INIGRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) bergerak cepat memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak di lingkungan Pondok Pesantren Al-Amin, Kecamatan Kedamean, Gresik, pada Kamis, 7 Mei 2026.
Langkah ini dilakukan setelah hasil asesmen awal menemukan adanya empat anak yang mengalami dampak emosional dan membutuhkan perhatian lanjutan.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kondisi psikologis anak tetap terjaga, khususnya di lingkungan pendidikan dan pengasuhan. Meski keempat anak tersebut masih dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal, tim pendamping menilai dukungan emosional tetap diperlukan agar kondisi mental mereka tetap stabil.
Baca Juga : Gresik Masuk 6 Besar Nasional EPPD 2026, Raih Skor 3,5560 dengan Predikat Kinerja Tinggi
Kepala Dinas KBPPPA Gresik menyebutkan bahwa asesmen dilakukan secara langsung oleh tim pendamping untuk mengetahui kondisi psikososial anak secara menyeluruh. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya tekanan emosional yang perlu segera ditangani melalui pendekatan profesional.
Sebagai tindak lanjut, layanan konseling dan terapi psikologis bersama psikolog pendamping telah dilakukan pada Jumat, 8 Mei 2026. Pendampingan tersebut bertujuan membantu anak-anak memulihkan kondisi emosional sekaligus memberikan ruang aman untuk menyampaikan perasaan dan pengalaman yang mereka alami.
Program pendampingan ini juga melibatkan koordinasi lintas sektor agar penanganan berjalan komprehensif dan berkelanjutan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa perlindungan anak menjadi prioritas utama, termasuk memastikan setiap anak mendapatkan hak atas rasa aman dan dukungan psikologis yang memadai.
Baca Juga : 281 Perkara Tuntas dalam 5 Bulan, Bupati Yani Apresiasi Sinergi Penegak Hukum di Gresik
Langkah cepat yang dilakukan Pemkab Gresik mendapat perhatian positif karena menunjukkan pentingnya respons dini terhadap kondisi mental anak. Dalam situasi tertentu, dampak emosional yang tidak segera ditangani berpotensi memengaruhi perkembangan psikologis, pendidikan, hingga interaksi sosial anak di masa depan.
Selain pendampingan langsung kepada anak-anak, pemerintah juga terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak. Pendekatan preventif dinilai penting agar potensi gangguan psikologis maupun trauma dapat diminimalkan sejak dini.
Pemkab Gresik menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi anak-anak yang terdampak dan memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Pemerintah berharap dukungan dari keluarga, lingkungan pesantren, dan masyarakat dapat membantu menciptakan suasana yang lebih aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.

