INIGRESIK.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Universitas Sunan Gresik melaksanakan kegiatan pengabdian di SMA Bahrul Ulum Sekapuk, Kabupaten Gresik.
Program yang diikuti 27 siswa kelas X dan XI ini mengusung tema Pengembangan Kesadaran Pembelajaran Bahasa Inggris melalui Aktivitas Reseptif, Produktif, dan Reflektif Terpadu sebagai upaya meningkatkan kompetensi komunikatif sekaligus kesadaran belajar siswa terhadap pentingnya penguasaan Bahasa Inggris.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Tim pengabdian dipimpin oleh Fallianda, S.S., M.Hum., Gr. dengan anggota Salila Prasidya Hidayati, S.Pd., M.A. dan Dwi Nur Nikmah, S.Pd., M.Pd., serta didukung tiga mahasiswa yang berperan sebagai fasilitator selama kegiatan berlangsung.
Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman bahwa pembelajaran Bahasa Inggris tidak hanya berorientasi pada penguasaan tata bahasa dan kosakata, tetapi juga kemampuan memahami, menggunakan, serta merefleksikan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan partisipatif dan reflektif, siswa didorong menjadi pembelajar yang aktif, percaya diri, dan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi secara berkelanjutan.
Ketua Tim Pengabdian Universitas Sunan Gresik, Fallianda, menjelaskan bahwa pembelajaran akan lebih efektif apabila siswa memahami tujuan mereka belajar sekaligus mampu mengaitkan materi dengan pengalaman nyata.
“Pembelajaran Bahasa Inggris akan lebih bermakna ketika siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga memahami alasan mengapa mereka belajar, menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, serta merefleksikan pengalaman belajar yang mereka alami. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan berdampak terhadap perkembangan kompetensi mereka,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan English Learning Self-Reflection Survey untuk memetakan tujuan belajar, tantangan, serta strategi belajar yang dimiliki peserta. Hasil survei tersebut menjadi dasar penyusunan materi dan aktivitas pembelajaran selama program berlangsung sehingga pendekatan yang diterapkan lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti pembelajaran berbasis video bertema How to Boost Confidence in Speaking English. Dalam kegiatan tersebut siswa mengembangkan keterampilan menyimak melalui aktivitas memperkaya kosakata, mencatat poin penting, berdiskusi, hingga menjawab pertanyaan pemahaman. Pendekatan ini sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dalam memahami materi berbahasa Inggris.
Sementara pada hari terakhir, siswa mengikuti berbagai aktivitas produktif dan reflektif, seperti menyusun Success Formula, mengidentifikasi pola pikir fixed mindset dan growth mindset, menulis pengalaman pribadi menggunakan Bahasa Inggris, hingga mempresentasikan hasil refleksi di depan peserta lainnya. Kegiatan ini bertujuan membangun keberanian berbicara sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi secara nyata.
Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar siswa memiliki motivasi tinggi untuk meningkatkan kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris. Namun, mereka masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan kosakata, rasa takut melakukan kesalahan, serta rendahnya kepercayaan diri saat berkomunikasi.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian program, terjadi peningkatan partisipasi siswa dalam diskusi, keberanian menggunakan Bahasa Inggris, serta pemahaman mengenai proses belajar bahasa sebagai sarana membangun makna dan komunikasi. Sebagai bentuk apresiasi, tim pengabdian juga memberikan cendera mata kepada siswa yang aktif selama kegiatan berlangsung.
Kepala SMA Bahrul Ulum Sekapuk, Khoirul Syafik, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut karena dinilai memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik.
Baca Juga : Job Fair Gresik Dibuka Awal Juli 2026, Buka Ribuan Lowongan Kerja
“Program ini memberikan suasana pembelajaran yang berbeda karena siswa tidak hanya belajar materi Bahasa Inggris, tetapi juga belajar mengenali tujuan belajar, membangun rasa percaya diri, dan merefleksikan pengalaman mereka. Siswa terlihat lebih aktif dan antusias selama kegiatan berlangsung,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Sunan Gresik kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui program yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan dapat menjadi model pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya meningkatkan kompetensi komunikatif siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran belajar, kemampuan berpikir kritis, serta kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan di era global.

