INIGRESIK.COM – Kabupaten Jombang menjadi tuan rumah gelaran Jombang Influencer Camp 2025, Sabtu–Minggu (25–26 Oktober 2025), yang dihadiri 38 influencer dan pegiat media sosial dari berbagai daerah di Jawa Timur. Acara kolaboratif ini menghadirkan kreator konten, media lokal, serta komunitas digital untuk mempromosikan potensi wisata, budaya, dan UMKM Jombang ke ranah publik yang lebih luas.
Dalam daftar peserta, hadir perwakilan dari berbagai daerah antara lain Gresik (@inigresik, @wisatagresik, @mbolangjatim), Lamongan (@lamonganpopuler, @event.lamongan), Tuban (@info_tuban, @exploretuban, @tubancekrek), Mojokerto (@updatemojokerto, @aslimojokertocom, @dutacafe), Kediri (@kediri.media, @medsoskediri, @kediriraya_info), Nganjuk (@asli.nganjuk, @infonganjuk, @pesonawisatanganjuk), Bojonegoro (@lingkarjonegoro, @revanazilaa), Ponorogo (@ponorogojalanjalan, @ponorogo_trending), Malang Raya dan Batu (@malangraya_info, @infomalangan, @acarakotabatu, @explore_batu), Surabaya (@ini_surabaya, @lovesuroboyo), Madiun–Magetan (@medhioen.ae, @halomadiun, @magetanviral, @beritamagetan), dan @inijawatimur.
Dari tuan rumah sendiri, hadir sejumlah akun lokal seperti @kabarjombangdotcom, @festivaljawatimur, @pariwisata_wonosalam, @kuliner.jombang, @rosakulineran, dan @njajankita.
Wisata Religi, Budaya, dan Digital Storytelling
Agenda travel experience ini mengajak peserta menjelajahi sisi religi dan budaya Jombang. Rombongan memulai perjalanan dari Makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng, dilanjutkan ke Klenteng Hong San Kiong dan Museum Wayang Potehi Gudo, simbol harmoni antarbudaya di kota santri.
Selain wisata religi, peserta juga mengunjungi Rumah Kerajinan Manik-Manik Gudo, salah satu sentra UMKM unggulan yang produknya telah menembus pasar nasional dan internasional. Di sana, para kreator mendokumentasikan proses pembuatan hingga kisah humanis para pengrajin untuk mendorong kampanye #UMKMJombangNaikKelas.
Malam harinya, peserta memeriahkan Jombang Fest 2025 di Alun-alun Jombang dengan menikmati pertunjukan seni budaya, kuliner khas, dan interaksi langsung bersama warga.
Petualangan di Lereng Gunung Anjasmoro
Hari kedua ditutup dengan content hunting di Lereng Gunung Anjasmoro, Wonosalam, yang menyuguhkan panorama pegunungan dan udara sejuk khas dataran tinggi. Aktivitas camping serta sharing session menjadi ajang tukar inspirasi antar kreator untuk memperkuat jejaring promosi wisata berbasis konten digital.
Ketua Panitia Jombang Influencer Camp 2025, Rony Suhartomo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan Jombang lewat gaya komunikasi kreatif khas generasi muda.
“Kami ingin memperkenalkan Jombang lewat perspektif anak muda dan storytelling digital. Influencer punya kekuatan menggerakkan tren dan memengaruhi publik. Dengan kegiatan ini, Jombang bisa tampil bukan hanya sebagai kota transit, tapi destinasi yang wajib dikunjungi,” ujarnya.
Rony yang juga penggagas akun @wargajombang menambahkan, kolaborasi lintas daerah ini membangun sinergi kuat antar media kreatif Jawa Timur.
“Semakin banyak konten positif yang beredar, semakin besar peluang wisata dan UMKM kita berkembang. Kami berharap dari kegiatan ini muncul efek nyata—mulai dari naiknya angka kunjungan wisata hingga meningkatnya penjualan produk lokal,” tambahnya.
Dengan semangat kolaborasi dan dukungan dari 38 kreator lintas daerah, Jombang Influencer Camp 2025 membuktikan bahwa promosi wisata daerah bisa dilakukan dengan cara kreatif, relevan, dan berdaya jangkau luas melalui kekuatan media sosial.




