INIGRESIK.COM – Upaya meningkatkan kualitas permukiman terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Melalui kegiatan Kolaborasi Penanganan Permukiman Kumuh DAK PPKT Tahun 2025 Aspek Pertanahan, Pemkab Gresik menggandeng Bank Gresik serta Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT).
Kegiatan ini digelar pada Rabu (3/9/2025) mulai pukul 12.00 WIB di Ruang Rapat Mandala Bhakti Praja, Lantai 4 Kantor Bupati Gresik. Forum ini menjadi langkah konkret dalam menata kawasan permukiman kumuh, khususnya di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng.
Plt Direktur Utama Bank Gresik, Eddy Hadi Siswoyo, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus penguatan kerja sama lintas lembaga.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Gresik Bawean, Penumpang Terlantar Hampir Sepekan
“Dalam memenuhi pemukiman layak huni, acara ini bertujuan memberikan apresiasi dan memperkuat sinergi dengan Bank Gresik, IPAD, KPP Pratama, BPN, dan OPD di Kabupaten Gresik serta Desa Campurejo,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani menegaskan bahwa program ini membawa dampak nyata bagi warga.
“Alhamdulillah ada 90 bidang tanah direlokasi dari kumuh ke tempat yang baru,” ujarnya dalam keterangannya kepada media.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat penataan kawasan melalui kepastian aspek pertanahan, sekaligus memberikan akses pembiayaan yang inklusif bagi masyarakat. Peran Bank Gresik di bidang pendanaan serta IPPAT dalam legalitas pertanahan menjadi kunci agar program berjalan berkelanjutan.
Pemkab Gresik menegaskan, sinergi lintas lembaga sangat dibutuhkan untuk mewujudkan permukiman layak huni, sehat, dan produktif. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi percepatan penanganan kawasan kumuh di Gresik.

