INIGRESIK.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan logistik dalam jumlah besar kepada warga Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu (7/9/2025). Bantuan ini diberikan menyusul terhambatnya distribusi kebutuhan pokok akibat kapal dagang yang tidak beroperasi sejak 29 Agustus 2025.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa pengiriman dilakukan bersama TNI Angkatan Laut melalui Koarmada II dan Koarmada V. Bantuan logistik diangkut menggunakan KRI Surabaya-591 yang berangkat dari Dermaga Semampir Baru pada Jumat (6/9) dan tiba di Pulau Bawean pukul 07.00 WIB keesokan harinya.
BACA JUGA: Bangga! Dua Pelajar SMA Gresik Wakili Jawa Timur di OSN 2025 Astronomi
“Semoga bantuan kemanusiaan ini bermanfaat dan membawa berkah bagi semua warga Pulau Bawean,” ujar Khofifah saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
Rincian Bantuan Logistik ke Pulau Bawean
Bantuan yang dikirim Pemprov Jatim cukup beragam dengan total ratusan ton bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari, meliputi:
- 10 ton beras SPHP
- 1 ton minyak goreng
- 1 ton telur ayam ras
- 5.000 paket sembako
- 1 ton gula pasir
- 750 kg daging ayam
- 487 kardus air mineral
- 100 kotak biskuit, 100 kotak susu, dan 100 botol madu
- 50 tabung gas ukuran 12 kg
- 100 kg bawang merah & 100 kg bawang putih
- 50 kg cabai merah besar & 50 kg cabai rawit
- 750 kg ayam beku
- 1 unit cold storage (mobil pendingin) untuk menjaga kualitas bahan pangan.
Selain kebutuhan pokok, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan sosial (Bansos) senilai Rp602 juta bagi masyarakat Pulau Bawean.
Dukungan Pemkab Gresik
Tidak hanya dari Pemprov, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa pihaknya juga akan segera mengirimkan bantuan tahap dua pada pekan depan untuk memastikan ketersediaan logistik warga tetap aman.
Distribusi Gunakan Kapal Kecil
Karena Pelabuhan Pulau Bawean berukuran kecil, distribusi logistik dilakukan dengan kapal kecil Landing Craft Utility (LCU) milik KRI Surabaya-591 secara bergiliran. Hal ini untuk menghindari kendala bongkar muat akibat besarnya tonase kapal utama.

