Categories
Artikel Berita

Rumah Zakat Tebar 20 Syiar Qur’an di Desa Suci Manyar Gresik

Program Syiar Qur’an  Rumah Zakat kembali hadir melalui Nikmatul Jannah, Relawan Inspirasi desber Suci, Gresik. Syiar Qurana yang diberikan sejumlah 20 paket kepada 3 TPQ yakni Rumah Qur’an Harmony, TPQ Dziinur dan TPQ Attaqwa Desa Suci,Kec.a Manyar,Kab. Gresik ustadzah pada hari Kamis(7/5).
Karena Kabupaten Gresik masuk zona merah, maka Syiar Qur’an dilakukan dengan pembagian secara langsung dan singkat. dengan TPQ terkait. Namun saat penyaluran Relawan rumah Zakat menyampaikan kepada para asstizah bahwa ini adalah amanah dari donatur rumah zakat dan memohon do’a ini menjadi ladang pahala bagi yang berwaqaf.
Aufa salah satu santri hafizd Al qur’an merasa senang karena Alqur’annya tulisannya besar jadi tidak susah membacanya. Alhamdulillah senang karena diberi hadiah penyemangat menghafal Al quran dari rumah zakat.
Terimakasih Rumah Zakat Alqur’annya insyaAllah dipake menghafal semoga selalu berkah kepada yg memberi.”Ucap ananda Aufa
#SyiarQur’an
#KebahagianRamadhandimulaidarikita
#RumahZakat
#Desabedayasucigresik
Categories
Artikel

Tokopedia Gandeng Rumah Zakat Sebar Bingkisan Lebaran Keluarga

Senyum mengembang dari bibir keluarga yang didatangi Relawan Inspirasi di Desa Suci kecamatan Manyar Kabupaten Gresik pada Kamis (7/5).
Mereka tidak pernah menduga mendapat bingkisan spesial dari Rumah zakat. 
” Sekarang pekerjaan susah, ini sudah diliburkan semingguan, ya akhirnya bantu2 istri, londri. Dapat sembako banyak terimakasih sekali” ujar Kholil sembari tersenyum bahagia.
Bukan hanya satu Kholil yang meresahkan keresahan akibat pandemik Covid 19, masih banyak kholil-kholil.lainnya yang juga perlu dibantu. Mari kita bantu agar lebih banyak Kholil lainnya yang tersenyum bahagia.
Bantuan sembako dari Tokopedia dan Rumah zakat disistrubusikan dari rumah kerumah agar sosial distancing terjaga pada 10 warga terdampak.
Semoga pandemik segera berkurang dan warga bisa kembali beraktifitas seperti semula. 
#sharinghappines
#rumahzakat
#desaberdaya
Categories
Artikel

Sehari Ada Tambahan 6 Positif COVID-19

Setelah sempat melandai dalam tiga hari, hari ini, Rabu (6/5/2020)jumlah pasien positif di Kabupaten Gresik bertambah 6 orang. Dengan demikian, warga Kabupaten Gresik yang terkonfirmasi virus corona mencapai 36 orang. Penambahan pasien Rabu ini merupakan yang terbesar sejak kasus pertama Covid 19 di Gresik.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid 19 Gresik, drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, berdasarkan tracing gugus tugas, tambahan enam orang tersebut pernah kontak erat dengan pasien positif sebelumnya. Mereka berasal dari Desa Betoyoguci dan Desa Suci Kecamatan Manyar, Desa Karangcangkring Kecamatan Dukun, Desa Kroman Kecamatan Gresik dan dua orang yang masih berstatus suami istri beraal dari Desa Radegansari Kecamatan Driyorejo.

Penularan pasien baru covid-19 berdasarkan klaster masing-masing dua berasal dari klaster Surabaya, tiga dari klaster pelayaran dan satu lain merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Kendati dinyatakan positif terjangkit virus Corona, keenam warga dalam keadaan sehat tanpa keluhan dan menjalani isolasi di rumah sakit Surabaya dan Gresik. “Dari enam yang positif ini, lima orang di antaranya dirawat di RS Surabaya dan satu orang dirawat di salahsatu RS rujukan di Kota Gresik,” kata drg Gozali yang juga Kadinkes Gresik ini.
Dikatakan, pihaknya mengimbau kepada warga yang masih suka cangkruk di warkop agar bisa taat pada aturan PSBB. Sebab, dikhawatirkan ada Orang Tanpa Gejala (OTG) yang akhirnya menulari. Sementara itu, berdasarkan data pantauan sebaran Covid 19 di Kabupaten Gresik hingga (06/05), tercatat ada 36 pasien positif dengan korban meninggal 5 orang. Sedangkan untuk Orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 1.132 orang dan 156 pasien dalam pengawasan (PDP) dengan jumlah korban meninggal 5 orang.

Sumber : Klikjatim

Categories
Artikel

Kemenkes Setujui PSBB Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto menyetujui pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diusulkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ketiga daerah yang disetujui diterapkan PSBB adalah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik.
“Setelah dilakukan kajian oleh tim teknis, kami menyetujui usulan PSBB di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik. Jadi PSBB bisa diterapkan di sana,” kata Terawan, dalam situs resmi Kemenkes, Selasa (21/4/2020). Keputusan PSBB itu telah disetujui Terawan pada 21 April melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/Menkes/264/2020. Persetujuan ini didasari peningkatan dan persebaran kasus COVID-19 di daerah tersebut secara signifikan.

Berdasarkan hal itu, PSBB dinilai sudah harus ditetapkan dalam rangka percepatan penanganan COVID-19. 

Penetapan PSBB itu didasari kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainnya oleh tim teknis.

Selain itu, pemerintah daerah setempat wajib melaksanakan PSBB dan menyosialisasi secara konsisten pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. PSBB tersebut dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terbukti terdapat bukti penyebaran.

Sumber Detik 
Categories
Artikel

Bantu Gresik dan Bantu Sesama Bantu Warung dan Ojol

Gerakan Bantu Gresik

• Kantor Tutup
• Sekolah diliburkan
• Warung Sepi
• Customer Ojol Jarang

“Mereka Bukan Penderita Covid-19, tapi mereka merasakan dampaknya,”

IniGresik , Genpro Gresik dan Madu Al Farabee membuat gerakan #BantuGresik #BantuSesama untuk membantu Pengemudi Ojol dan Pemilik Warung di Gresik.


Salurkan bantuan bisa melalui rekening
BCA 7900499196 an Danil Setiawan
Konfirmasi Pengiriman ke 085335955439 an Wildan

Ayo bantu pedagang warteg dan drivel ojol, agar tetap dapat menafkahi keluarganya.


#IniGresik
#Gresik
#Dermawan
Categories
Artikel

Jualan Miras Cafe Karaoke di Gerebek Polisi

Pemberlakuan pshysical distancing di wilayah Kabupaten Gresik masih belum diperhatikan saat ada penyebaran virus Covid-19. Pasalnya, masih ada wanita penjaga cafe yang berjualan sambil menawarkan minuman keras, atau miras. 
Keberadaan cafe yang dilengkapi fasilitas karaoke di Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik tersebut sangat meresahkan warga. Alunan musik yang keras menyebabkab warga terusik dengan adanya cafe itu. Apalagi, Kecamatan Manyar termasuk daerah zona merah penyebaran virus Covid-19.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Virus Covid-19 Kabupaten Gresik. 

Pasien yang positif dari Kecamatan Manyar ada 2 orang. Sementara pasien orang dalam pengawasan (ODP) ada 113 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) ada 14 orang.

Terkait dengan ini, ada tiga wanita yang berprofesi sebagai penjaga cafe didata oleh petugas Satpol PP Gresik. Tidak ingin virus Covid-1. Petugas juga menyisiri cafe tersebut lalu menemukan
sejumlah botol miras berbagai merk ditemukan. Tidak hanya itu, satu jerigen besar berisi arak juga ditemukan.

Minuman beralkohol ini ternyata dijual bebas di cafe milik Endang Sulaseh ini. Dalam razia ini, total ada sekitar 50 warga Desa Peganden ikut dalam razia. Mereka resah, sebab keberadaan cafe ini sering digunakan minum-minuman keras.

Wakapolsek Manyar, Ipda M Yasin mengatakan pihaknya langsung mengambil tindakan tegas dengan mendatangi cafe tersebut. Meski banyak warga yang ikut, tidak terjadi tindakan yang tidak diinginkan.

“Harapan warga agar pemilik di proses karena meresahkan warga,” katanya, Sabtu (4/4/2020). 

Sementara Kepala Dinas Satpol PP, Abu Hasan menuturkan, pemilik cafe yang dirazia beserta anak buahnya anggotanya untuk dilakukan penindakan lebih lanjut. Kemudian warga beserta Kades Peganden membubarkan diri.

“Kami lakukan tindakan tegas. Sebab, cafe yang buka tidak sekali ini saja. Tapi, sudah berkali-kali diingatkan aparat pemerintah desa namun tetap diindahkan. Karena itu, kami melakukan secara persuasif agar tidak kerumunan di saat ada merebaknya virus Covid-19,” tandasnya. 

Sumber : Berita Jatim
Categories
Artikel

190 Tahanan Rutan Banjarsari Dibebaskan

Sebanyak 190 tahanan Rutan Banjarsari Cerme Gresik dibebaskan. Dengan alasan untuk memangkas rantai penyebaran Covid-19.

Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Banjarsari Kelas IIB Cerme, Anis Handoyo menjelaskan, pembebasan ini sebagai bentuk program asimilasi dari Kemenkum HAM untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Total keseluruhan sejak tanggal 1 sampai 7 April 2020 sebanyak 190 an warga binaan yang bebas,” ujar Anis, Jumat (3/4/2020). 

Sejak Kamis (2/4/2020) sampai hari ini ada 42 orang warga binaan yang bebas. Adapun dasar pembebasan; Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.NH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tertanggal 30 Maret 2020.

Narapidana dan anak binaan akan dibebaskan melalui proses asimilasi dan integrasi untuk meminimalisir penyebaran virus corona di lingkungan lapas.

“Asimilasi ini dilakukan dengan mematuhi lima ketentuan,” imbuh Anis.

Misalnya, narapidana dengan dua per tiga masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020. Selanjutnya, anak yang setengah masa pidananya jatuh pada 31 Desember 2020. 

Kemudian, narapidana dan anak yang tidak terkait dengan PP 99 Tahun 2012 atau warga binaan yang berkelakukan baik. Meski sudah ratusan yang dibebaskan, namun kapasitan rutan tersebut tetap overload.

Bagaimana tidak, jumlah warga binaan di Rutan tersebut hingga 31 Maret 2020 mencapai 925 orang. Sementara kapasitas tahanan hanya mampu menampung 250 orang.

Sumber : Sindo
Categories
Artikel

Tambah Satu, Pasien PDP di Gresik Meninggal Dunia

Satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Gresik kembali meninggal, setelah sebelumnya seorang pasien asal Kecamatan Manyar dinyatakan positif COVID-19. 
Kali ini seorang pasien tersebut dikabarkan merupakan salah satu bos perusahaan di wilayah Kecamatan Manyar. “Iya, kemarin ada data masuk satu PDP meninggal di salah satu rumah sakit Petrokimia Gresik,” kata Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan coronavirus disease 2019 (covid-19) Kabupaten Gresik, drg Saifudin Ghozali, Rabu (1/4/2020). 
Kabar kematian satu PDP ini baru diterima sekitar pukul 13.30 Wib. Sebelumnya pasien baru masuk rumah sakit pada Sabtu (28/3/2020). “Dari hasil tracing (riwayat perjalanan, red) pasien habis dari Jakarta,” lanjutnya.

Dikatakan, hasil tes belum keluar karena Virus Transport Media (VTM) dari Provinsi belum dikirim. 

Namun proses pemakaman terhadap pasien dilakukan sesuai standar penanganan covid-19. “Pasien dimakamkan di Surabaya, karena pasien orang Surabaya,” tandasnya. 
Sumber : KlikJatim 
#Gresik
#KabarGresik
#IniGresik
#Covid19
#Latepost
Categories
Artikel

Pasien Positif COVID_19 di Gresik Menjadi 3 Orang

Wabah virus COVID-19 di Kabupaten Gresik, semakin bertambah. Seorang lagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Dia berasal dari Kecamatan Duduksampeyan. Segingga sekarang sudah ada 3 orang yang positif virus tersebut.

Kabar itu muncul setelah Dinkes Gresik mendapat informasi dari Dinkes Provinsi Jatim. Bahwa hasil laboratorium Kemenkes sudah keluar. Dan dinyatakan ada tambahan satu orang positif. 

“Iya betul, sekarang dirawat di salah satu rumah sakit wilayah gresik,” kata Kadinkes Gresik yang juga Juru Bicara Satgas Pencegahan Covid-19 Pemkab Gresik drg Saifuddin Ghozali, Selasa (31/3/2020).
Ghozali menyatakan, sebelum dinyatakan positif, pasien tersebut masih berstatus PDP. 
Dia sempat menjalani perawatan selama hampir sepekan. “Kondisinya sudah cukup membaik,” imbuhnya.

Artinya, jumlah pasien positif Covid-19 di Gresik sebanyak tiga orang. Pertama seorang perempuan berusia 34 tahun asal Kecamatan Driyorejo. Dia sedang dirawat di salah satu Rumah Sakit (RS) Swasta di Surabaya. 

Kemudian, pasien yang positif kedua meninggal dunia di RS Ibnu Sina Gresik, pada Kamis (26/3/2020). Saat ini, tambahan satu orang positif asal Kecamatan Duduksampeyan.

Sementara jumlah orang dalam resiko (ODR) demikian. Jika kemarin 722, hari ini bertambah menjadi 734 orang. Yang sudah lepas pengawasan sebanyak 616. 

Jumlah orang dalam pengawasan (ODP) sebelumnya sebangak 354 orang. Kini, naik menjadi 422 orang. Yang tengah dipantau sebanyak 369. Dan selesai pemantauan 53 orang.

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebelumnya 29 orang kini naik 35 orang. Selesai pengawasan 6 orang.

Categories
Artikel

Tukang Becak Ditemukan Meninggal Dunia di Depan Swalayan

Pengguna Jalan RA Kartini sempat geger lantaran banyak kerumunan di depan Toko Serikat Jaya. Pagi tadi Selasa (31/3) ternyata ditemukan seorang pria asal Tuban meninggal dunia tanpa mengenakan baju, hanya ditutup kain batik. 
Di supermarket yang berada di Kecamatan Kebomas ini, mayat pria Tuban asal Dusun Ketapang, Desa Glondongede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban diketahui bernama Jaelani, berusia 51 tahun itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30 Wib. 
Sehari-hari korban biasa mangkal di sekitar swalayan dan kawasan Gresik Kota.

Dia bekerja sebagai tukang becak.

Kanit Reskrim Polsek Kebomas, Iptu Suja’i mengatakan berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, malam itu korban baru kembali mengayuh becak dan beristirahat di depan Toko Swalayan Sarikat Jaya, sekitar pukul 22.45 Wib. 

Salah satu petugas keamanan Sarikat Jaya sempat melihat korban menyapu halaman sekitar pukul 23.00 Wib.

Saat menyapu halaman, korban mengeluh kepalanya sakit.

Korban mengaku masuk angin dan tak enak badan.

Setelah itu korban kembali ke becaknya dan meminum obat pereda sakit kepala cukup banyak. 

Setelah minum obat, korban tidur diatas becaknya bersama yang lainnya.

Saat terbangun, korban kembali menyapu lantai.

Namun, kondisinya sudah lemah dan tidak kuat lagi.

“Sempat muntah di dekat becaknya sekitar pukul 05.00 Wib,” ucapnya.

Korban saat kembali ke becak.

Lalu tertidur di atas becak. 

“Mau diajak mangkal becak sama temannya tetapi korban tidak kunjung bangun,” terangnya.

Pihaknya langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP.

Petugas dari RSUD Ibnu Sina yang datang ke lokasi melakukan evakuasi dengan standar baju Alat pelindung Diri (APD). Masker dan jas hujan kemudian membawa korban ke rumah sakit.

Sumber Tribunnews