INIGRESIK.COM –Ketahanan pangan di Kabupaten Gresik sepanjang 2024 masih menunjukkan kinerja relatif kuat, meski menghadapi tantangan berupa penurunan produksi dan luas panen padi. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi beras Gresik mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya, namun masih berada pada level aman untuk menopang kebutuhan pangan daerah.
Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, total luas panen padi di Kabupaten Gresik sepanjang 2024 tercatat sebesar 54,06 ribu hektare. Dari luasan tersebut, total produksi padi mencapai 328,96 ribu ton gabah kering giling (GKG).
Jika dikonversikan ke beras, produksi beras Gresik pada 2024 mencapai 189,95 ribu ton. Angka ini turun sekitar 51,08 ribu ton atau 21,19 persen dibandingkan produksi beras tahun 2023. Penurunan produksi ini sejalan dengan menyusutnya luas panen yang turun 18,35 persen, atau setara 12,14 ribu hektare dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski terjadi penurunan, capaian tersebut masih mencerminkan daya tahan sektor pertanian Gresik di tengah berbagai faktor tekanan, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga dinamika cuaca yang memengaruhi siklus tanam dan panen.
BPS mencatat, data produksi padi ini dihimpun melalui pendekatan statistik berbasis KSA yang dinilai mampu memberikan gambaran lebih akurat kondisi pertanian di lapangan. Dengan basis data tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam menjaga ketahanan pangan Kabupaten Gresik di tahun-tahun mendatang.
Ke depan, peningkatan produktivitas, optimalisasi lahan pertanian, serta penguatan dukungan bagi petani menjadi kunci agar produksi beras Gresik kembali tumbuh dan tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

