INIGRESIK.COM – Upaya meningkatkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kembali menjadi fokus penting Pemerintah Kabupaten Gresik. Bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gresik, Pemkab menggelar Rapat Koordinasi Pengumpulan dan Pendistribusian ZIS yang dirangkai dengan penyerahan penghargaan bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berprestasi pada ajang Baznas Award 2025.
Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Ketua DPRD Gresik, Ketua Baznas Gresik, serta perwakilan dari Baznas Provinsi Jawa Timur. Forum tahunan tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan strategi untuk mengoptimalkan pengumpulan ZIS di Gresik.
Sekda Washil menegaskan perlunya percepatan pengumpulan ZIS menjelang akhir tahun anggaran. Target pengumpulan ZIS Kabupaten Gresik pada 2025 ditetapkan sebesar Rp35 miliar. Hingga Oktober 2025, realisasinya baru mencapai Rp22 miliar atau sekitar 75 persen dari target.
“Karena itu perlu ada percepatan, terutama dari kontribusi ASN dan P3K di lingkungan Pemkab Gresik,” tegasnya.
Ia menjelaskan dua fokus utama yang saat ini menjadi prioritas optimalisasi. Pertama, meningkatkan kontribusi ASN dan P3K pada sejumlah OPD dengan tingkat partisipasi rendah. Kedua, memperkuat peran UPZ desa dan kelurahan sebagai motor penggerak potensi zakat masyarakat.
“UPZ di desa dan kelurahan memiliki potensi besar jika dikelola secara sistematis. Saya mengajak camat, kepala desa, dan lurah untuk mengaktifkan kelembagaan UPZ, meningkatkan literasi zakat, serta membangun kolaborasi dengan tokoh agama dan lembaga masyarakat,” ujarnya.
Perwakilan Baznas Provinsi Jawa Timur menambahkan bahwa optimalisasi pengumpulan mesti diiringi tata kelola yang kuat dan proses audit berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.
“Rakor ini diperlukan untuk memastikan penyaluran ZIS tetap tepat sasaran. Audit dan koordinasi berkelanjutan akan menjaga kepercayaan publik,” katanya.
Ketua Baznas Gresik, Muhamad Mujib, menegaskan bahwa pemberian penghargaan pada ajang Baznas Award 2025 merupakan bentuk apresiasi, sekaligus dorongan bagi UPZ lainnya untuk terus meningkatkan pelayanan dan jangkauan.
“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi dari kami kepada para UPZ yang berkontribusi besar dalam pengumpulan ZIS. Semoga ini meningkatkan semangat UPZ lain untuk terus memperluas jangkauan dan meningkatkan pelayanan,” ungkapnya.
Pada Baznas Award tahun ini, sebanyak 39 instansi dan tokoh menerima penghargaan dalam delapan kategori. Mulai dari pengumpul ZIS terbanyak, program ABI (Ayo Belajar Infak) teraktif, program ABI terbanyak, perusahaan peduli ZIS, pendukung program ZIS, penggerak ZIS, hingga tokoh masyarakat penggerak ZIS.
Pemkab Gresik berharap percepatan pengumpulan ZIS pada November–Desember mampu mendorong tercapainya target tahunan serta memperluas manfaat penyaluran zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.

