Categories
Artikel

Sejarah Penamaan Desa “Manyar”

Sejarah Manyar
Tersebutlah dari sebuah cerita desa Manyar berawal dari munculnya daratan yang disebabkan adanya daratan baru yang muncul di pesisir utara Gresik tepatnya disebelah barat. Daratan ini diketahui berasal dari endapan pasir tanah bercampur dengan kapur yang terbawa oleh air hujan dari arah selatan yang memiliki kontur lebih tinggi
Karena proses endapan yang berlangsung puluhan hingga ratusan tahun maka semakin luas dan menarik banyak orang untuk tinggal dan menetap disana. Selaindekat dengan laut yang memudahkan untuk mencari ikan daerah ini juga banyak ditumbuhi berbagai tanaman mangrove atau bakau 
Beberapa orang menyebut dataran baru ini dengan Lemah (daratan atau tanah, Jawa) Anyar (baru,Jawa). Kedua kata ini kemudian diakronimkan sehingga kata Lemah Anyar menjadi Manyar
Keberadaan berbagai tumbuhan disana juga sangat disukai oleh berbagai burung. sehingga untuk mengingat dan lebih menghafal orang sekitar menyebutnya burung Manyar. Sehingga dalam perkembangannya Manyar menjadi nama sebuah desa yang terbagi antara lain Manyar Rejo, Manyar Sidomukti, Manyar Sidorukun
Sumber : Sekelumit asal usul nama desa oleh Loemaksono; Persada; 2014


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Categories
Artikel

Profil Desa Leran Manyar

Masjid Leran Manyar
Desa Leran merupakan daerah pesisir utara pulau Jawa dan menjadi tempat yang pertama dituju Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Siti Fatimah Binti Maimun saat tiba di tanah Jawa. Adanya sisa-sisa kehidupan bandar adalah bukti bahwa dulunya desa tersebut kota bandar besar

 

Batas Desa
Utara : Betoyokauman, Betoyoguci, Banyuwangi, Manyarejo, Manyarsidomukti (Manyar)
Timur : Manyarejo, Peganden, Banjarsari (Manyar)
Selatan : Banjarsari, Tebalo (Manyar), Tebaloan, Ambeng-ambeng Watangrejo (Duduksampeyan)
Barat : Petisbenem, Kemudi (Duduksampeyan)

Luas seluruh Wilayah 1.267,33 ha, terdiri dari :
Tambak 1.069,30 ha.
Sawah 22,00 ha.
Pemukiman 44,76 ha.
Pekarangan 68,97 ha.
TegaL/Kebon 7,80 ha.
Situ
Gambut 29,40 ha.
Pemakaman Umum 10,05 ha.
Sarana Umum 15,05 ha.

Letak Koordinat
· 

Bujur Timur 112º33’11.78” s/d 112º36’03.08”
·
Lintang Selatan 7º06’13.88” s/d 7º08’49.88”

Sarana Prasarana Pemerintahan
1. Penggunaan Tanah Desa
· Tanah Tambak : TKD, Bengkok Kepala Desa, Bengkok Perangkat Desa.
· Tanah Keperluan Fasilitas Umum : TPU/Kuburan, Telaga, Lapangan Sepakbola, Poskamling
· Tanah Keperluan Fasilitas Kesehatan : Puskesmas Pembantu, Posyandu, Poskesdes

2. Sarana Pemerintahan
· Lembaga Pemerintahan : Kantor Kepala Desa, Sekretariat BPD.
· Lembaga Sektoral : Sekretariat PKK, BKM, LKMD, PPS.

3. Sarana Perekonomian : Koperasi Wanita
4. Sarana Jalan : Jalan Poros Desa 2.910 meter, Jalan Lingkugan : 1.090 meter
1.5.

Sarana Sosial dan Budaya
1. Sarana Pendidikan
· Pendidikan Formal : SD (3 unit), SMP (1 unit), PLS (1 unit)
· Pendidikan Non Formal : PAUD (2 unit), TK (3 unit)
· Pendidikan Keagamaan : Pondok Pesantren (1 unit), TPQ (3 unit)
2. Sarana Kesehatan : Puskesmas Pembantu, Poskesdes / Posyandu, Klinik Swasta
3. Tempat Wisata : Wisata Religi “Makam Panjang”

Makam Siti Fatimah Binti Maimun Leran Manyar

dari berbagai sumber 


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});