INIGRESIK.COM – Kecamatan Kebomas, salah satu wilayah paling padat di Kabupaten Gresik, mencatat total 558 Rukun Tetangga (RT) yang tersebar di 21 desa dan kelurahan. Data terbaru tahun 2024 menunjukkan bahwa Kelurahan Kedanyang menjadi wilayah dengan jumlah RT terbanyak, yakni 75 RT. Angka ini menjadikan Kedanyang sebagai pusat kepadatan penduduk sekaligus potret dinamika sosial di Kebomas.
Sebaliknya, Desa Karangkering hanya memiliki 4 RT, menjadi yang paling sedikit di Kecamatan Kebomas. Perbedaan ini menggambarkan betapa bervariasinya tingkat kepadatan dan kebutuhan layanan masyarakat antarwilayah.
Sebaran RT dan RW di Kebomas
Selain Kedanyang, wilayah dengan jumlah RT besar adalah Randuagung (45 RT), Kembangan (27 RT), dan Indro (26 RT). Sementara untuk jumlah RW, Kedanyang juga memimpin dengan 15 RW, disusul Indro (12 RW) dan Singosari (12 RW).
Secara keseluruhan, Kecamatan Kebomas memiliki 105 RW dan 3 dusun yang tercatat resmi. Jumlah ini menunjukkan struktur pemerintahan di tingkat paling bawah yang menjadi ujung tombak pelayanan publik dan partisipasi masyarakat.
Signifikansi Data bagi Pemerintahan dan Layanan Publik
Tingginya jumlah RT di wilayah tertentu, seperti Kedanyang, menunjukkan tingginya konsentrasi penduduk yang membutuhkan perhatian lebih dari sisi layanan administrasi kependudukan, infrastruktur, hingga pengelolaan lingkungan.
Sementara wilayah dengan jumlah RT sedikit, seperti Karangkering, bisa menjadi contoh daerah dengan penduduk relatif lebih jarang atau wilayah yang lebih luas namun dengan jumlah warga yang tidak terlalu padat.
Kebomas, Pusat Pertumbuhan Gresik
Sebagai kecamatan penyangga kota Gresik, Kebomas memainkan peran penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi, sosial, dan pendidikan. Dengan 558 RT yang tersebar, wilayah ini menjadi cerminan heterogenitas masyarakat Gresik, mulai dari kawasan urban padat di Kedanyang hingga kawasan yang lebih rural di pinggiran.


