INIGRESIK.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam membangun lingkungan yang ramah perempuan dan anak kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi saat kunjungan kerja ke Gresik, Senin, 22 Juni 2026, menilai sinergi yang dibangun antara pemerintah daerah dan dunia industri menjadi contoh positif dalam upaya perlindungan perempuan dan anak.
Kunjungan yang berlangsung di Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik tersebut dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, jajaran Forkopimda, serta manajemen PT Petrokimia Gresik. Pertemuan ini menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan kerja sama berbagai pihak dalam menciptakan kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA mengapresiasi keberhasilan Gresik mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya. Tak hanya itu, Kabupaten Gresik juga berhasil menempati posisi ketiga nasional untuk Indeks Perlindungan Anak (IPA) dan Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA), sekaligus menjadi daerah dengan capaian terbaik di Jawa Timur.
Baca Juga : Job Fair Gresik Dibuka Awal Juli 2026, Buka Ribuan Lowongan Kerja
Menurut Arifatul Choiri Fauzi, prestasi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi program administratif, melainkan telah menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah yang dijalankan secara nyata dan berkelanjutan.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus dari Menteri PPPA adalah keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Masmundari. Fasilitas tersebut memberikan layanan pengasuhan bagi anak-anak dari keluarga pekerja, termasuk perempuan yang bekerja di sektor informal seperti pengemudi ojek online dan pekerja harian.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai mampu membantu para ibu bekerja tanpa harus mengabaikan kebutuhan tumbuh kembang anak. Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga pekerja.
Selain perlindungan anak, Menteri PPPA juga mengapresiasi perhatian Pemkab Gresik terhadap anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. Upaya tersebut dinilai penting karena membantu kelompok anak yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan dalam memperoleh hak dasar, termasuk pendidikan, layanan kesehatan, dan identitas kependudukan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa sebagai daerah industri, Gresik memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan sosial. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong perusahaan untuk menghadirkan kebijakan yang ramah perempuan dan mendukung kebutuhan keluarga pekerja.
Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan melalui penyediaan ruang laktasi, perlindungan hak pekerja perempuan, hingga pengaturan lingkungan kerja yang lebih inklusif. Kolaborasi tersebut terus diperkuat melalui komunikasi rutin antara pemerintah daerah dan pelaku industri.
Baca Juga : Aksi Donor Darah Gressmall dan PMI Gresik Amankan Stok Darah di Tengah Tingginya Kebutuhan Medis
Dukungan dunia usaha terhadap program perlindungan perempuan dan anak juga terlihat dari komitmen PT Petrokimia Gresik. Direktur PT Petrokimia Gresik Daconi Khotob menjelaskan bahwa perusahaan telah lama mengembangkan berbagai fasilitas yang mendukung pekerja perempuan, termasuk TPA yang telah beroperasi sejak 1993.
Fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh keluarga karyawan perusahaan, tetapi juga terbuka bagi masyarakat sekitar. Kehadiran layanan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan.
Dalam agenda kunjungannya, Menteri PPPA juga meninjau langsung aktivitas di TPA Masmundari. Ia berdialog dengan pengelola dan sejumlah orang tua yang memanfaatkan layanan tersebut. Salah seorang pengemudi ojek online mengaku merasa lebih tenang bekerja karena anaknya mendapatkan pengasuhan yang aman selama dititipkan di fasilitas tersebut.
Baca Juga : Raih JDIH Terbaik II Jatim, Pemkab Gresik Luncurkan AI Hukum Berbasis WhatsApp untuk Layanan Publik
Keberhasilan Gresik membangun kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas perlindungan perempuan dan anak. Model kerja sama ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain yang memiliki karakteristik serupa sebagai kawasan industri.
Menutup kunjungannya, Menteri PPPA berharap sinergi yang telah dibangun dapat terus diperkuat melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Gresik dinilai memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan kualitas perlindungan perempuan dan anak sekaligus mempertahankan berbagai prestasi yang telah diraih di tingkat nasional.

