INIGRESIK.COM – Kabar baik untuk para petani di Kabupaten Gresik. Harga pupuk bersubsidi resmi turun 20 persen dan alur pembeliannya kini lebih mudah. Kebijakan PT Pupuk Indonesia ini menjadi angin segar di tengah naiknya biaya produksi pertanian.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kebijakan tersebut saat menghadiri Rembuk Tani di Kecamatan Balongpanggang, Rabu (29/10). Menurutnya, potongan harga dan pemangkasan regulasi pembelian akan membantu petani kembali berdaya.
“Ini program yang sangat bermanfaat bagi petani, baik di Gresik maupun nasional,” tegas Bupati Yani.
Ekosistem Pertanian Gresik Diperkuat
BACA JUGA: Sumpah Pemuda ke-97: Pramuka Gresik Kukuhkan Pengurus Baru, Tegaskan Komitmen Pembentukan Karakter Pemuda
Pemkab juga mendorong Koperasi Desa Merah Putih aktif dalam distribusi pupuk dan hasil panen. Tak hanya itu, gudang Bulog seluas 5 hektare di Balongpanggang akan memperkuat rantai pasok gabah dan menstabilkan harga di tingkat petani.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan bahwa penurunan harga ini diikuti peningkatan alokasi pupuk nasional dari 5 juta ton menjadi 9,5 juta ton, serta distribusi yang lebih sederhana dan tepat sasaran.
“Kami memastikan kebutuhan pupuk petani, termasuk di Gresik, terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Gresik, Bukan Hanya Kota Industri — Tapi Juga Lumbung Pangan
Meski dikenal sebagai kawasan industri, Gresik masuk 5 besar daerah dengan luas tanam dan produktivitas padi tertinggi di utara Jawa Timur.
Data Pertanian Gresik
• Produktivitas padi 2024: 6,2 ton/ha
• Kontributor utama: Balongpanggang, Benjeng, Cerme
• Produksi cabai & bawang merah meningkat >15% dalam 2 tahun terakhir
• Perikanan air tawar di Dukun & Sidayu ikut perkuat ketahanan pangan
Dengan HET gabah yang sudah diatur serta pupuk semakin terjangkau, pemerintah optimistis kesejahteraan petani bakal meningkat

