INIGRESIK.COM – Fenomena motor mogok massal melanda sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk Lamongan, Gresik, Tuban, dan Bojonegoro. Ratusan sepeda motor dilaporkan mengalami brebet dan mogok setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di sejumlah SPBU.
Kasus ini kini tengah diselidiki oleh Polres Lamongan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta pihak Pertamina.
Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, menjelaskan pihaknya telah membentuk tim terpadu untuk menelusuri penyebab mogok massal tersebut.
BACA JUGA: UMKM Gresik Tembus Pasar China: 18 Produk Bahari Ikuti Sea Food Expo 2025 di Qingdao
“Kami turun langsung ke lapangan, tidak hanya menerima laporan. Tim terpadu melakukan pengecekan teknis untuk memastikan apakah benar ada pencampuran bahan bakar,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Sidak dimulai pukul 14.00 WIB dipimpin Kanit II Pidter Satreskrim Ipda Mitro Rahwono bersama staf Disperindag. Tim memeriksa takaran liter, kadar oktan, dan kandungan air di tangki BBM Pertalite dan Pertamax di sejumlah SPBU wilayah Lamongan Kota.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi pengoplosan atau air di dalam tangki BBM. Namun, petugas SPBU mengakui bahwa pasokan Pertalite dari Pertamina Tuban dalam sepekan terakhir memiliki bau lebih menyengat dari biasanya, sehingga dikeluhkan sebagian pengguna.
Laporan serupa juga datang dari Gresik, Tuban, dan Bojonegoro, di mana sejumlah pengendara mengeluhkan motor mereka brebet usai mengisi Pertalite. Salah satunya dikirim langsung ke akun Instagram inigresik oleh pengguna @xz.bsmd, yang menulis:
“Ini masih brebet min, kalau ditarik gasnya.”
Sejumlah bengkel di Lamongan mencatat peningkatan pelanggan cukup signifikan. Dalam tiga hari terakhir (25–27 Oktober), rata-rata bengkel menerima 10–12 motor per hari dengan keluhan yang sama. Mekanik Anas menyebut dirinya sudah menangani lebih dari 50 motor dengan gejala serupa.
“Rata-rata motor kehilangan tenaga setelah isi Pertalite. Solusinya sementara ganti ke Pertamax,” katanya.

