INIGRESIK.COM – Data terbaru Kecamatan Kebomas dalam Angka 2025 mencatat kontras menarik antara kepadatan penduduk dan jumlah rukun tetangga (RT) di 21 desa/kelurahan. Kelurahan Giri tercatat sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi mencapai 21.944 jiwa per km², disusul Singosari (15.447 jiwa/km²) dan Sidomukti (11.093 jiwa/km²).
Namun, jumlah RT terbanyak justru bukan di Giri, melainkan di Kelurahan Kembangan yang memiliki 77 RT dan 10 RW, meski kepadatannya “hanya” 4.501 jiwa/km². Adapun Giri yang terpadat hanya memiliki 19 RT dan 5 RW.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kepadatan penduduk tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah RT.
Sebagai contoh, Kelurahan Kebomas memiliki kepadatan sedang di angka 3.500 jiwa/km², tapi jumlah RT-nya hanya 18 RT, relatif lebih sedikit dibanding daerah dengan kepadatan yang mirip seperti Randuagung (8.098 jiwa/km², 74 RT).
Secara keseluruhan, Kecamatan Kebomas pada tahun 2024 tercatat memiliki 105 RW dan 558 RT. Pemerataan jumlah RT menjadi penting karena berhubungan langsung dengan pelayanan administrasi, penyaluran bantuan, hingga keamanan lingkungan.
Fenomena ini sekaligus menjadi tantangan pemerintah kecamatan untuk menyesuaikan pembentukan RT dengan perkembangan kepadatan penduduk di masa depan.

