INIGRESIK.COM – Universitas Sunan Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program percepatan penurunan stunting melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Kapasitas Kader dalam Upaya Pencegahan Stunting Menggunakan SI CETING (Aplikasi Informasi Cegah Stunting) di Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026 dengan melibatkan 31 kader kesehatan Desa Leminggir sebagai peserta utama.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Elies Meilinawati S.B., S.ST., S.Psi., M.Keb. sebagai ketua tim, didampingi oleh Anwar Sadad, M.Kom dan Bdn. Lidia Aditama Putri, S.ST., M.K.M. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat sekaligus kontribusi nyata Universitas Sunan Gresik dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua Tim PkM, Elies Meilinawati, menyampaikan bahwa stunting masih menjadi salah satu isu kesehatan prioritas nasional yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media edukasi yang mudah diakses, menarik, dan dapat digunakan secara berkelanjutan oleh kader maupun masyarakat.
“SI CETING kami kembangkan sebagai media edukasi digital yang memuat informasi pencegahan stunting secara komprehensif, mulai dari masa remaja, kehamilan, bayi usia 0–6 bulan, anak usia 6–24 bulan, pola asuh, lingkungan sehat, video edukasi, hingga fitur monitoring tumbuh kembang anak. Harapannya, kader dapat memberikan edukasi yang lebih efektif dan masyarakat dapat mengakses informasi kesehatan kapan saja,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan aplikasi SI CETING, diskusi interaktif, praktik langsung penggunaan aplikasi, serta evaluasi pengetahuan kader melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pemahaman stunting, tetapi juga strategi pencegahan sejak masa remaja hingga usia balita.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi SI CETING mampu meningkatkan pengetahuan kader kesehatan terkait pencegahan stunting. Nilai rata-rata pengetahuan kader meningkat dari 96,00 pada saat pre-test menjadi 98,19 pada saat post-test, dengan hasil uji statistik yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan setelah intervensi edukasi menggunakan aplikasi SI CETING. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi alternatif efektif dalam mendukung program promosi kesehatan dan pencegahan stunting di masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para kader aktif berdiskusi, mencoba fitur-fitur aplikasi, serta berbagi pengalaman dalam melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Leminggir dan tenaga kesehatan setempat yang menyambut baik inovasi tersebut.
Ketua TP PKK Desa Leminggir, Sri Indah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh tim Universitas Sunan Gresik.
“Kegiatan pengabdian masyarakat melalui aplikasi SI CETING sangat membantu kader dan masyarakat dalam memahami pencegahan stunting secara lebih mudah dan menarik. Materi yang disampaikan lengkap, mulai dari remaja, ibu hamil, bayi, hingga pola asuh anak. Kami berharap aplikasi ini dapat terus digunakan sebagai media edukasi kesehatan di Desa Leminggir.”
Senada dengan hal tersebut, Bidan Desa Leminggir, Titik Rahmawati, menilai bahwa aplikasi SI CETING merupakan inovasi yang mendukung efektivitas penyuluhan kesehatan di tingkat desa.
“SI CETING menjadi inovasi edukasi yang sangat bermanfaat bagi kader dan ibu-ibu di desa. Tampilan aplikasi yang sederhana dan materi yang mudah dipahami membantu proses penyuluhan menjadi lebih efektif. Fitur monitoring tumbuh kembang juga mendukung deteksi dini risiko stunting pada anak.”
Sementara itu, salah satu kader kesehatan Desa Leminggir, Yefi Hidayah, mengungkapkan bahwa keberadaan aplikasi tersebut memberikan kemudahan dalam menjalankan tugas edukasi kepada masyarakat.
“Dengan adanya aplikasi SI CETING, kami sebagai kader lebih mudah memberikan edukasi tentang stunting kepada masyarakat. Video edukasi dan materi yang tersedia membuat kami lebih percaya diri saat melakukan penyuluhan di posyandu maupun kunjungan rumah.”
Melalui kegiatan ini, Universitas Sunan Gresik berharap pemanfaatan aplikasi SI CETING dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari kegiatan rutin kader kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain meningkatkan kapasitas kader, penggunaan teknologi digital diharapkan mampu memperluas akses informasi kesehatan sehingga mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan kader kesehatan dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

