INIGRESIK.COM – Fakta baru mengungkap sisi kelam dari tragedi berdarah yang merenggut nyawa Wardatun Toyibah (28), seorang agen BRILink asal Desa Imaan, Kecamatan Dukun. Pada Senin (7/7/2025), jajaran kepolisian resmi menggelar rekonstruksi atas peristiwa perampokan dan pembunuhan yang menggemparkan publik sejak Maret 2024.
Rekonstruksi yang dilakukan di empat titik — rumah pelaku, rumah korban, tempat jagal, dan tepi sungai — mempertontonkan 33 adegan keji yang diperagakan langsung oleh dua tersangka: Ahmad Midhol (39) dan Asrofin (40).
Adegan dimulai dari perencanaan matang di rumah Midhol, dilanjutkan pembobolan rumah korban dengan linggis, hingga penusukan brutal yang menyebabkan korban tewas seketika. Tidak berhenti di situ, keduanya juga memperagakan cara membawa kabur uang ratusan juta rupiah milik korban.
Suasana Desa Imaan mendadak tegang. Ratusan warga, dari anak-anak hingga lansia, memadati jalanan. Tak sedikit yang memanjat loteng dan pagar demi menyaksikan langsung reka ulang tragedi yang mengguncang desa mereka.
“Tangkap mati saja pelaku kejam ini!” teriak salah satu warga ketika kedua tersangka keluar dari mobil tahanan. Sorakan dan hujatan membahana, menggambarkan betapa luka masyarakat belum pulih.
Tangis pecah dari keluarga korban, terutama saat adegan pembunuhan diperagakan. Ulfa, bibi korban, hanya bisa menunduk sambil menyeka air mata.
“Kami hanya ingin keadilan. Jangan sampai ini terulang lagi di desa kami,” ujarnya lirih.
Pihak kepolisian menyebutkan rekonstruksi ini adalah syarat penting untuk pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri Gresik. Dari proses ini, akan ditentukan pasal-pasal yang menjerat kedua pelaku — mulai dari perencanaan pembunuhan, pencurian dengan kekerasan, hingga pembunuhan berencana.

