khoiroh sempat menuturkan usahanya yang mengantarkan rejeki selama ini. 
Setiap hari, Khoiroh berdagang bubur roomo di depan toko emas di Jalan Samanhudi Pasar Gresik. Jualannya pun tidak lama, hanya mulai dari pukul 06.00-11.00 WIB. Dia berangkat dari rumahnya di RT 6/RW 1 Desa Roomo, Manyar dengan naik becak.

“Tidak lama kok, paling 15 menit sudah sampai. Namun setiap di perjalanan, saya selalu menyempatkan berdoa agar keinginan menunaikan ibadah haji terwujud,” terangnya. 

Tidak ada rasa capek kendati profesi itu sudah puluhan tahun dikerjakan. “Buat bubur dulu sekitar pukul 3 pagi dan matang pukul 6 langsung dibawa berdagang menuju pasar Gresik,” ungkap Hj Narlin (52) keponakan Khoiroh yang menjelaskan aktivitas keseharian Khoiroh, Minggu (21/8)

Dari hasil berjualan itu, Khoiroh mengaku menyisihkan keuntungan. Jumlahnya bervariasi, antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu setiap harinya. 

“Setiap hari, uangnya saya tabung. Saya masukkan ke celengan plastik di atas lemari,” terang Khoiroh disampaikan melalui Narlin.
Ditanya awal mulanya ingin pergi haji, Khoiroh mengatakan bahwa dirinya seperti ada yang membuka pikirannya dan keinginannya untuk menunaikan ibadah itu.

“Seperti ada yang membuka pikiran untuk pergi haji dan setelah itu rejeki saya tambah lancar dari usaha berjualan bubur roomo,” tambahnya.

Narlin bahkan tidak menyangka bibinya bisa menunaikan rukun Islam kelima ini dari hasil berjualan lontong atau bubur roomo.

“Bibi saya ini merupakan haji murni karena dia berangkat dengan hasil usahanya sendiri tanpa bantuan siapapun termasuk anaknya,” katanya.
Karena itu, dia bersyukur dan berdoa semoga mabrur ibadahnya. Apalagi ketika menjalani pemeriksaan kesehatan jelang keberangkatan, Khoiroh di usianya ternyata dikarunia fisik kuat.

“Mungkin sering berjualan sejak 30 tahun yang lalu jadi fisiknya selalu sehat, mungkin yang kurang hanya pendengarannya saja. 

Untuk kondisi yang lain sehat,” pungkasnya.

Kuliner bubur atau lontong roomo merupakan makanan khas asli Gresik asal Desa Roomo. Makanan ini dikenal kaya citarasa khas kuliner pesisir. Kendati hanya berbahan baku tepung beras, udang, santan kelapa, bubur roomo kerap dicari penikmatnya. Tak heran, di pasar-pasar tradisional Gresik, banyak penjual bubur roomo kendati harganya tidak menguras kocek, alias murah meriah

sumber : pos metro