INIGRESIK – Universitas Sunan Gresik (USG) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui program pengabdian masyarakat di Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.
Lewat kegiatan bertema Edukasi Penghijauan melalui Penanaman Pohon Produktif dan Biopori, tim dosen dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Teknologi dan Rekayasa turun langsung memberikan edukasi sekaligus praktik pengelolaan lingkungan kepada warga.
Program yang dipimpin Sausanil Afaf bersama Zenny Faridatus Sa’diyah dan Achmad Dadang Burhanuddin itu digelar sebagai respons atas berkurangnya lahan hijau di wilayah Sidayu akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan permukiman.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian menemukan masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penghijauan dan pengelolaan lingkungan berbasis rumah tangga. Berdasarkan hasil pra-survei, sebanyak 73 persen peserta belum memahami secara utuh fungsi ekologis pohon bagi lingkungan.
Tak hanya itu, sekitar 89 persen warga juga mengaku belum pernah mengenal teknologi biopori sebelum kegiatan berlangsung.
Biopori merupakan lubang resapan vertikal yang dibuat di tanah untuk membantu meningkatkan penyerapan air hujan sekaligus mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos alami. Teknologi sederhana tersebut dinilai efektif untuk mengurangi genangan air dan menjaga kualitas tanah.
Melalui pendekatan Community-Based Environmental Education (CBEE), tim dosen USG memberikan materi edukasi, diskusi interaktif, hingga praktik langsung pembuatan biopori kepada masyarakat di Balai Desa Lasem.
Antusiasme warga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta mulai aktif bertanya mengenai cara membuat biopori menggunakan bahan sederhana seperti paralon bekas maupun bambu yang mudah ditemukan di sekitar rumah.
Hasil evaluasi pasca kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat yang cukup signifikan. Sebanyak 91 persen peserta kini mampu menjelaskan manfaat ekologis pohon, sementara 84 persen warga menyatakan siap menerapkan biopori di lingkungan rumah masing-masing.
Nilai rata-rata pengetahuan peserta juga meningkat tajam, dari sebelumnya 31,2 menjadi 89,5 dalam skala 100.
Baca Juga : Lawan Bau dan Asap! Warga Desa Lasem Sidayu Sulap Sampah Dapur dan Daun Kering Jadi “Emas Hitam”
Selain edukasi lingkungan, tim pengabdian juga membagikan 50 bibit pohon buah produktif kepada warga Desa Lasem. Bibit yang dibagikan meliputi alpukat, jambu air, sirsak, belimbing, dan kelengkeng yang dinilai sesuai dengan kondisi iklim setempat serta memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Tanaman tersebut diharapkan tidak hanya membantu penghijauan desa, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan warga dalam jangka panjang. Beberapa jenis tanaman seperti alpukat dan kelengkeng diperkirakan memiliki potensi hasil ekonomi hingga jutaan rupiah setiap musim panen.
Program pengabdian masyarakat ini turut melibatkan mahasiswa Universitas Sunan Gresik sebagai bagian dari implementasi pembelajaran di luar kampus dan penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Kepala Desa Lasem, H. Khoiri, S.Pd.I., menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Universitas Sunan Gresik dalam mendukung pembangunan lingkungan desa yang lebih hijau dan produktif.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak positif karena tidak hanya menghadirkan bantuan bibit tanaman, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Ke depan, Pemerintah Desa Lasem bersama Universitas Sunan Gresik berkomitmen menjadikan program penghijauan dan edukasi lingkungan seperti ini sebagai agenda rutin tahunan.
Kolaborasi antara kampus dan masyarakat tersebut diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan desa hijau yang produktif, sehat, dan ramah lingkungan di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri di Kabupaten Gresik.

