Categories
Artikel

Sejumlah Mahasiswa ISI Yogyakarta Gelar Pameran Alternatif Cetak Foto Tua

“Wefie” , Foto : Dimas Parikesit

Pengunjung berfoto didepan karya pameran fotografi IMAJI #2 di Bentara Budaya Yogyakarta. Pameran fotografi yang bertajuk “Alternative Photographic Processes” diselenggarakan oleh mahasiswa program studi fotografi Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Pameran ini merupakan hasil pembelajaran mahasiswa tentang metode cetak Old Photographic Processes selama satu semester dan bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat hasil cetak foto masa lalu khususnya di abad ke-19. 
Menikmati Karya, Foto : Dimas Parikesit
Pengunjung mengamati karya foto di pameran fotografi IMAJI #2 di Bentara Budaya Yogyakarta. Pameran fotografi yang bertajuk “Alternative Photographic Processes” diselenggarakan oleh mahasiswa program studi fotografi Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Pameran ini merupakan hasil pembelajaran mahasiswa tentang metode cetak Old Photographic Processes selama satu semester dan bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat hasil cetak foto masa lalu khususnya di abad ke-19. 
Pewarnaan Oleh Pengunjung Foto : Dimas Parikesit
Pengunjung memberikan pewarnaan pada karya interaktif di Pameran fotografi IMAJI #2 di Bentara Budaya Yogyakarta. Pameran fotografi yang bertajuk “Alternative Photographic Processes” diselenggarakan oleh mahasiswa program studi fotografi Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Pameran ini merupakan hasil pembelajaran mahasiswa tentang metode cetak Old Photographic Processes selama satu semester dan bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat hasil cetak foto masa lalu khususnya di abad ke-19. 
Pengunjung Pameran Foto : Dimas Parikesit
Pengunjung mengamati karya foto di pameran fotografi IMAJI #2 di Bentara Budaya Yogyakarta. Pameran fotografi yang bertajuk “Alternative Photographic Processes” diselenggarakan oleh mahasiswa program studi fotografi Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Pameran ini merupakan hasil pembelajaran mahasiswa tentang teknik cetak Old Photographic Processes selama satu semester dan bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat hasil cetak foto masa lalu khususnya di abad ke-19.
Muhammad Husaini Hadi (kanan) Foto : Dimas Parikesit
Pencetus KOPPI (Keluarga Old Photographic Process ISI), Muhammad Husaini Hadi (kanan) berdiskusi dengan pengunjung tentang cetak old photographic process di Pameran IMAJI #2 di Bentara Budaya Yogyakarta. Pameran fotografi yang bertajuk “Alternative Photographic Processes” diselenggarakan oleh mahasiswa program studi fotografi Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Pameran ini merupakan hasil pembelajaran mahasiswa tentang teknik cetak Old Photographic Processes selama satu semester dan bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat hasil cetak foto masa lalu khususnya di abad ke-19. 
Komentar Pengunjung APP, Foto : Dimas Parikesit
Pengunjung memberikan komentar pada karya interaktif di Pameran fotografi IMAJI #2 di Bentara Budaya Yogyakarta. Pameran fotografi yang bertajuk “Alternative Photographic Processes” diselenggarakan oleh mahasiswa program studi fotografi Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Pameran ini merupakan hasil pembelajaran mahasiswa tentang metode cetak Old Photographic Processes selama satu semester dan bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat hasil cetak foto masa lalu khususnya di abad ke-19. 

Categories
Artikel

Kumpulan Foto Kirab Ageng Jumeneng Dalem

Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Prabu Suryodilogo menyapa masyarakat dari dalam kereta kuda Nyai Manik Kumala saat Kirab Ageng Jumeneng Dalem seusai dilantik menjadi Paku Alam X di Yogyakarta, Kamis (7/1). KBPH Prabu Suryodilogo resmi dinobatkan menjadi Raja Kadipaten Pakualaman Yogyakarta dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X menggantikan ayahnya Paku Alam IX yang wafat pada 21 November 2015, sekaligus menjadi Wakil Gubernur DIY mendampingi Sri Sultan HB X. 
Pasukan Gajah : Foto Dimas Parikesit
Pasukan gajah mengikuti Kirab Ageng Jumeneng Dalem dalam rangka penobatan Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Prabu Suryodilogo menjadi Paku Alam X di Yogyakarta, Kamis (7/1). KBPH Prabu Suryodilogo resmi dinobatkan menjadi Raja Kadipaten Pakualaman Yogyakarta dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X menggantikan ayahnya Paku Alam IX yang wafat pada 21 November 2015, sekaligus menjadi Wakil Gubernur DIY mendampingi Sri Sultan HB X. 
Kereta Kuda Paku Alam X : Foto Dimas Parikesit
Kereta kuda Nyai Manik Kumala yang membawa Paku Alam X melintas di tengah kerumunan masyarakat saat Kirab Ageng Jumeneng Dalem seusai dilantik menjadi Paku Alam X di Yogyakarta di Yogyakarta, Kamis (7/1). KBPH Prabu Suryodilogo resmi dinobatkan menjadi Raja Kadipaten Pakualaman Yogyakarta dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X menggantikan ayahnya Paku Alam IX yang wafat pada 21 November 2015, sekaligus menjadi Wakil Gubernur DIY mendampingi Sri Sultan HB X. 
Indro Warkop : Foto Dimas Parikesit
Komedian Indro WARKOP mengikuti Kirab Ageng Jumeneng Dalem dalam rangka penobatan Kanjeng bendara Pangeran Haryo (KBPH) Prabu Suryodilogo menjadi Paku Alam X di Yogyakarta, Kamis (7/1). KBPH Prabu Suryodilogo resmi dinobatkan menjadi Raja Kadipaten Pakualaman Yogakarta dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X menggantikan ayahnya Paku Alam IX yang wafat pada 21 November 2015, sekaligus menjadi Wakil Gubernur DIY mendampingi Sri Sultan HB X. 

[post_ads]
Keterangan : Foto Dimas Parikesit

Categories
Artikel

Yogyakarta Terpilih Sebagai Tempat Wisata Paling Favorit

Dimanakah lokasi wisata favorit di Indonesia ? didapat dari salah satu situs pencarian wisata ternama di Asia Pasifik dan Timur Tengah Wego(co.id), merilis destinasi libur Lebaran 2015 yang paling banyak dikunjungi
Yogyakarta : Panduanwisata
“Untuk libur Lebaran tahun ini, masyarakat Indonesia secara signifikan lebih banyak melakukan pencarian untuk perjalanan domestik,” jelas Graham Hills, Managing Director Wego Indonesia, seperti dikutip dari siaran pers.
Ia menjelaskan bahwa tren perjalanan domestik meningkat lebih dari tiga kali lipat. Peningkatan besar tersebut, lanjutnya, disebabkan oleh aplikasi pencarian tiket pesawat dan hotel Wego yang kini telah tersedia di iOS dan Android.

“Yogyakarta mengalahkan Bandung, destinasi terpopuler tahun lalu, dalam hal pencarian hotel. Hal ini menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi paling menonjol dengan peningkatan pencarian sebesar 78 persen dibanding tahun 2014,” jelas Hills. 

Dari data pencarian tiket pesawat ke Yogyakarta didapatkan fakta bahwa penjualan ke kota Istimewa ini melonjak hingga 342 persen,” katanya. 


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});