INIGRESIK.COM – Warga kawasan Jalan Terusan Suryani, Kelurahan Babakan Ciparay, Kota Bandung, digegerkan oleh penemuan jasad seorang wanita tanpa identitas berusia sekitar 30 tahun yang terbungkus rapi di dalam kardus besar pada Selasa, 1 September 2026 siang. Jasad tersebut ditemukan tergeletak persis di depan gerbang sebuah pabrik kosong yang berada di area strategis Jalan Soekarno Hatta. Polisi yang langsung bergerak ke lokasi kejadian menduga kuat bahwa jasad yang tangannya sempat mencuat keluar tersebut merupakan korban pembunuhan berencana.
Penemuan tragis ini berawal dari kecurigaan warga setempat yang melintas di sekitar pabrik kosong tersebut pada siang hari. Mereka terkejut saat melihat potongan tangan manusia menyembul dari sela-sela lipatan kardus yang tergeletak di pinggir jalan. Laporan warga pun langsung direspons cepat oleh jajaran Polrestabes Bandung dan Polsek Babakan Ciparay yang meluncur ke tempat kejadian perkara untuk melakukan penanganan awal serta memasang garis polisi.
Kepolisian bergerak cepat menyisir area sekitar penemuan jasad untuk mengumpulkan bukti fisik awal serta mengamankan tempat kejadian perkara. Petugas tim inafis langsung mengautopsi luar area sekitar serta mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung guna menjalani pemeriksaan medis mendalam. Langkah cepat ini diambil demi mengamankan jejak DNA serta petunjuk vital yang berpotensi ditinggalkan oleh pelaku di lokasi.
Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Kurniawan mengonfirmasi bahwa seluruh indikasi awal di lapangan mengarah kuat pada aksi tindak pidana pembunuhan. Pihaknya kini tengah memfokuskan penyelidikan untuk merangkai kronologi kejadian secara presisi, termasuk melacak lokasi awal tempat tindak pidana tersebut dieksekusi sebelum jasad korban akhirnya dibuang di kawasan Babakan Ciparay.
Teka-teki di balik penemuan jasad dalam kardus ini mulai menemui titik terang setelah seorang saksi kunci bernama Daniel memberikan kesaksian krusial. Daniel mengaku sempat dimintai bantuan oleh seorang pria yang tidak dikenal untuk mengangkut kardus berukuran besar dari sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Dunguscariang, Kecamatan Andir, pada Selasa pagi.
Tanpa curiga, Daniel bersama dua warga setempat lainnya bersedia membantu pria misterius tersebut untuk memindahkan kardus yang terasa sangat berat. Namun, proses pengangkatan barang tersebut dipenuhi kecurigaan karena bobotnya yang tidak biasa serta munculnya aroma tidak sedap yang cukup menyengat dari balik balutan kardus rapat tersebut.
Saat warga mulai mempertanyakan isi paket yang dinilai mencurigakan tersebut, pria misterius itu memberikan jawaban yang sangat tenang. Ia berdalih kepada warga sekitar bahwa kardus besar itu hanya berisi tumpukan besi tua dan pakaian bekas yang rencananya akan segera dikirimkan menuju Pulau Sumatra melalui jasa pengiriman ke Lampung.
Guna meyakinkan warga yang membantunya, pria tersebut langsung menyewa sebuah armada mobil angkutan dan mengangkut kardus tersebut menggunakan bantuan troli. Pria misterius itu kemudian bergegas pergi meninggalkan lokasi kontrakan di Dunguscariang bersama kendaraan sewaan tersebut sebelum jasad wanita itu akhirnya ditemukan terlantar beberapa jam kemudian di tempat terpisah.
Jarak penjemputan kardus di Kecamatan Andir hingga lokasi penemuan di Babakan Ciparay mengindikasikan bahwa pelaku sengaja bergerak memanfaatkan kendaraan sewaan untuk membuang jejak. Polisi menduga pelaku mencari area yang relatif sepi seperti depan pabrik kosong agar tindakan keji tersebut tidak langsung terpergok oleh masyarakat sekitar.
Hingga saat ini, identitas lengkap korban masih menjadi misteri karena tidak ditemukannya dokumen kependudukan di sekitar lokasi kejadian. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat Bandung dan sekitarnya yang merasa kehilangan anggota keluarga perempuan berusia sekitar 30 tahun untuk segera mendatangi kantor polisi terdekat atau RS Sartika Asih.
Tim penyidik gabungan terus bekerja ekstra keras dengan mengumpulkan seluruh rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sepanjang rute perjalanan kendaraan sewaan tersebut. Jalur dari rumah kontrakan di Dunguscariang hingga ke lokasi pembuangan di Jalan Terusan Suryani kini disisir secara mendetail guna mengidentifikasi pelat nomor kendaraan serta wajah pelaku.
Sejumlah saksi dari lokasi kontrakan awal hingga warga di sekitar pabrik kosong juga terus diperiksa secara intensif oleh penyidik. Polisi optimistis petunjuk berupa kesaksian warga, barang bukti fisik di kontrakan, serta rekaman CCTV akan segera mengarah pada penangkapan pelaku utama dalam waktu dekat.
Peristiwa mengerikan ini memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat Kota Bandung, khususnya para penghuni pemukiman padat dan kawasan kontrakan. Warga berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tindak pidana ini secara cepat dan transparan demi mengembalikan rasa aman dan ketenangan publik.
Kriminalitas dengan modus penyembunyian jasad seperti ini menegaskan pentingnya kewaspadaan lingkungan serta kepekaan warga terhadap aktivitas mencurigakan di sekitarnya. Keberanian warga seperti Daniel dalam memberikan kesaksian menjadi kunci penting yang membantu kepolisian mengurai benang kusut tindak kejahatan ini.
Kini, fokus utama kepolisian tertuju pada hasil autopsi resmi dari tim forensik RS Sartika Asih untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Hasil penelusuran identitas dan autopsi medis dipastikan menjadi pijakan hukum yang kuat bagi kepolisian untuk membongkar motif di balik aksi pembunuhan keji ini serta menyeret pelakunya ke meja hijau.

