INIGRESIK.COM – Universitas Sunan Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat melalui pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di MTs Muhammadiyah 8 Ngemboh, Kabupaten Gresik. Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 Mei 2026 tersebut menghadirkan inovasi pembelajaran bahasa Inggris berbasis gamifikasi yang dipadukan dengan pendekatan kontekstual pertanian untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa.
Program ini merupakan kolaborasi antara Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Studi S1 Agroteknologi Universitas Sunan Gresik. Tim pengabdian diketuai oleh Salila Prasidya Hidayati, S.Pd., M.A dengan anggota Karisma Kurniawati, M.Pd., Farah Rosyidah Diyana, S.Tr.P., M.P., serta mahasiswa Muhammad Naufal Fawwaz Akbar, Muhammad Nailal Fawwaz Akbar dan Arnoldes Vanus Dos Santos.
Mengusung tema “Penguatan Kemampuan Kosakata Bahasa Inggris melalui Media Pembelajaran Inovatif Berbasis Pertanian dan Permainan Edukatif”, program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan siswa dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris melalui metode yang lebih menarik, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ketua tim pengabdian, menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya membutuhkan pemahaman teori, tetapi juga pengalaman belajar yang mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik.
“Melalui pendekatan gamifikasi, siswa tidak hanya menghafal kosakata, tetapi juga belajar menggunakannya dalam situasi yang nyata dan menyenangkan. Pembelajaran yang aktif akan membantu siswa memahami materi dengan lebih baik sekaligus meningkatkan motivasi belajar mereka,” ujarnya.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim melakukan serangkaian tahapan persiapan yang meliputi observasi awal, identifikasi kebutuhan siswa, penyusunan media pembelajaran, pembuatan instrumen evaluasi, serta koordinasi dengan pihak sekolah. Dari hasil observasi tersebut, tim kemudian mengembangkan media Agro-Vocabulary: English Pocket Book, yaitu buku saku kosakata bahasa Inggris yang memuat berbagai istilah terkait lingkungan dan pertanian yang dekat dengan kehidupan siswa.
Kegiatan resmi dibuka pada Kamis (7/5) oleh tim pengabdian bersama Kepala MTs Muhammadiyah 8 Ngemboh, Su’ud, S.Pd. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Sunan Gresik dan MTs Muhammadiyah 8 Ngemboh sebagai langkah strategis dalam memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hari pertama kegiatan diisi dengan sesi pengenalan program, ice breaking, motivasi belajar bahasa Inggris, pengenalan media Agro-Vocabulary: English Pocket Book, latihan pengucapan kosakata, serta pelaksanaan pre-test untuk mengukur kemampuan awal siswa.
Pada hari kedua, suasana pembelajaran berlangsung semakin semarak melalui kegiatan Vocabulary Scavenger Hunt. Sebanyak 150 kartu tugas disebarkan kepada peserta untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang menuntut mereka mengenali, memahami, dan menggunakan kosakata bahasa Inggris secara langsung. Aktivitas tersebut meliputi penyusunan kalimat (sentence building), pencocokan benda nyata (matching real object), hingga pemecahan petunjuk berbasis konteks (context-based clue).
Metode ini mendorong siswa untuk belajar secara kolaboratif, berpikir kritis, berkomunikasi dengan teman satu kelompok, serta mengaplikasikan kosakata dalam situasi yang lebih nyata. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, ditandai dengan keterlibatan aktif dalam setiap tantangan yang diberikan.
Pada hari terakhir, siswa mengikuti post-test, presentasi kelompok, dan sesi refleksi pembelajaran. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan kemampuan kosakata bahasa Inggris, partisipasi belajar, serta rasa percaya diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris dibandingkan sebelum program dilaksanakan.
Kepala MTs Muhammadiyah 8 Ngemboh, Su’ud, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang dinilai mampu memberikan pengalaman belajar baru bagi para siswa.
“Kegiatan ini memberikan warna baru dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di sekolah. Metode yang digunakan sangat kreatif dan menyenangkan sehingga siswa lebih antusias dan mudah memahami materi yang disampaikan,” tuturnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat belajar peserta, tim pengabdian juga memberikan piala dan goodie bag kepada kelompok terbaik yang berhasil memperoleh nilai tertinggi selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa yang terlibat untuk mengimplementasikan pengetahuan akademik, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memperkuat pengalaman bekerja sama dengan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa sejak tahap perencanaan hingga evaluasi menjadi bagian penting dalam pembentukan lulusan yang adaptif, kreatif, dan berjiwa pengabdian.
Melalui kegiatan ini, Universitas Sunan Gresik menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir secara nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Sinergi antara Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan S1 Agroteknologi diharapkan dapat menjadi model pengabdian multidisiplin yang inovatif dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Narahubung:
Tim Pengabdian kepada Masyarakat
Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan S1 Agroteknologi
Universitas Sunan Gresik

