INIGRESIK.COM – Sunan Giri adalah salah satu dari Wali Songo, para penyebar agama Islam di Nusantara. Beliau dikenal sebagai tokoh dakwah yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa, khususnya melalui dunia pendidikan dan perdagangan. Sunan Giri termasuk keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad SAW.
Asal-Usul dan Masa Kecil
Nama asli Sunan Giri adalah Raden Paku. Ayahnya bernama Maulana Ishaq, seorang ulama besar dari Samarkand yang pernah bermukim di wilayah Blambangan (kini Banyuwangi). Ibunya adalah Dewi Sekardadu, putri Raja Menak Sembuyu, penguasa Blambangan.
Raden Paku lahir sekitar tahun 1365 Saka / 1443 M. Sejak awal hidupnya penuh ujian. Saat masih bayi, ia dibuang ke laut karena fitnah yang menimpa ayahnya. Beruntung, ia ditemukan oleh awak kapal yang dinakhodai seorang saudagar kaya dari Gresik bernama Nyi Ageng Pinatih. Oleh sang saudagar, bayi itu diberi nama Joko Samudra.
Menimba Ilmu Agama
Saat berusia 12 tahun, Joko Samudra dikirim untuk menimba ilmu ke Surabaya, berguru kepada Sunan Ampel di Ampeldenta. Ia kemudian menjadi sahabat sekaligus saudara seperguruan dengan Raden Rahmat (Sunan Ampel) dan santri lainnya, termasuk Raden Fatah calon raja pertama Kesultanan Demak.
Dalam perkembangannya, ia diberi gelar Ainul Yaqin.
Menikah dan Perjalanan Dakwah
Jaka Samudra menikah dua kali:
Dewi Murtosiyah – putri Sunan Ampel
Dewi Wardah – putri Ki Ageng Bungkul Surabaya
Ia kemudian berdagang ke Banjarmasin pada 1384 Saka / 1462 M. Kejujurannya membuat penduduk banyak yang menyukai dan memeluk Islam. Ketika pulang, ia membawa berbagai barang dagangan — termasuk batu dan kerikil — yang kelak menjadi bahan pembangunan pusat dakwahnya.
Mendirikan Pesantren Giri
Dengan izin Sunan Ampel, Raden Paku kembali ke Gresik dan mendirikan pesantren di daerah perbukitan yang dinamai Giri, artinya gunung. Dari sinilah daerah itu dikenal sebagai Giri Kedaton.
Pesantren tersebut berkembang menjadi pusat pendidikan Islam berpengaruh di Nusantara. Banyak tokoh penting lahir dari sana, termasuk para ulama yang kelak menyebarkan Islam ke berbagai daerah hingga luar Jawa.
Karena karisma dan kepemimpinannya, Sunan Giri diangkat sebagai penasihat Kesultanan Demak. Pertempuran penting Demak melawan Majapahit pernah terjadi pada 1407 Saka / 1485 M dengan Sunan Giri sebagai salah satu tokoh strategis.
Menjadi Pemimpin Umat
Pada tahun 1409 Saka / 1487 M, tepat tanggal 9 Maret, Sunan Giri dinobatkan menjadi pemimpin umat di Gresik oleh Sultan Demak. Penobatan itu ditandai pula dengan pengangkatan Raden Satmoko sebagai Adipati pertama Gresik. Sejak itu, tanggal penetapan Giri menjadi hari jadi Kota Gresik.
Wafat
Sunan Giri wafat pada 24 Rabi’ul Awal 913 H / 12 Agustus 1505 M, pada hari Jumat pukul 05.00 pagi. Beliau dimakamkan di kompleks pemakaman Sunan Giri di wilayah perbukitan Giri, Gresik — yang kini juga menjadi salah satu tujuan wisata religi penting di Jawa Timur.
Warisan Sunan Giri
- Penyebar Islam melalui pendidikan dan perdagangan
- Pendiri pusat dakwah Giri Kedaton
- Tokoh berpengaruh di masa awal Kesultanan Demak
- Salah satu Wali Songo yang dihormati hingga kini

