INIGRESIK.COM – Sebanyak 40 tokoh bangsa resmi diusulkan untuk menerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025. Usulan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kepada Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, di Kantor Kemenbud, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).
Nama-nama besar seperti Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta Marsinah, aktivis buruh asal Nganjuk, Jawa Timur, turut masuk dalam daftar panjang tersebut. Marsinah dikenal luas karena perjuangannya membela hak-hak pekerja, terutama perempuan, pada era 1990-an.
Proses Panjang dan Ketat
Gus Ipul menjelaskan bahwa pengajuan gelar Pahlawan Nasional tidak dilakukan secara instan. Setiap nama yang diusulkan telah melewati proses panjang mulai dari kajian daerah hingga pusat, melibatkan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) serta Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).
“Usulan ini datang dari masyarakat, dibahas di daerah, diverifikasi oleh kepala daerah, lalu diteruskan ke Kementerian Sosial. Setelah dikaji oleh TP2GP, baru kami serahkan ke Pak Fadli Zon untuk dibahas dalam sidang Dewan Gelar,” ujar Gus Ipul kepada wartawan.
Beberapa nama disebut sudah memenuhi syarat sejak 5–7 tahun lalu, sementara sebagian baru masuk kajian tahun ini.
Ulama, Aktivis, dan Tokoh Militer
Selain Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah, terdapat pula sejumlah tokoh lintas bidang yang diusulkan tahun ini, antara lain:
- KH. Syaikhona Muhammad Kholil, ulama karismatik asal Bangkalan, Madura.
- KH. Bisri Syansuri, Rais Aam PBNU dan guru para kiai besar di Jawa Timur.
- KH. Muhammad Yusuf Hasyim, tokoh Pesantren Tebuireng, Jombang.
- Jenderal (Purn) M. Jusuf, tokoh militer asal Sulawesi Selatan.
- Jenderal (Purn) Ali Sadikin, mantan Gubernur DKI Jakarta.
Beragamnya latar belakang tokoh menunjukkan penghargaan terhadap jasa bangsa yang datang dari berbagai bidang: ulama, pemimpin, aktivis, hingga militer.
Dewan Gelar Segera Bersidang
Menanggapi penyerahan usulan tersebut, Fadli Zon menyatakan bahwa seluruh tahapan selanjutnya akan dilakukan secara terbuka dan akademis.
“Setelah kami menerima berkas dari Kemensos, Dewan Gelar akan bersidang bersama TP2GP. Hasilnya nanti disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia,” jelasnya.
Sidang Dewan Gelar rencananya digelar besok, dengan melibatkan 12 pakar lintas bidang, di antaranya Prof. Usep Abdul Matin, Dr. Bondan Kanumoyoso, dan Prof. F.X. Mudji Sutrisno SJ.
Rekonsiliasi dan Penghargaan Jasa Bangsa
Publik menyoroti momen ini karena untuk pertama kalinya tokoh dengan latar belakang dan ideologi berbeda — seperti Soeharto dan Gus Dur — diusulkan dalam satu paket. Banyak yang menilai hal ini sebagai simbol rekonsiliasi sejarah bangsa, bahwa jasa besar seseorang terhadap Indonesia tak lagi dilihat dari sudut politik semata.
Gus Ipul berharap proses ini menjadi refleksi nasional agar generasi muda terus menghargai perjuangan para pendahulu.
“Gelar pahlawan bukan hanya simbol, tapi pengingat bahwa kemerdekaan dan pembangunan negeri ini lahir dari pengorbanan nyata,” pungkasnya.

