Banyak cara unik dilakukan masyarakat untuk membangunkan orang untuk sahur. Bagi sebagian masyarakat, tradisi membangunkan sahur tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk membangunkan ibadah sahur namun menjadi hiburan tersendiri yang hanya dapat dirasakan hanya dalam Ramadhan.
Di Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, terdapat tradisi membangunkan orang sahur atau biasa dikenal dengan istilah lalar sahur. Tradisi dilakukan oleh para remaja dan anak-anak dikampung dengan berkeliling membunyikan benda sederhana menyusuri jalan-jalan desa menjadi sebuah harmoni musik yang indah.
Tradisi yang dilakukan menjelang waktu imsak ini diramaikan dengan tabuhan alat musik tongklek serta teriakan membangunkan sahur diikuti alat musik sederhana. Layaknya karnaval beragam lagu maupun sholawat mengiringi alunan musik yang terrcipta dari bedug dan kentongan yang dipukul berirama.
BACA JUGA
- Job Fair Gresik Dibuka Awal Juli 2026, Buka Ribuan Lowongan Kerja
- Nasib Investasi dan UMKM Gresik Ditentukan Mulai Besok: 1.095 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Disebar ke Lapangan, Ini Dampaknya bagi Warga
- Aksi Donor Darah Gressmall dan PMI Gresik Amankan Stok Darah di Tengah Tingginya Kebutuhan Medis
- SMP Plus Jauharul Maknuun IBS Juara TKA 2026 Gresik dengan Nilai 68,56, Ini Daftar Lengkap 10 SMP Terbaik
- Raih JDIH Terbaik II Jatim, Pemkab Gresik Luncurkan AI Hukum Berbasis WhatsApp untuk Layanan Publik
Dalam wawancara yang dilakukan oleh Viva.co.id Samsul, salah seorang warga mengaku, merasa diuntungkan karena bisa bangun lebih awal setelah mendengar bunyi tabuhan musik para patroli sahur.
“Kami tidak terganggu dengan mereka, Justru kami merasa senang anak-anak ini dapat membantu kami bangun lebih awal pada saat menjelang sahur. Lagian ini juga kan sudah tradisi” ujar Samsul.
Sementara itu Gus Ali, tokoh masyarakat setempat mengatakan tradisi lalar ini sudah berlangsung sejak turun temurun dan merupakan warisan nenek moyang yang perlu dilestarikan.
“Tradisi ini harus dipertahankan oleh warga. Lewat tradisi ini juga bisa membangun silaturahim dengan warga yang lain,” ujar Gus Ali.
Tradisi membangunkan orang menjelang sahur memang menjadi tradisi rutin di beberapa daerah di Kabupaten Gresik, bahkan sudah menjadi tradisi Nasional dimana tidak lengkap rasanya apabila karnaval musik sederhana khas Ramadhan ini tidak dilangsungkan ketika menjelang Sahur.
Bahkan dari tradisi musik patrol ini tercetus ide di beberapa pemerintah daerah untuk melaksanakan kontes musik patrol guna meraimakan dan menjaga tradisi khas Ramadhan ini, salah satunya kabupaten Gresik yang telah beberapa tahu terakhir melaksanakan kontes musik patrol di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) beberapa tahun terakhir.

