INIGRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi dengan kalangan pekerja melalui peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang digelar secara kondusif di halaman Stadion Gelora Joko Samudro, Jumat, 1 Mei 2026.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan May Day kali ini berlangsung tanpa aksi turun ke jalan dan diisi dengan kegiatan tasyakuran, doa bersama, serta penguatan komitmen menjaga stabilitas daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, serikat pekerja, serta perwakilan dunia usaha sebagai simbol kolaborasi antara seluruh elemen dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis di Kabupaten Gresik.
Baca Juga : 468 ASN Terima SK di Gresik, Bupati Fandi Akhmad Yani Tekankan 3 Pesan Penting Soal Disiplin dan Integritas
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa momentum Hari Buruh seharusnya menjadi ruang dialog dan kerja sama untuk membangun kesejahteraan bersama, bukan sekadar aksi demonstrasi.
Menurutnya, kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan investasi harus berjalan beriringan agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
“Peringatan 1 Mei ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan pekerja adalah prioritas kita bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kondusivitas daerah agar Gresik tetap menjadi kawasan yang aman, nyaman, dan ramah investasi,” ujar Fandi Akhmad Yani.
Baca Juga : Gresik Masuk 6 Besar Nasional EPPD 2026, Raih Skor 3,5560 dengan Predikat Kinerja Tinggi
Peringatan May Day 2026 di Gresik mengusung pendekatan yang lebih humanis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tidak adanya aksi turun ke jalan dinilai sebagai bentuk kedewasaan seluruh pihak dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah.
Selain doa bersama dan tasyakuran, kegiatan juga menjadi momentum mempererat komunikasi antara pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha. Pemerintah daerah berharap hubungan industrial yang harmonis dapat menciptakan iklim kerja yang sehat sekaligus meningkatkan daya saing daerah di sektor industri.
Kabupaten Gresik sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan industri strategis di Jawa Timur dengan ribuan tenaga kerja yang bergantung pada sektor manufaktur, perdagangan, dan jasa. Karena itu, stabilitas hubungan antara pekerja dan perusahaan dinilai sangat penting untuk menjaga keberlangsungan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga : 101 Jamaah Lansia Butuh Kursi Roda, Pemkab Gresik Siapkan Paket Obat dan Layanan Khusus Haji 2026
Pendekatan kolaboratif dalam peringatan May Day tahun ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu menciptakan suasana yang aman dan damai tanpa mengurangi substansi perjuangan pekerja.
Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan akan terus membuka ruang dialog bersama serikat pekerja untuk membahas berbagai isu ketenagakerjaan, mulai dari kesejahteraan buruh, perlindungan tenaga kerja, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan peringatan May Day yang berlangsung kondusif, Pemkab Gresik berharap tercipta hubungan industrial yang semakin harmonis antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Gresik.

