Close Menu
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Kuliner Gresik
  • Wisata Gresik
  • Daftar Isi
    • Bibliography
    • Boso Gresikan
    • Budaya Gresik
  • Profil Media
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
    • ABSEN
      • TIMER
      • SERTIFIKAT
  • PESAN

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Universitas Sunan Gresik Dorong Kemandirian Pupuk Petani Desa Lasem Lewat Inovasi Biofertilizer Daun Sirsak

Mei 24, 2026

Dosen Universitas Sunan Gresik Edukasi Warga Desa Lasem soal Biopori, 84 Persen Siap Terapkan di Rumah

Mei 23, 2026

Universitas Sunan Gresik Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Karang Taruna Desa Lasem Dilatih Buat Biopestisida Alami

Mei 22, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Universitas Sunan Gresik Dorong Kemandirian Pupuk Petani Desa Lasem Lewat Inovasi Biofertilizer Daun Sirsak
  • Dosen Universitas Sunan Gresik Edukasi Warga Desa Lasem soal Biopori, 84 Persen Siap Terapkan di Rumah
  • Universitas Sunan Gresik Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Karang Taruna Desa Lasem Dilatih Buat Biopestisida Alami
  • Dari Pekarangan ke Produk Bernilai Jual, Universitas Sunan Gresik Gelar Pelatihan Teh Herbal SIRANI di Desa Lasem
  • Lawan Bau dan Asap! Warga Desa Lasem Sidayu Sulap Sampah Dapur dan Daun Kering Jadi “Emas Hitam”
  • BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kementerian Koperasi, Perluas Perlindungan Jaminan Sosial untuk Anggota Koperasi di Seluruh Indonesia
  • Pemkab Gresik dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 5,87 Juta Batang Rokok Ilegal
  • Pelepasan Jamaah Haji Gresik 2026 Berlangsung Haru, Ribuan Keluarga Antar Keberangkatan ke Tanah Suci
Facebook X (Twitter) Instagram
inigresik.cominigresik.com
  • Home
  • Berita
  • Artikel

    Universitas Sunan Gresik Dorong Kemandirian Pupuk Petani Desa Lasem Lewat Inovasi Biofertilizer Daun Sirsak

    Mei 24, 2026

    Dosen Universitas Sunan Gresik Edukasi Warga Desa Lasem soal Biopori, 84 Persen Siap Terapkan di Rumah

    Mei 23, 2026

    Universitas Sunan Gresik Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Karang Taruna Desa Lasem Dilatih Buat Biopestisida Alami

    Mei 22, 2026

    Lawan Bau dan Asap! Warga Desa Lasem Sidayu Sulap Sampah Dapur dan Daun Kering Jadi “Emas Hitam”

    Mei 19, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kementerian Koperasi, Perluas Perlindungan Jaminan Sosial untuk Anggota Koperasi di Seluruh Indonesia

    Mei 18, 2026
  • Kuliner Gresik

    Dimsum Mentai: Perpaduan Lezat Oriental dan Jepang yang Bikin Nagih!

    November 29, 2025

    Gulai Ubus, Kuliner Langka Khas Gresik yang Terinspirasi dari Masakan Arab

    Oktober 31, 2025

    Menikmati Soto Terenak di Gresik: Sensasi Kuliner yang Wajib Dicoba

    Februari 14, 2025

    10 Kuliner Khas Gresik yang Wajib Dicoba, Dijamin Lezat!

    Februari 13, 2025

    Bongko Kopyor: Takjil Legendaris Khas Gresik di Bulan Ramadan

    Januari 28, 2025
  • Wisata Gresik

    Wagos Masuk Kandidat Penghargaan Nasional: Wisata Gresik Terbaru Ini Gaet 485 Ribu Pengunjung dan Rp694 Juta Pendapatan

    Juni 19, 2025

    10 Tempat Wisata Hits Gresik 2025: Destinasi Kekinian yang Wajib Dikunjungi

    Juni 17, 2025

    Wisata Baru di Gresik 2025: Destinasi Menarik yang Wajib Dikunjungi

    April 1, 2025

    Telaga Ngipik: Wisata Alam Eks Tambang yang Menyuguhkan Keindahan di Gresik

    Januari 28, 2025

    Rekomendasi Wisata Edukasi Lontar Sewu Gresik

    Januari 14, 2025
  • Daftar Isi
    • Bibliography
    • Boso Gresikan
    • Budaya Gresik
  • Profil Media
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
    • ABSEN
      • TIMER
      • SERTIFIKAT
  • PESAN
inigresik.cominigresik.com
Home » Sejarah Kabupaten Gresik
Artikel

Sejarah Kabupaten Gresik

By November 17, 2020Updated:November 18, 2020Tidak ada komentar
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
Sejarah Kabupaten Gresik
Sejarah Kabupaten Gresik
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Menurut catatan dari Tiongkok, Gresik didirikan di abad ke-14 oleh seorang Tionghoa

Sejak abad ke-11, Gresik menjadi pusat perdagangan dan kota bandar yang dikunjungi oleh banyak bangsa seperti, Cina, Arab, Champa, dan Gujarat.    Gresik juga sebagai pintu masuk Islam pertama di Jawa, yang antara lain ditandai dengan adanya makam-makam Islam kuno dari Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Fatimah binti Maimun.

Gresik sudah menjadi salah satu pelabuhan utama dan kota dagang yang cukup penting sejak abad ke-14, serta menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dari Maluku menuju Sumatera dan daratan Asia (termasuk India dan Persia). Hal ini berlanjut hingga era VOC.    Tahun 1411 penguasa Gresik, seorang kelahiran Guangzhou, mengirim utusan ke kaisar Tiongkok. Di abad ke-15, Gresik menjadi pelabuhan dagang internasional yang besar. Dalam Suma Oriental-nya, Tomé Pires menyebutnya sebagai “permata pulau Jawa di antara pelabuhan dagang”.

Pada era VOC, Afdeeling Gresik terdiri dari Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Sedayu. Kota Gresik sendiri berada pada jalur utama jalan pos Daendels. Perkembangan Surabaya yang cukup pesat memaksa dihapuskannya Kabupaten Gresik dan bergabung dengan Kabupaten Surabaya pada tahun 1934.     

Pada awal Kemerdekaan Indonesia, Gresik hanyalah sebuah kawedanan di bawah Kabupaten Surabaya. Didirikannya Pabrik Semen Gresik pada tahun1953 merupakan titik awal industrialisasi di Gresik. Pada tahun 1974, status Kabupaten Surabaya dihapus dan sebagai penggantinya adalah Kabupaten Gresik, dengan bupati pertama H. Soeflan. Kawasan permukiman pun semakin melebar, dan bahkan pusat pemerintahan dipindahkan ke Kawasan Bunder.

Pada era VOC, Afdeeling Gresik terdiri dari Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Sedayu. Kota Gresik sendiri berada pada jalur utama jalan pos Daendels.    Perkembangan Surabaya yang cukup pesat memaksa dihapuskannya Kabupaten Gresik dan bergabung dengan Kabupaten Surabaya pada tahun 1934.

Kawedanan

Pada awal Kemerdekaan Indonesia, Gresik hanyalah sebuah kawedanan di bawah Kabupaten Surabaya. Didirikannya Pabrik Semen Gresik pada tahun 1953 merupakan titik awal industrialisasi di Gresik. Pada tahun 1974, status Kabupaten Surabaya dihapus dan sebagai penggantinya adalah Kabupaten Gresik, dengan bupati pertama H. Soeflan. Kawasan permukiman pun semakin melebar, dan bahkan pusat pemerintahan dipindahkan ke Kawasan Bunder.

Gresik sudah dkenal sejak abad ke-11 ketika tumbuh menjadi pusat perdagangan tidak saja antar pulau, tetapi sudah meluas keberbagai Negara. Sebaga kota Bandar, Gresik banyak dikunjungi pedagang Cina, Arab, Gujarat, Kalkuta, Siam, Benggali, Campa dan lain-lain. Gresik mulai tampil menonjol dalam peraturan sejarah sejak berkembangnya agama Islam di tanah Jawa. Pembawa dan penyebar agama islam tersebut tidak lain adalah Syech Maulana Malik Ibrahim yang bersama-sama Fatimah Binti Maimun masuk ke Gresik pada awal abad ke-11.   

Sejak lahir dan berkembangnya kota Gresik selain berawal dari masuknya agama Islam yang kemudian menyebar keseluruh pulau Jawa, tidak terlepas dari nama Nyai Ageng Penatih, dari janda Kaya Raya, yang juga seorang syahbandar, inilah nantinya akan kita temukan nama seseorang yang kemudian menjadi tonggak sejarah berdirinya kota Gresik.

Dia adalah seorang bayi asal Blambangan (Kabupaten Banyuwangi) yang dbuang ke laut oleh orang tuanya. Dan ditemukan oleh para pelaut anak buah Nyai Ageng Pinatih yang kemudian diberi nama Jaka Samudra. Setelah perjaka bergelar Raden Paku yang kemudian menjadi penguasa pemerintahan yang berpusat di Giri Kedaton, dari tempat inilah beliau kemudian dikenal dengan panggilan Sunan Giri.   

Kalau Syech Maulana Malik Ibrahim pada jamannya dianggap sebagai para penguasa, tiang para raja dan menteri, maka Sunan Giri disamping kedudukannya sebagai seorang Sunan atau Wali (penyebar agama Islam) juga dianggap sebagai Sultan/Prabu (penguasa pemerintahan)

Sunan Giri dikenal menjadi salah satu tokoh Wali Songo ini, juga dikenal dengan prabu Satmoto atau Sultan Aiun Yaqin. Tahun dimana beliau dinobatkan sebagai penguasa pemerintahan (1487 M) akhirnya dijadikan sebagai hari lahirnya kota Gresik.    Beliau memerintah gresik selama 30 tahun dan dilanjutkan oleh keturunanya sampai kurang lebih 200 tahun.

Menjabat sebagai bupati yang pertama adalah Kyai Ngabehi Tumenggung Poesponegoro pada tahun 1617 saka, yang jasadnya dimakamkan di komplek makan Poesponegoro di Jalan Pahlawan Gresik, satu komplek dengan makam Syech Maulana Malik Ibrahim.

Kabupaten Surabaya

Semula kabupaten ini bernama Kabupaten Surabaya. Memasuki dilaksanakannya PP Nomor 38 Tahun 1974, seluruh kegiatan pemerintahan mulai berangsur-angsur dipindahkan ke Gresik dan namanya kemudian berganti dengan Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik dengan pusat kegiatan di kota Gresik

Kabupaten Gresik yang merupakan sub wilayah pengembangan bagian (SWPB) tidak terlepas dari kegiatan sub wilayah pengembangan Gerbang Kertosusilo (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan).    Termasuk salah satu bagian dari 9 sub wilayah pengembangan Jawa Timur yang kegiatannya diarahkan pada sektor pertanian, industri, perdagangan, maritim, pendidikan dan industri wisata.

Dengan ditetapkannya Gresik sebagai bagian salah satu wilayah pengembangan Gerbangkertosusilo dan juga sebagai wilayah industri, maka kota Gresik menjadi lebih terkenal dan termashur, tidak saja di persada nusantara, tapi juga ke seluruh dunia yang di tandai denganmunculnya industri multi modern yang patut dibanggakan bangsa Indonesia.      ————— — – — — –  1. ^ M. C. Ricklefs, A History of Modern Indonesia since c. 1200, Palgrave MacMillan, New York, 2008 (terbitan ke-4), ISBN 978-0-230-54686-8, p. 41  sumber : wikipedia.org

Sejarah Gresik
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

Related Posts

Universitas Sunan Gresik Dorong Kemandirian Pupuk Petani Desa Lasem Lewat Inovasi Biofertilizer Daun Sirsak

Mei 24, 2026

Dosen Universitas Sunan Gresik Edukasi Warga Desa Lasem soal Biopori, 84 Persen Siap Terapkan di Rumah

Mei 23, 2026

Universitas Sunan Gresik Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Karang Taruna Desa Lasem Dilatih Buat Biopestisida Alami

Mei 22, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Postingan Terbaru
  • Universitas Sunan Gresik Dorong Kemandirian Pupuk Petani Desa Lasem Lewat Inovasi Biofertilizer Daun Sirsak
  • Dosen Universitas Sunan Gresik Edukasi Warga Desa Lasem soal Biopori, 84 Persen Siap Terapkan di Rumah
  • Universitas Sunan Gresik Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Karang Taruna Desa Lasem Dilatih Buat Biopestisida Alami
  • Dari Pekarangan ke Produk Bernilai Jual, Universitas Sunan Gresik Gelar Pelatihan Teh Herbal SIRANI di Desa Lasem
  • Lawan Bau dan Asap! Warga Desa Lasem Sidayu Sulap Sampah Dapur dan Daun Kering Jadi “Emas Hitam”
  • BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kementerian Koperasi, Perluas Perlindungan Jaminan Sosial untuk Anggota Koperasi di Seluruh Indonesia
  • Pemkab Gresik dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 5,87 Juta Batang Rokok Ilegal
  • Pelepasan Jamaah Haji Gresik 2026 Berlangsung Haru, Ribuan Keluarga Antar Keberangkatan ke Tanah Suci
  • 281 Perkara Tuntas dalam 5 Bulan, Bupati Yani Apresiasi Sinergi Penegak Hukum di Gresik
RSS Berita
  • Jogging Track Stadion Gelora Joko Samudro Gresik Ambles Akibat Longsor, BPBD Pasang Garis Pembatas Januari 3, 2026
  • MUSDA MUI Kebomas, Kiai Rofiq Tekankan Pentingnya Kolaborasi Tua dan Muda dalam Organisasi Oktober 30, 2025
  • Perkuat Sinergi Desa dan Polisi, Kapolres Gresik Luncurkan “Lapor Cak Roma” untuk Wujudkan Gresik Aman dan Kondusif Oktober 11, 2025
  • Damar Kurung Gresik Tembus Kemasan Teh Botol Sosro, Nyala Budaya Lokal Kini Hadir di Jutaan Tangan September 30, 2025
  • Film Komunitas Gresik Tembus Australia Barat, Gemintang dan Salah Melihat Jalan Surga Diputar di IWAFF 2025 September 30, 2025
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • Telegram
  • Pinterest
Don't Miss
Artikel

Universitas Sunan Gresik Dorong Kemandirian Pupuk Petani Desa Lasem Lewat Inovasi Biofertilizer Daun Sirsak

By Nanim MaulidiyyahMei 24, 2026

INIGRESIK – Universitas Sunan Gresik (USG) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pertanian berkelanjutan…

Dosen Universitas Sunan Gresik Edukasi Warga Desa Lasem soal Biopori, 84 Persen Siap Terapkan di Rumah

Mei 23, 2026

Universitas Sunan Gresik Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Karang Taruna Desa Lasem Dilatih Buat Biopestisida Alami

Mei 22, 2026

Dari Pekarangan ke Produk Bernilai Jual, Universitas Sunan Gresik Gelar Pelatihan Teh Herbal SIRANI di Desa Lasem

Mei 20, 2026
Tentang Kami
Tentang Kami

iniGresik bertekad menjadi media yang suportif, explore potensi dan segala pernak pernik Gresik sebagai kota santri. Mulai wisata kuliner, budaya, industri, sampai kabar & lowongan terintegrasi dalam @inigresik

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp Telegram
Berita

Universitas Sunan Gresik Dorong Kemandirian Pupuk Petani Desa Lasem Lewat Inovasi Biofertilizer Daun Sirsak

Mei 24, 2026

Dosen Universitas Sunan Gresik Edukasi Warga Desa Lasem soal Biopori, 84 Persen Siap Terapkan di Rumah

Mei 23, 2026

Universitas Sunan Gresik Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Karang Taruna Desa Lasem Dilatih Buat Biopestisida Alami

Mei 22, 2026
New Comments
  • Danil Setiawan pada Kelompok 15 KKN Universitas Gresik Bersama MI Al Khoiriyah Meriahkan Peringatan Hari Anak Nasional dengan Beragam Lomba Kreatif
  • Amelia pada Kelompok 15 KKN Universitas Gresik Bersama MI Al Khoiriyah Meriahkan Peringatan Hari Anak Nasional dengan Beragam Lomba Kreatif
  • Eriko Fahmi pada Belajar Bahasa Isyarat di Tengah Festival Nasi Krawu: Komunitas RASA Gresik Hadirkan Ruang Inklusif untuk Teman Tuli
  • Riz f pada Buruan, Dinas Tenaga Kerja Gresik Buka Pelatihan Operator Forklift GRATIS, Ini Syaratnya!
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.
  • Redaksi
  • Profil Media
  • Logo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Daftar Isi
    • Boso Gresik’an
  • Karir
  • Tentang Kami

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.