INIGRESIK.COM – Pemerintah Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang, resmi meluncurkan gerai sembako Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok dan menggerakkan roda perekonomian desa. Peresmian ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, Minggu (12/7).
Langkah inovatif ini dinilai menjadi bagian penting dari strategi menurunkan beban ekonomi warga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik 2024, rata-rata pengeluaran rumah tangga desa untuk sembako mencapai 42% dari total belanja bulanan. Dengan hadirnya Kopdes Merah Putih, diharapkan masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dan kualitas yang terjamin.
“Gerai sembako Kopdes ini bukan sekadar toko biasa. Ini adalah solusi konkret dari desa untuk desa. Menyediakan bahan pokok murah dan menguatkan ekonomi dari akar rumput,” ungkap Sekda Gresik Achmad Washil.
BACA JUGA: Jumlah SMA di Gresik Stabil di 52 Sekolah: 12 Negeri, 40 Swasta, Kecamatan Ini Catat Rekor Terbanyak
Kolaborasi Desa dan Pesantren: Kunci Kesejahteraan Berbasis Komunitas
Sekda Gresik juga mengapresiasi sinergi antara Kopdes Merah Putih dan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan. Kolaborasi ini menjadi model integratif antara kekuatan ekonomi, sosial dan spiritual dalam pengembangan desa.
“Kerja sama ini positif sekali. Saya mendorong desa-desa lain agar menjalin kolaborasi dengan institusi pesantren atau koperasi berbasis komunitas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Dapet, Siswadi, menyatakan bahwa gerai sembako ini hadir sebagai bentuk konkret dari semangat gotong-royong dan kemandirian warga.
“Kami ingin warga Desa Dapet punya akses mudah dan terjangkau terhadap sembako. Ini juga menjadi sumber PADes yang berkelanjutan,” katanya.
Peresmian Dihadiri Tokoh Penting, Tanda Dukungan Lintas Sektor
Acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng oleh Sekda Gresik, didampingi Kepala Desa Dapet Siswadi, Kadis PMD Gresik Abu Hasan, dan Kepala Diskoperindag Darmawan. Hadir pula Forkopimcam Balongpanggang, Ketua PKDI Gresik Nurul Yatim, serta perwakilan Ponpes Sunan Drajat.
Dampak Ekonomi dan Rencana Pengembangan
Dengan kapasitas awal melayani 200 KK dan stok bahan pokok strategis seperti beras, minyak, gula, dan telur, Kopdes Merah Putih diproyeksikan mampu menekan selisih harga pasar hingga 15%.
Data Proyeksi Dampak Kopdes Merah Putih
- Penurunan belanja bulanan rata-rata warga: 8–12%
- Potensi tambahan PADes dari margin koperasi: Rp 75 juta/tahun
- Peluang replikasi: 12 desa di Kecamatan Balongpanggang pada 2026

