INIGRESIK.COM – Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema Program Kemitraan Masyarakat. Bertempat di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 26 September 2026. Program ini bernama AIRGROW (Airlangga Initiative for Resillient Growth and Work Opportunities akselerasi UMKM dan usaha komunitas untuk pertumbuhan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja Lokal.
Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan serta pendampingan sertifikasi produk dan digital marketing. Dengan demikian kegiatan ini mendukung salah satu tujuan SDGs yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh akademisi UNAIR ini menyasar para pelaku usaha mikro dan rumah tangga di kawasan penyangga wisata religi Sunan Giri. Wilayah Desa Klangonan dinilai memiliki potensi pasar yang besar karena saban tahun dikunjungi ribuan peziarah dari berbagai daerah.
Meski berada di kawasan strategis, sebagian besar UMKM di Desa Klangonan masih menghadapi kendala dalam pengembangan usaha. Pemasaran produk sejauh ini masih mengandalkan cara konvensional, seperti penjualan langsung dan promosi dari mulut ke mulut.
Selain itu, pemanfaatan media digital seperti WhatsApp Business, Facebook, Instagram, TikTok, hingga platform marketplace masih tergolong terbatas. Di sisi lain, kepemilikan legalitas usaha dan sertifikasi produk pangan juga relatif masih rendah.
“Kami menawarkan adanya pelatihan digitalisasi marketing dan sertifikasi produk bagi UMKM Desa Klangonan,” kata Dr. Marisa Rifada, selaku dosen Universitas Airlangga yang memimpin tim kegiatan pengabdian masyarakat.
Program pemberdayaan ini melibatkan sinergi dari berbagai pihak. Tim pelaksana merangkul Pusat Halal Universitas Airlangga untuk memfasilitasi pendampingan sertifikasi halal dan pemenuhan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).
Selain Pusat Halal UNAIR, kegiatan ini turut menghadirkan alumni Universitas Airlangga yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Gresik. Para praktisi bisnis tersebut membagikan materi dan pengalaman praktis terkait strategi pemasaran digital.
Pemerintah Desa Klangonan juga terlibat aktif dalam memfasilitasi tempat, mengordinasikan peserta, dan menyediakan sarana pendukung kegiatan. Selain itu, mahasiswa UNAIR dilibatkan dalam pendataan pelaku usaha, dokumentasi, hingga pendampingan praktik lapangan.
Melalui program ini, para pelaku usaha mendapatkan pelatihan intensif mengenai pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Peserta juga diajarkan cara pengajuan sertifikasi halal secara prosedural.
Pada materi digital marketing, peserta mendapatkan praktik langsung menggunakan telepon pintar. Pelatihan mencakup optimalisasi WhatsApp Business, penggunaan media sosial untuk promosi, strategi branding, pembuatan konten digital, hingga teknik fotografi produk.
Tak berhenti pada sesi materi, para peserta juga akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan secara daring maupun luring. Pendampingan dilakukan untuk memandu proses pendaftaran administrasi legalitas hingga pembuatan akun media sosial usaha.
“Harapannya kepingin UMKM di Desa Klangonan ini bisa memahami terkait pentingnya sertifikat produk serta bisa melakukan pengembangan pemasaran secara online sehingga bisa meningkatkan omset penjualan mereka,” ujar Dr. Marisa Rifada.
Program ini menargetkan sekitar 20 hingga 30 pelaku UMKM setempat. Hasil evaluasi pelatihan ditargetkan mampu mendorong minimal 80 persen peserta memahami prosedur legalitas, serta minimal 10 UMKM memulai proses pengurusan izin usaha.
Pelaksanaan kegiatan yang berjarak sekitar 33,9 kilometer dari Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR ini juga diproyeksikan membentuk UMKM percontohan. Keberadaan UMKM tersertifikasi diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal berbasis kawasan wisata religi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pemetaan masalah, dilanjutkan pelatihan, penerapan teknologi, hingga evaluasi dampak. Seluruh tahapan dirancang untuk mendorong UMKM Desa Klangonan naik kelas secara mandiri dan berkelanjutan.

