INIGRESIK.COM – Kecamatan Menganti menjadi salah satu kawasan dengan dinamika kependudukan paling padat di Kabupaten Gresik. Berdasarkan data terbaru tahun 2024, jumlah penduduk di kecamatan ini mencapai 133.875 jiwa dengan total 43.749 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 22 desa/kelurahan.
Dengan luas wilayah 68,72 km², tingkat kepadatan penduduk rata-rata di Menganti mencapai sekitar 1.948 jiwa/km². Angka ini menjadikan Menganti salah satu kecamatan paling padat di wilayah Gresik bagian barat, sekaligus mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang beririsan langsung dengan kawasan metropolitan Surabaya–Gresik.
Desa Terpadat: Hulaan dan Kepatihan
Dari 22 desa/kelurahan, Desa Hulaan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, yakni 9.155 jiwa dengan 2.980 KK. Disusul oleh Desa Kepatihan (8.974 jiwa) dan Desa Menganti (8.162 jiwa).
Sebaliknya, desa dengan jumlah penduduk relatif sedikit adalah Desa Pranti (3.300 jiwa) dan Desa Hendrosari (2.914 jiwa).
596 RT: Desa Hulaan Punya RT Terbanyak di Kecamatan
Selain kepadatan penduduk, Kecamatan Menganti juga memiliki struktur sosial yang padat. Data 2024 menunjukkan adanya:
- 77 Dusun,
- 175 Rukun Warga (RW),
- 596 Rukun Tetangga (RT).
Dari total tersebut, Desa Hulaan menempati posisi pertama dengan jumlah RT terbanyak, yakni 48 RT. Angka ini diikuti oleh Kepatihan (40 RT), Boboh (39 RT), Menganti (41 RT), dan Randupadangan (36 RT).
Dengan total penduduk 9.155 jiwa, rata-rata setiap RT di Desa Hulaan menaungi sekitar 190 jiwa. Jumlah ini menunjukkan betapa besar peran RT di desa tersebut dalam mengelola kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.
Distribusi Wilayah dan Tantangan Layanan Publik
Beberapa desa dengan luas wilayah besar seperti Desa Setro (5,23 km²) dan Desa Hulaan (4,03 km²) harus menampung ribuan jiwa. Sebaliknya, desa kecil seperti Hendrosari (1,63 km²) tetap padat karena dihuni hampir 3.000 jiwa.
Kondisi ini memunculkan tantangan tersendiri bagi pelayanan publik. Dengan jumlah KK yang besar dan RT yang padat, kebutuhan akan infrastruktur, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan di Menganti semakin meningkat setiap tahunnya.
Potret Urbanisasi di Gresik Barat
Menganti yang berbatasan langsung dengan Surabaya dan Sidoarjo menjadi magnet urbanisasi. Banyak kawasan perumahan baru tumbuh, terutama di desa-desa seperti Randupadangan, Boboh, dan Hulaan, yang kini menjadi kantong permukiman warga pekerja industri di sekitar Gresik dan Surabaya.
Kesimpulan
Kecamatan Menganti bukan hanya sekadar wilayah penyangga Surabaya, tetapi juga cerminan urbanisasi cepat di Gresik. Dengan lebih dari 133 ribu penduduk, 596 RT, dan kepadatan hampir 2.000 jiwa/km², Menganti memerlukan strategi tata ruang dan layanan publik yang adaptif.
Apalagi dengan fakta bahwa Desa Hulaan memiliki 48 RT terbanyak, hal ini menegaskan posisi Hulaan sebagai pusat kepadatan sosial di Menganti sekaligus menjadi barometer kebutuhan layanan publik yang lebih besar dibanding desa lain.

