INIGRESIK.COM – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani resmi mengukuhkan 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik tahun 2026 di Aula Mandala Bhakti Praja Kantor Pemkab Gresik pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Pengukuhan khidmat ini memastikan kesiapan fisik dan mental puluhan pelajar terpilih untuk mengemban tugas bersejarah pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat kabupaten.
Para anggota Paskibraka yang dilantik merupakan siswa-siswi terbaik jenjang SMA, SMK, MA sederajat, hingga Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik. Mereka berhasil lolos setelah melalui rangkaian seleksi fisik dan akademis yang sangat ketat sejak awal tahun.
Suasana haru dan bangga menyelimuti seluruh area ruangan ketika para pemuda pilihan tersebut mengucapkan Ikrar Putra Indonesia secara serentak. Puncak prosesi terasa begitu sakral saat mereka mencium bendera Merah Putih sebagai simbol kesetiaan tertinggi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Momen pengukuhan ini bukan sekadar tradisi tahunan biasa, melainkan bentuk kepercayaan besar pemerintah daerah kepada generasi muda. Pembinaan intensif yang dijalani para anggota Paskibraka dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air yang kuat.
Dalam amanat resminya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan motivasi mendalam sekaligus doa bagi seluruh anggota Paskibraka. Beliau berharap tugas penting pada puncak peringatan kemerdekaan di halaman Kantor Pemkab Gresik dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Bupati menegaskan bahwa amanat mengibarkan bendera pusaka adalah kehormatan luar biasa yang tidak didapatkan oleh sembarang orang. Pengalaman berharga ini diharapkan mampu menjadi pendorong utama bagi mereka untuk terus berprestasi dan mengabdi kepada masyarakat.
Nilai-nilai kedisiplinan yang ditempa selama masa karantina diharapkan tidak berhenti setelah upacara bendera selesai dilaksanakan. Para anggota Paskibraka dituntut untuk membawa semangat juang tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kehadiran Paskibraka tahun ini menyimpan catatan sejarah tersendiri yang sangat membanggakan bagi Pemkab Gresik. Untuk pertama kalinya, tiga siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik berhasil menembus barisan elite pengibar bendera pusaka.
Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa kesetaraan pendidikan di Kabupaten Gresik mulai membuahkan hasil manis. Fasilitas pendidikan inklusif yang baru saja diresmikan secara permanen ini mampu melahirkan talenta muda berdaya saing tinggi.
Proses panjang yang dilalui para siswa Sekolah Rakyat melampaui berbagai keterbatasan fisik maupun fasilitas. Kedisiplinan tinggi dan kerja keras berbulan-bulan membuktikan bahwa semangat pantang menyerah mampu menembus batas persaingan yang begitu ketat.
Akmalindo Kurniawansah, salah satu siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi asal Pulau Bawean, mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa. Ia berhasil membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penentu batas pencapaian cita-cita seorang anak bangsa.
Keberhasilan Akmalindo menjadi bukti hidup bahwa anak-anak dari wilayah kepulauan terluar memiliki potensi yang sama besarnya. Prestasi ini diharapkan mampu mendobrak stigma dan menjadi pemantik semangat bagi pelajar daerah perbatasan lainnya.
Pesan mendalam disampaikan Akmalindo untuk rekan-rekan sebayanya di seluruh pelosok daerah. Ia menekankan pentingnya memiliki keyakinan diri serta kerja keras dalam mengejar impian besar tanpa perlu berkecil hati atas segala keterbatasan.
Inspirasi yang dihadirkan oleh para anggota Paskibraka ini memberikan dampak positif bagi peta pembangunan pemuda di Gresik. Masyarakat melihat langsung bagaimana investasi pada pendidikan dan pembinaan karakter mampu mengubah masa depan anak-anak muda secara signifikan.
Langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah daerah dalam mencetak generasi emas yang tangguh. Melalui wadah Paskibraka, pembentukan mental calon pemimpin masa depan dapat direalisasikan secara nyata dan terukur.
Acara pengukuhan ditutup dengan pemberian ucapan selamat secara langsung oleh Bupati Gresik beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut hadir memberikan dukungan moral kepada para pelajar.
Isak tangis haru dari para orang tua dan undangan yang hadir melengkapi momentum sakral tersebut. Rasa haru meledak saat para anggota Paskibraka diberikan kesempatan untuk memeluk keluarga mereka seusai prosesi resmi berakhir.
Kini, 75 pemuda-pemudi terbaik Gresik siap menuntaskan tugas sejarah mereka pada upacara detik-detik proklamasi 17 Agustus mendatang. Tugas pengibaran bendera Merah Putih di halaman Kantor Pemkab Gresik akan menjadi bukti nyata bakti mereka bagi bangsa dan negara.

