INIGRESIK – Universitas Sunan Gresik (USG) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Peningkatan Pemahaman Kecerdasan Artifisial dan Pemrograman Machine Learning” di SMAN 1 Dukun, Kabupaten Gresik, pada Rabu, 6 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti 264 siswa kelas XI itu bertujuan membekali generasi muda dengan pengetahuan dasar kecerdasan artifisial (AI) dan machine learning sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi masa depan.
Program ini dipimpin oleh dosen Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan USG, Medycha Emhandyksa, S.T., M.Sc., bersama Danu Syaiful Abu Bakar, S.T., M.Eng., dan Jauharatul Wardah, S.Tr.T., M.Tr.T. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Universitas Sunan Gresik sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi.
BACA JUGA : Dari Limbah Jadi Peluang Usaha, USG Latih Warga Karangcangkring Membuat Briket Biomassa
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan USG terhadap upaya pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi era transformasi digital. Terlebih, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menginisiasi integrasi pembelajaran kecerdasan artifisial dan koding ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah sejak 2025.
Wakil Kepala Kurikulum SMAN 1 Dukun, Nevie Kurniawati, S.Pd., saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya literasi teknologi bagi pelajar di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial yang kini mulai diterapkan di berbagai sektor.
Dalam sesi utama, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar AI, jenis-jenis kecerdasan artifisial, prinsip machine learning, hingga etika penggunaan teknologi berbasis AI. Sebelum penyampaian materi, siswa diminta mengisi kuesioner melalui Google Form untuk mengukur tingkat pemahaman awal mereka mengenai AI dan machine learning.
BACA JUGA : Dari Limbah Jadi Peluang Usaha, USG Latih Warga Karangcangkring Membuat Briket Biomassa
Setelah sesi edukasi selesai, peserta kembali mengisi kuesioner yang sama guna mengetahui efektivitas program dalam meningkatkan wawasan dan pemahaman siswa.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta. Kategori “cukup tahu” atau skala 4 meningkat sebesar 29,85 persen, sementara kategori “sangat tahu” atau skala 5 naik sebesar 15,43 persen.
Di sisi lain, jumlah siswa yang berada pada kategori “tidak tahu” turun sebesar 15,71 persen, kategori “kurang tahu” berkurang 25,62 persen, dan kategori “tahu” menurun 4,1 persen karena banyak peserta berpindah ke tingkat pemahaman yang lebih tinggi.
BACA JUGA : Universitas Sunan Gresik Dorong Kemandirian Pupuk Petani Desa Lasem Lewat Inovasi Biofertilizer Daun Sirsak
Data tersebut menunjukkan bahwa program edukasi yang dilaksanakan USG berhasil meningkatkan literasi digital siswa, khususnya dalam bidang kecerdasan artifisial dan machine learning yang menjadi salah satu kompetensi penting di era industri berbasis teknologi.
Kepala SMAN 1 Dukun, Siti Khofifah, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, pembekalan terkait AI sangat dibutuhkan agar siswa mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.
Menanggapi hal tersebut, Universitas Sunan Gresik menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung, terutama dalam bidang teknologi dan inovasi pendidikan.
BACA JUGA : Dosen Universitas Sunan Gresik Edukasi Warga Desa Lasem soal Biopori, 84 Persen Siap Terapkan di Rumah
Melalui kegiatan ini, USG tidak hanya memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada pengabdian masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan dan peluang di era kecerdasan artifisial. Dengan meningkatnya pemahaman siswa terhadap AI dan machine learning, diharapkan lahir talenta-talenta digital yang mampu bersaing di masa depan.

