INIGRESIK.COM – Tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya gugur setelah ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua Pegunungan. Tragedi berdarah ini terjadi saat rombongan bertugas meninjau lokasi program cetak sawah.
Para korban diserang di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Jayawijaya, pada Rabu sore sekitar pukul 15.53 WIT. Kejadian berlangsung sangat cepat di tengah pelaksanaan tugas pelayanan publik.
Ketiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya tersebut adalah AAM berusia 35 tahun, AR berusia 49 tahun, serta WB yang berusia 24 tahun. Mereka diserang secara mendadak oleh kelompok bersenjata.
AAM yang bertugas sebagai dokter hewan meninggal dunia di lokasi. Korban mengalami luka tembak fatal pada bagian kepala belakang dan dada sebelah kiri.
Korban kedua berinisial AR merupakan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya. Pejabat perempuan ini gugur di tempat akibat luka tembak serius di bagian perut.
Sementara itu, korban ketiga berinisial WB sempat mendapatkan penanganan medis darurat. Namun nyawanya tidak tertolong setelah mengalami luka tembak yang sangat parah.
Aparat gabungan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi seluruh korban. Jenazah para pegawai pemerintah tersebut dibawa menuju RSUD Wamena untuk penanganan medis.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Faizal Ramadhani membenarkan insiden berdarah ini. Pihaknya menyatakan kepolisian bertindak cepat merespons aksi keji tersebut.
Penyelidikan mendalam langsung digelar oleh aparat kepolisian di wilayah Papua Pegunungan. Pengumpulan fakta dan bukti lapangan dilakukan secara menyeluruh guna mengusut tuntas aksi teror ini.
Aparat kepolisian terus mengejar para pelaku yang melarikan diri usai penembakan. Pihak keamanan berjanji akan menindak tegas seluruh anggota kelompok yang terlibat.
Pemerintah menjamin seluruh proses hukum berjalan transparan dan tegas sesuai undang-undang. Penegakan hukum menjadi prioritas utama demi mengembalikan stabilitas keamanan di wilayah Jayawijaya.
Aksi penembakan ini menorehkan duka mendalam bagi jajaran Pemkab Jayawijaya. Insiden ini membuktikan tingginya risiko keselamatan para ASN yang bertugas di daerah rawan.
Penyerangan terhadap tenaga ahli seperti dokter hewan dan pejabat dinas pertanian memukul pelayanan masyarakat. Program ketahanan pangan daerah pun terancam terhambat akibat teror bersenjata.
Masyarakat sipil dan para pegawai pemerintah berharap jaminan keamanan ditingkatkan secara signifikan. Perlindungan ekstra sangat dibutuhkan agar proses pembangunan daerah tetap bisa berjalan aman.
Tragedi Muliama menegaskan perlunya langkah konkret aparat dalam memberantas aksi kekerasan bersenjata. Evaluasi pengawalan di area rawan konflik menjadi kunci penting bagi keselamatan warga.
Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas. Keadilan bagi para korban dan keluarga menjadi fokus utama penanganan tragedi berdarah ini.

