INIGRESIK.COM – Dosen Universitas Sunan Gresik resmi menggelar pelatihan English for Tourism bagi para pemandu Wisata Alam Gosari di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, pada 22 Juni 2026. Langkah strategis ini diambil untuk mendongkrak kompetensi pemandu wisata lokal agar mampu memberikan pelayanan berskala internasional.
Program pengabdian kepada masyarakat ini lahir sebagai jawaban atas potensi besar WAGOS yang terus berkembang pesat. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan lintas daerah hingga mancanegara menuntut para pengelola kawasan wisata untuk terus membenahi kualitas layanan, terutama dalam aspek komunikasi mendasar.
Langkah nyata akademisi ini dipimpin langsung oleh Ustadzah, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Ia tidak bergerak sendiri, melainkan memboyong tim dosen lintas disiplin yang menggabungkan keahlian ilmu bahasa dan ilmu komunikasi.
Inisiatif tersebut mendapat dukungan penuh melalui Pendanaan Internal Universitas Sunan Gresik Tahun 2026. Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini dirancang khusus agar materi pelatihan dapat diserap secara praktis, relevan, serta relevan dengan dinamika kerja di lapangan.
Pelatihan intensif ini dikemas dalam dua kali pertemuan dengan fokus utama pada pendekatan praktik langsung. Para pemandu tidak hanya dibekali teori kaku, melainkan diajak menyelami simulasi nyata situasi pemanduan di area objek wisata.
Materi yang disajikan mencakup ungkapan dasar English for Tourism, penguasaan kosakata khas destinasi wisata, hingga teknik profesional dalam menyambut serta mendampingi tamu. Para peserta juga dilatih menyampaikan informasi sejarah dan keunikan objek wisata secara jelas.
Sesi simulasi atau role play menjadi bagian paling krusial selama pelatihan berlangsung di kawasan WAGOS. Dalam sesi ini, para pemandu mempraktikkan langsung interaksi melayani wisatawan asing secara interaktif di bawah bimbingan langsung para dosen.
Guna memastikan keberlanjutan program, tim pengabdian masyarakat USG menyusun dan membagikan Modul serta Buku Saku English for WAGOS Tour Guides. Media pembelajaran praktis ini dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan harian para pemandu wisata lokal.
Buku saku tersebut berisi rangkuman kosakata penting, panduan dialog sederhana, penjelasan rinci objek wisata dalam bahasa Inggris, serta etika komunikasi mendasar. Seluruh peserta menerima cetakan buku saku ini sebagai pedoman mandiri saat bertugas di lapangan.
Karya inovatif berupa buku panduan ini juga telah resmi mengantongi Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual atau HKI. Pelindungan hukum ini menjadi bukti legalitas dan kualitas karya intelektual yang dihasilkan oleh civitas akademika Universitas Sunan Gresik.
Ketua tim pengabdian, Ustadzah, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya penguasaan bahasa asing bagi pengelola destinasi daerah. Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris merupakan kunci utama dalam membuka pintu ruang promosi wisata ke tingkat internasional.
Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan memberikan pembekalan praktis yang dapat langsung diterapkan. Kehadiran buku saku ber-HKI diharapkan memudahkan pemandu untuk terus belajar secara mandiri kapan saja di sela-sela aktivitas memandu.
Respons para pemandu wisata lokal terhadap program ini tergolong sangat positif dan penuh antusiasme. Sepanjang sesi pelatihan, peserta aktif bertanya serta tidak ragu mencoba melafalkan berbagai frasa bahasa Inggris yang sebelumnya terasa asing.
Berdasarkan hasil evaluasi seusai pelatihan, terlihat peningkatan signifikan pada rasa percaya diri para pemandu. Mereka mulai terbiasa menyapa wisatawan, menjelaskan fasilitas, hingga memberikan arahan sederhana menggunakan bahasa Inggris dengan bantuan buku saku.
Salah seorang pemandu WAGOS mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan mengikuti pelatihan yang langka ini. Ia mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang belum pernah diperoleh selama menjadi pemandu wisata di Desa Gosari.
Keberadaan buku saku sangat membantu para pemandu mengingat kosakata serta struktur kalimat dengan cepat. Pengalaman praktis ini membuat mereka semakin berani berkomunikasi tanpa takut salah saat menyambut pengunjung dari luar daerah.
Peserta pelatihan berharap program pendampingan seperti ini dapat digelar secara berkelanjutan pada masa mendatang. Keberlanjutan pelatihan dinilai penting agar kelancaran berbahasa Inggris para pemandu terus meningkat seiring bertambahnya kunjungan wisatawan.
Dampak dari program ini tidak hanya dirasakan oleh para pemandu, tetapi juga memberi nilai tambah bagi citra pariwisata Kabupaten Gresik. Pelayanan yang ramah dan komunikatif dipastikan membuat pengalaman berkunjung para wisatawan menjadi jauh lebih berkesan.
Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam pembangunan daerah. Pengembangan sumber daya manusia terbukti menjadi kunci utama penguatan potensi ekonomi berbasis pariwisata kerakyatan.
Melalui peningkatan standar kompetensi pemandu, WAGOS kini siap menyongsong era baru pariwisata yang lebih modern dan inklusif. Destinasi ini tidak lagi hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga keunggulan pelayanan kelas satu.
Langkah berani Universitas Sunan Gresik ini menjadi inspirasi penting bagi pengelolaan destinasi wisata lain di Indonesia. Ke depan, penguatan kapasitas pemandu lokal akan terus mendorong WAGOS menjadi destinasi unggulan yang mampu bersaing secara global.

