INIGRESIK.COM – Pegadaian resmi merilis pergerakan nilai komoditas mulia untuk perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. Transaksi jual beli emas batangan cetakan Galeri 24, Antam, serta UBS tercatat stagnan dibanding sesi perdagangan Kamis sore sebelumnya.
Berdasarkan data operasional resmi, pecahan 1 gram Antam dipatok Rp 2.600.000 per gram. Pada saat bersamaan, varian Galeri 24 ukuran 1 gram dijual Rp 2.509.000, sedangkan emas cetakan UBS bertahan pada angka Rp 2.533.000 per gram.
Pergerakan harga pasar yang cenderung menahan diri ini terjadi di tengah penyesuaian indikator makroekonomi global. Penguatan nilai tukar mata uang asing serta dinamika pasar komoditas energi dunia turut memengaruhi keputusan para investor domestik dalam mengamankan aset.
Bagi masyarakat yang merencanakan pelepasan aset, nilai pembelian kembali atau buyback juga berada pada level konsisten. Pegadaian menetapkan patokan harga beli kembali untuk Galeri 24 ukuran 1 gram pada tingkat Rp 2.362.000 per gram.
Sementara itu, batangan Antam dan UBS untuk pecahan 1 gram memiliki nilai buyback seragam senilai Rp 2.337.000 per gram. Selisih antara harga jual dan nilai buyback ini menjadi komponen perhitungan penting bagi pemegang instrumen investasi fisik.
Konstelasi harga jual instrumen investasi ini tersebar rata dari pecahan terkecil 0,5 gram hingga bobot besar. Ketersediaan ukuran yang bervariasi memberi ruang fleksibilitas bagi masyarakat dalam menyesuaikan portofolio sesuai kapasitas anggaran masing-masing investor.
Untuk produk emas cetakan Galeri 24, ukuran paling ringkas 0,5 gram dilepas seharga Rp 1.316.000. Ukuran sedang seperti 2 gram dipasarkan Rp 4.958.000, serta pecahan 5 gram ditawarkan pada angka Rp 12.302.000 bagi para pembeli.
Masyarakat yang mengincar pecahan lebih besar dapat memilih ukuran 10 gram seharga Rp 24.538.000. Opsi berikutnya mencakup pecahan 25 gram sebesar Rp 61.015.000, serta varian 50 gram yang diperdagangkan senilai Rp 121.932.000 hari ini.
Kebutuhan akumulasi aset skala menengah hingga besar dilayani lewat ukuran 100 gram seharga Rp 243.744.000. Selain itu, terdapat opsi 250 gram sebesar Rp 607.862.000 dan ukuran 500 gram pada level Rp 1.215.723.000.
Pilihan terbesar untuk cetakan Galeri 24 hadir dalam bobot 1.000 gram atau 1 kilogram. Aset bernilai tinggi ini dapat dimiliki investor dengan nilai transaksi sebesar Rp 2.431.446.000 pada seluruh gerai penyedia.
Lini produk Antam juga menampilkan struktur harga yang tertata dari ukuran terkecil. Pecahan 0,5 gram Antam dilego Rp 1.351.000, diikuti pecahan 2 gram seharga Rp 5.138.000, dan varian 3 gram senilai Rp 7.682.000.
Ukuran populer lainnya seperti 5 gram dipatok Rp 12.769.000, sedangkan varian 10 gram dapat dibeli seharga Rp 25.482.000. Untuk ukuran 25 gram, Pegadaian membanderol produk Antam pada angka Rp 63.577.000.
Bagi pengumpul aset kelas berat, Antam menyediakan pecahan 50 gram seharga Rp 127.073.000. Sementara itu, opsi emas batangan Antam pecahan 100 gram dapat ditebus pada nilai transaksi Rp 254.067.000.
Alternatif investasi lainnya diwakili oleh emas cetakan UBS yang tak kalah diminati. Varian 0,5 gram UBS dijual Rp 1.370.000, diikuti pecahan 2 gram seharga Rp 5.027.000, serta ukuran 5 gram sebesar Rp 12.422.000.
Pecahan sedang UBS ukuran 10 gram dipasarkan pada level Rp 24.713.000. Pilihan investasi berlanjut pada pecahan 25 gram seharga Rp 61.662.000 dan batangan 50 gram yang dipatok Rp 123.071.000.
Skala pembelian lebih tinggi pada cetakan UBS mencakup ukuran 100 gram seharga Rp 246.045.000. Emas UBS pecahan 250 gram dijual Rp 614.931.000, dan varian 500 gram ditawarkan pada nilai Rp 1.228.417.000.
Di sisi pencairan dana atau pemanfaatan likuiditas, cermatan terhadap struktur buyback menjadi krusial. Harga pencairan batangan Galeri 24 pecahan 0,5 gram tercatat senilai Rp 1.179.000 pada skema pendaftaran resmi.
Buyback Galeri 24 ukuran 2 gram berada di kisaran Rp 4.716.000, sedangkan pecahan 5 gram bernilai Rp 11.790.000. Ukuran 10 gram memiliki nilai buyback Rp 23.581.000 dan pecahan 25 gram mencapai Rp 58.663.000.
Bagi pemilik emas Galeri 24 ukuran 50 gram, dana buyback yang diterima sebesar Rp 117.326.000. Pecahan 100 gram dihargai Rp 234.653.000, serta ukuran 250 gram bernilai pencairan Rp 583.729.000.
Dua ukuran terbesar Galeri 24, yakni 500 gram dan 1.000 gram, masing-masing mencatatkan nilai buyback Rp 1.167.458.000 dan Rp 2.334.917.000. Pemilik dapat melakukan transaksi jual kembali di outlet resmi.
Daftar buyback untuk emas batangan Antam juga menyajikan angka transparan. Pecahan 0,5 gram dihargai Rp 1.168.000, pecahan 2 gram senilai Rp 4.674.000, serta batangan 3 gram bernilai pencairan Rp 7.011.000.
Selanjutnya, buyback Antam ukuran 5 gram dipatok Rp 11.685.000 dan pecahan 10 gram sebesar Rp 23.371.000. Untuk ukuran 25 gram, pemilik emas mendapatkan nilai jual kembali sebesar Rp 58.140.000.
Penjualan kembali Antam pecahan 50 gram menghasilkan dana bersih Rp 116.280.000. Sementara itu, varian 100 gram mencatatkan angka buyback sebesar Rp 232.560.000 berdasarkan pembaruan data terkini.
Pada kategori produk UBS, harga buyback pecahan 0,5 gram hingga 100 gram mencatatkan nilai yang persis sama dengan Antam. Pecahan 0,5 gram bernilai Rp 1.168.000 dan pecahan 2 gram seharga Rp 4.674.000.
Ukuran 5 gram UBS tercatat senilai Rp 11.685.000, sedangkan varian 10 gram berada pada posisi Rp 23.371.000. Nilai pencairan pecahan 25 gram dipatok Rp 58.140.000 dan ukuran 50 gram Rp 116.280.000.
Pecahan besar UBS 100 gram mencatatkan buyback senilai Rp 232.560.000. Untuk ukuran 250 gram, dana pencairan mencapai Rp 579.671.000, sedangkan varian 500 gram dihargai Rp 1.159.343.000.
Pergerakan harga fisik di lembaga keuangan non-bank ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi pasar internasional. Pelaku pasar global saat ini cenderung berhati-hati sembari mencermati rilis indikator data inflasi Amerika Serikat.
Arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral The Fed turut memegang peranan utama dalam membentuk tren harga. Selain itu, dinamika harga minyak mentah dunia memberikan tekanan tambahan pada pergerakan logam mulia.
Kondisi geopolitik kawasan Timur Tengah yang masih bergejolak menjadi faktor eksternal lain yang diperhitungkan. Fluktuasi ini memicu pergeseran minat pemodal dalam memilih aset aman untuk mengamankan nilai kekayaan mereka.
Bagi masyarakat umum, pemahaman atas selisih harga jual dan buyback sangat penting sebelum mengambil keputusan. Langkah investasi jangka panjang membutuhkan kalkulasi matang agar imbal hasil yang diperoleh bisa maksimal.
Pegadaian mengimbau nasabah untuk terus memantau pembaruan data secara berkala sebelum bertransaksi. Ketetapan nilai transaksi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pergerakan pasar keuangan nasional dan global.
Stabilitas harga hari ini membuka kesempatan bagi investor untuk melakukan penataan ulang portofolio finansial. Memilih antara menambah simpanan batangan atau melakukan pencairan dana sangat bergantung pada kebutuhan likuiditas mendesak.
Ke depan, nilai komoditas mulia diproyeksikan tetap menjadi acuan utama perlindungan nilai mata uang. Transparansi informasi resmi dari penyedia layanan membantu masyarakat mengambil keputusan finansial yang bijak dan terukur.

