INIGRESIK.COM – Pemerintah Kabupaten Gresik mengerahkan 36 personel Tim Reaksi Cepat Penerangan Jalan Umum untuk memastikan seluruh jalan di 18 kecamatan terang benderang. Langkah cepat ini diambil demi meningkatkan keselamatan berkendara dan menekan angka kriminalitas malam hari di seluruh wilayah Gresik.
Mobilisasi puluhan petugas ini menjadi jawaban atas keluhan masyarakat terkait minimnya penerangan di sejumlah titik rawan kecelakaan. Melalui pembagian kerja yang terstruktur, aduan warga mengenai lampu padam kini dapat ditangani secara lebih presisi dan efisien di lapangan.
Total 36 tenaga lapangan tersebut mencakup 26 personel teknis TRC, 5 koordinator sekaligus admin lapangan, serta 7 admin sistem PJU. Pengorganisasian ini dirancang agar setiap laporan masuk langsung diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh regu terdekat tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
Sistem pemeliharaan jaringan penerangan jalan ini membagi seluruh wilayah kerja Kabupaten Gresik ke dalam lima regu operasional. Pembagian ini memperhitungkan jarak tempuh, tingkat kepadatan lalu lintas, serta potensi kerawanan jaringan penerangan di setiap jalur utama maupun jalan penghubung.
Regu Kota memikul tanggung jawab di kawasan pusat pemerintahan dan ekonomi, meliputi Kecamatan Gresik, Kebomas, dan Duduksampean. Jalur-jalur di area ini memiliki volume kendaraan sangat tinggi, sehingga keberadaan lampu jalan yang berfungsi optimal menjadi kebutuhan mendesak setiap hari.
Untuk kawasan pesisir dan wilayah paling utara, Regu Utara disiagakan memantau Kecamatan Sidayu, Ujungpangkah, dan Panceng. Medan jalan yang berbatasan langsung dengan jalur pantura membuat keberadaan lampu penerangan yang andal sangat krusial bagi mobilitas angkutan barang dan warga lokal.
Sektor industri dan pemukiman padat di wilayah tengah dikawal oleh Regu Tengah yang menjangkau Kecamatan Manyar, Bungah, dan Dukun. Kawasan ini dikenal memiliki lalu lintas kendaraan berat yang cukup intensif, sehingga risiko kecelakaan akibat jalan gelap harus diminimalisasi sedini mungkin.
Sementara itu, Regu Selatan bertugas mengamankan jaringan penerangan di Kecamatan Kedamean, Driyorejo, dan Wringinanom. Wilayah yang menjadi perbatasan langsung dengan daerah tetangga ini membutuhkan pengawasan ekstra karena maraknya aktivitas kendaraan komersial hingga larut malam.
Adapun wilayah dengan cakupan area terluas dipercayakan kepada Regu Barat yang mengover Kecamatan Cerme, Menganti, Balongpanggang, dan Benjeng. Wilayah ini sering mengalami kendala teknis akibat faktor cuaca dan gangguan jaringan listrik, sehingga keberadaan tim siaga sangat dibutuhkan warga.
Skema pembagian wilayah ini terbukti memangkas waktu tanggap personel saat menerima laporan kerusakan dari masyarakat. Petugas tidak perlu lagi menunggu instruksi terpusat dari kota, melainkan dapat langsung bergerak dari pos terdekat menuju lokasi penerangan jalan yang bermasalah.
Keberadaan lampu jalan yang menyala sempurna memberikan dampak langsung terhadap rasa aman masyarakat yang beraktivitas pada malam hari. Pekerja shift malam, pedagang pasar, hingga pengemudi transportasi umum kini merasakan kenyamanan lebih saat melintasi jalur-jalur utama di Kabupaten Gresik.
Selain mencegah potensi kecelakaan lalu lintas, jalanan yang terang juga efektif menekan potensi tindak kejahatan jalanan. Warga merasa lebih tenang saat harus bepergian malam hari karena jarak pandang di sepanjang jalan tetap terjaga dengan baik.
Peran admin PJU dan koordinator lapangan menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran alur komunikasi tim. Laporan masuk dari warga langsung dipetakan ke dalam sistem, lalu diteruskan kepada regu kerja sesuai wilayah operasional masing-masing untuk segera dieksekusi.
Transparansi dan kecepatan respons ini menjadi standar baru dalam pelayanan publik di bidang infrastruktur perhubungan. Masyarakat tidak lagi merasa diabaikan ketika melaporkan fasilitas publik yang rusak, karena setiap aduan dapat dipantau perkembangannya secara langsung di lapangan.
Petugas di lapangan juga dibekali dengan standar keselamatan kerja dan peralatan pendukung yang memadai. Hal ini penting mengingat perbaikan fasilitas listrik jalan kerap dilakukan dalam kondisi cuaca kurang bersahabat atau di tengah arus lalu lintas yang tetap padat.
Pengawasan berkala terus dilakukan oleh setiap regu tanpa harus menunggu adanya laporan kerusakan dari warga. Patroli rutin malam hari menjadi agenda wajib untuk mendeteksi lebih awal lampu-lampu jalan yang mulai redup atau berpotensi mengalami gangguan teknis.
Sinergi antara masyarakat yang aktif melapor dan kesiapan personel TRC PJU menjadi fondasi utama keberhasilan program ini. Keterlibatan publik dalam mengawasi fasilitas umum membuat pemeliharaan infrastruktur daerah dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan penerangan jalan di seluruh penjuru wilayah. Evaluasi kinerja tiap regu dilakukan secara berkala guna memastikan efektivitas penanganan serta meratakan kualitas infrastruktur hingga ke kawasan pedesaan.
Langkah masif pemeliharaan penerangan jalan oleh TRC PJU Gresik ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang nyata, responsif, dan berdampak langsung pada keselamatan warga. Dengan jaringan penerangan yang terjaga di 18 kecamatan, jalanan Kabupaten Gresik kini semakin aman, nyaman, dan terang bagi seluruh pengguna jalan.

